Tabi: siluet terbelah yang berani
Tabi shoes adalah sepatu dengan ujung depan terbelah, menyerupai kuku hewan, yang membentuk siluet khas dan langsung berbeda dari sepatu flat biasa. Justru di situlah daya tariknya: bentuk yang tak lazim memberi aksen kuat tanpa perlu mengandalkan detail berlebihan. Bagi pencinta streetwear atau siapa pun yang ingin tampil berani, tabi bisa menjadi pilihan sepatu flat edgy yang mencuri perhatian. Namun, model ini memang bukan pilihan paling aman bagi yang mengutamakan tampilan konvensional. Untuk memakainya dengan seimbang, padukan dengan busana berpotongan sederhana agar ujung sepatu tetap menjadi pusat perhatian. Tabi shoes unik juga memperlihatkan bahwa alas kaki datar tak harus tampil biasa—karakter dapat lahir dari satu perubahan bentuk yang tegas.

Variasi tabi dari Peter Keiza
Pilihan tabi shoes Peter Keiza menarik karena tidak berhenti pada bentuk ujung yang terbelah; detail klasiknya memberi beberapa arah gaya. Model Tabi Casual Japanese Style R905-01 menggabungkan bentuk Mary Jane dengan tali melintang dan aksen gesper, sehingga tampil rapi sekaligus unik. Tersedia dalam warna black, maroon, dan silver. Sementara itu, Tabi Shoes Tali Silang Japanese Style ZV01 menghadirkan tali silang dan tali tengah untuk kesan lebih manis, dengan pilihan black, brown, dan apricot. Desainnya memadukan nuansa klasik dan modern, cocok bagi penyuka gaya effortless chic. Harga yang tercatat pada 3 November 2026 adalah Rp209.120 untuk R905-01 dan Rp214.269 untuk ZV01; harga dapat berubah sewaktu-waktu.

Sirah Loafer, perpaduan formal dan santai
Sirah Loafer menawarkan pendekatan yang lebih halus terhadap sepatu flat tak biasa. Kolaborasi Sperry dan Colbo ini memadukan loafer klasik dengan ballet flat dalam siluet slip-on berprofil rendah. Kulit hitam dan nubuck bernuansa Earth memberi kesan premium, sementara materialnya dirancang membentuk patina alami seiring waktu. Insole empuk dan konstruksi Cloud khas Sperry mendukung pemakaian harian; teknologi Wave-Siping pada outsole juga menambah daya cengkeram. Hasilnya terasa lebih santai daripada loafer formal, tetapi tetap punya garis yang anggun. Model loafer ballet flat ini cocok bagi yang menginginkan flat serbaguna dengan karakter berbeda, tanpa siluet tabi yang lebih mencolok. Satu batasannya, tanggal perilisan resmi Sirah Loafer belum diumumkan.

Dua cara tampil beda dengan sepatu flat
Tabi Peter Keiza dan Sirah Loafer sama-sama menolak bentuk flat shoes yang mudah ditebak, tetapi menyasar selera berbeda. Tabi menonjolkan ujung terbelah dan detail seperti tali silang atau gesper; pilihannya pas bagi yang ingin sepatu menjadi aksen utama. Sirah lebih lembut secara visual, dengan perpaduan loafer dan ballet flat yang membawa kesan rapi tanpa terasa kaku. Keduanya memberi alternatif bagi pencinta sepatu flat yang ingin tampil berbeda: pilih tabi untuk pernyataan gaya yang tegas, atau Sirah untuk keseimbangan antara kesan elegan dan santai. Menurut saya, bentuk yang paling menarik bukan selalu yang paling mencolok, melainkan yang terasa selaras dengan cara berpakaian sehari-hari. Di antara dua opsi ini, tak ada alasan menganggap sepatu datar harus tampil membosankan.







