Lantai dan pagar mulai terpasang di Hulu Sungai Tengah
Jembatan Garuda adalah infrastruktur penyeberangan yang menghubungkan warga desa dengan permukiman, sentra kegiatan ekonomi, dan kebutuhan sehari-hari melalui lintasan fisik yang lebih mudah diakses secara langsung. Di Desa Teluk Masjid, Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, pembangunan terus berjalan. Hingga Sabtu, 24 Oktober 2026, personel di lapangan mengerjakan pemasangan lantai dan pagar sebagai bagian dari tahapan konstruksi. Tahap ini penting: jembatan belum dapat dinilai dari bentuk rangkanya saja, tetapi juga dari mutu permukaan lintasan dan unsur keselamatan yang akan digunakan warga. Koordinator lapangan Kapten Inf M. Fadillah menyatakan, “Pemasangan lantai dan pagar jembatan saat ini terus dilaksanakan. Kami berupaya agar setiap tahapan pekerjaan berjalan dengan baik, dengan tetap mengutamakan kualitas konstruksi dan keselamatan kerja.” Jika pekerjaan berlanjut sesuai rencana, jembatan diharapkan mempermudah mobilitas, distribusi hasil pertanian, dan akses warga terhadap kebutuhan sehari-hari. Karena itu, pembangunan jembatan Kalimantan ini perlu dinilai bukan hanya dari progres fisiknya, melainkan juga dari manfaat yang dirasakan setelah dibuka.

Tahap VI di Gowa tinggal perapihan sebelum diresmikan
Di Gowa, Jembatan Beton Garuda tahap VI di Sungai Jatia, Desa Salajangki, dikerjakan pada Sabtu, 17 Oktober 2026, oleh personel Yonzipur, Zibang, Yon TP, Babinsa Kodim 1409/Gowa, dan masyarakat setempat.[






