Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dukungan Rusia dan Vatikan pada Solusi Dua Negara Bertahan di Tengah Konflik

Dukungan Rusia dan Vatikan pada Solusi Dua Negara Bertahan di Tengah Konflik
Minat|Maestro Klasik

Prinsip yang bertahan di tengah konflik

Solusi dua negara adalah gagasan penyelesaian konflik Israel-Palestina melalui pembentukan negara Palestina yang berdaulat berdampingan dengan Israel, sebagai jalan menuju penyelesaian politik yang menyeluruh. Di tengah kekerasan dan kebuntuan diplomatik, dukungan Rusia dan sikap Vatikan menunjukkan bahwa gagasan ini masih dipertahankan, meski pernyataan kedua pihak menekankan hal yang berbeda. Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan pada Kamis bahwa Rusia tetap berkomitmen mendukung solusi dua negara. Ia menyebutnya satu-satunya jalan untuk menyelesaikan persoalan Palestina secara menyeluruh, termasuk melalui pembentukan negara Palestina yang berdaulat penuh di wilayah Palestina. Pernyataan itu disampaikan dalam sidang pleno KTT Rusia-Afrika ketiga, yang bersama Forum Ekonomi dan Kemanusiaan berlangsung di Moskow pada 28–29 Oktober. Penegasan tersebut penting sebagai sinyal politik, tetapi dukungan terhadap prinsip belum menjawab bagaimana kesepakatan dapat dicapai. Jarak antara komitmen dan pelaksanaan tetap menjadi persoalan utama.

Vatikan bertahan, sambil mengakui hambatan

Vatikan juga menolak meninggalkan dukungannya terhadap solusi dua negara, tetapi lebih tegas mengakui bahwa penerapannya sulit dalam situasi saat ini. Menteri Luar Negeri Vatikan, Uskup Agung Paul Richard Gallagher, menyampaikan sikap itu kepada wartawan di Roma pada Selasa, 27 Oktober. Ia menegaskan bahwa penolakan dari sejumlah politikus oposisi Israel tidak berarti dukungan internasional terhadap gagasan tersebut telah melemah. Gallagher menunjuk kondisi politik dan keamanan sebagai hambatan langsung. Menurutnya, Israel telah lama berada dalam suasana kampanye pemilu sehingga tidak realistis mengharapkan oposisi secara terbuka mendukung rencana itu. Ia juga menyoroti perlunya memperbaiki keadaan di Tepi Barat yang diduduki Israel serta menangani persoalan di Jalur Gaza. Sikap Vatikan bukan pengunduran diri dari tujuan, melainkan pengakuan bahwa dukungan diplomatik saja belum menciptakan kondisi untuk mewujudkannya.

Kesamaan tujuan, perbedaan penekanan

Kesamaan Rusia dan Vatikan terletak pada keteguhan mempertahankan solusi dua negara meskipun prospek pelaksanaannya suram. Perbedaannya ada pada titik tekan: Putin menggambarkan prinsip itu sebagai satu-satunya jalan bagi penyelesaian menyeluruh dan menonjolkan kedaulatan Palestina, sedangkan Gallagher lebih banyak membahas hambatan politik, keamanan, dan wilayah yang menghalangi kemajuan. Latar situasi memperjelas mengapa pengakuan atas hambatan itu penting. Gencatan senjata di Jalur Gaza telah berlaku sejak Oktober 2025, tetapi militer Israel masih melancarkan serangan dengan alasan menargetkan fasilitas dan anggota Hamas. PBB menilai kondisi kemanusiaan tetap memprihatinkan, dengan kehancuran luas, layanan kesehatan terganggu, serta penyaluran pangan dan kebutuhan pokok yang menghadapi kendala. Dalam konteks seperti ini, mempertahankan prinsip perlu, tetapi tidak cukup. Tanpa perbaikan kondisi di Gaza dan Tepi Barat serta perubahan iklim politik, solusi yang didukung kedua pihak berisiko tetap menjadi komitmen di atas kertas.

Komitmen perlu berhadapan dengan kenyataan

Pernyataan Rusia dan Vatikan memperlihatkan bahwa dukungan internasional terhadap solusi dua negara belum hilang, tetapi juga menyingkap batas daya dorong politik semata. Putin menegaskan pilihan yang menurut Rusia dapat menyelesaikan persoalan Palestina; Vatikan mempertahankan pilihan yang sama sembari menyebut secara terbuka mengapa pelaksanaannya kini sulit. Perbedaan ini membuat sikap Vatikan lebih berorientasi pada hambatan praktis, sementara pernyataan Rusia lebih menonjolkan prinsip dan kedaulatan. Gallagher juga menyebut bahwa Paus Leo XIV berbicara dengan Putin pada 16 Oktober dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada 19 Oktober. Namun, dalam pernyataannya tentang konflik Israel-Palestina, fokus yang disampaikan Gallagher tetap pada keadaan di Tepi Barat dan Gaza serta kondisi politik yang menghambat jalan menuju penyelesaian. Kesimpulannya, kesamaan dukungan Rusia dan Vatikan menjaga solusi dua negara tetap dalam agenda. Namun, ukuran keseriusan dukungan itu pada akhirnya bukan sekadar pengulangan prinsip, melainkan kemampuan mengatasi hambatan yang mereka akui.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!