Gambaran Umum: Dua Budget Earbuds ANC dengan Karakter Berbeda
Budget earbuds ANC adalah TWS terjangkau yang tetap menawarkan fitur penting seperti active noise cancellation, kualitas audio layak, baterai tahan lama, dan konektivitas modern sehingga pengguna tidak perlu mengeluarkan biaya premium untuk menikmati pengalaman mendengarkan musik, menonton film, atau bermain game secara nyaman dan bebas gangguan suara sekitar. Dalam kategori earbuds noise cancellation ini, Nothing Ear (3a) dan Redmi Buds 8 Pro sama-sama menarik karena menggabungkan fitur canggih dengan harga yang masih masuk akal.
Intinya: Nothing Ear (3a) adalah pilihan yang mengutamakan pengalaman audio "wah" dan desain ikonik, sementara Redmi Buds 8 Pro lebih menekankan rasio fitur-harga yang agresif. Nothing Ear (3a) dijual Rp1.699.000 dengan desain semi-transparan, Spatial Audio, dan ANC hingga 45 dB. Redmi Buds 8 Pro dibanderol Rp999.000 dengan Smart ANC sampai 55 dB dan baterai panjang yang sanggup menemani aktivitas harian. Kalau kamu adalah pemburu estetika dan soundstage luas, Nothing lebih menggoda; kalau kamu prioritas value dan daya tahan, Redmi tampak lebih logis.
| Spek Inti | Nothing Ear (3a) | Redmi Buds 8 Pro |
|---|---|---|
| Harga | Rp1.699.000 | Rp999.000 |
| ANC | Wideband ANC hingga 45 dB + Transparency | Smart ANC hingga 55 dB + Transparency |
| Teknologi audio | Static Spatial Audio, Hi-Res Audio Wireless, LDAC, driver 12 mm | Triple driver koaksial, Dolby Audio, Hi-Res Wireless Audio |
| Desain | Semi-transparan ikonik, rating IP54 | Case metalik premium, bobot ringan 5,3 g per earbud, rating IP54 |
| Baterai | Tahan untuk pemakaian harian (detail tidak disebut) | Bisa lebih dari 6 jam per pengisian, total hingga 31 jam (dari sumber yang sama dengan baterai panjang) |
Desain dan Kenyamanan: Ikonik vs Fungsional Premium
Nothing Ear (3a) memenangkan perhatian dari jarak jauh. Desain semi-transparan pada charging case dan batang earbuds memamerkan komponen internal, lengkap dengan tulisan "ear (3a)" bergaya dot matrix yang jadi ciri khas brand ini. Pilihan warna Pink, Black, Yellow, dan White membuatnya terasa seperti aksesori fashion, bukan sekadar alat dengar. Namun ada catatan besar: kualitas material plastik pada case terasa kurang premium dan mudah baret, bahkan sedikit goyang saat dibuka, yang terasa mengganggu di harga Rp1,699 juta. Ini contoh klasik produk yang menang gaya, tetapi mengorbankan sedikit rasa "mahal" saat dipegang.
Redmi Buds 8 Pro mengambil jalan berbeda: terlihat premium tanpa gimmick transparan. Permukaan case Obsidian Black yang metalik memantulkan cahaya dan memberi kesan mahal langsung dari genggaman. Earbuds-nya ringan, hanya 5,3 gram per sisi, dengan bentuk ergonomis sehingga nyaman dipakai lama; kombinasi ini membuatnya sangat cocok untuk dipakai sepanjang perjalanan atau kerja. Eartips bawaan ukuran M terasa pas, dan pilihan S–L di dalam kotak memberi kelonggaran untuk penyesuaian. Di sisi ketahanan, keduanya punya sertifikasi IP54, jadi aman dari debu dan cipratan air. Dalam hal kenyamanan murni, Redmi Buds 8 Pro terasa lebih matang, sementara Nothing lebih cocok buat kamu yang ingin TWS sekaligus statement visual.

Kualitas Suara dan Fitur Audio: Spatial Audio vs Detail dan Tenaga
Nothing Ear (3a) adalah contoh TWS terjangkau yang berani bermain di ranah pengalaman audio tiga dimensi. Static Spatial Audio-nya menciptakan ruang suara yang terasa lebih luas: vokal seolah di tengah kepala, sementara instrumen menyebar di sekeliling, membuat musik terasa lebih hidup dan berlapis. Saat Spatial Audio dimatikan, sound menjadi lebih bulat dan tradisional, memberi fleksibilitas buat yang tidak selalu suka efek ruang. Driver dinamis 12 mm, sertifikasi Hi-Res Audio Wireless, dan dukungan codec LDAC menunjukkan Nothing tidak main-main dengan kualitas teknis audio. Bagi pencinta detail dan soundstage, Nothing Ear (3a) punya keunggulan jelas di kategori TWS terjangkau.
Redmi Buds 8 Pro memilih pendekatan yang lebih "studio" daripada spektakel. Triple driver koaksial yang berpadu dengan Dolby Audio dan Hi-Res Wireless Audio menghasilkan vokal dan instrumen yang detail, dengan bass bertenaga namun tidak menenggelamkan frekuensi lain. Karakter audionya terasa serbaguna: enak untuk musik, film, dan game, ditambah latensi rendah yang menjaga suara tetap sinkron dengan visual. Aplikasi Xiaomi Earbuds menawarkan preset Balanced, Enhance bass, Enhance treble, Enhance voice, dan Custom, sehingga kamu bisa mengatur profil suara sesuai selera. Kalau Nothing unggul lewat efek Spatial Audio yang menghibur, Redmi menang di fleksibilitas tuning dan rasa "rapi" pada detail suara. Menurut saya, pembeli yang serius mengutak-atik equalizer akan lebih betah dengan Redmi Buds 8 Pro.

ANC, Baterai, dan Konektivitas: Fokus, Lama, dan Praktis
Sebagai budget earbuds ANC, keduanya menawarkan kemampuan peredam bising yang layak dipertimbangkan. Nothing Ear (3a) memakai Wideband Active Noise Cancellation hingga 45 dB, cukup ampuh untuk "mengasingkan diri" di transportasi umum atau ruang ramai tanpa menaikkan volume berlebihan. Mode Transparency membantu ketika kamu masih perlu mendengar sekitar, dan kontrol pinch di batang earbuds memudahkan berpindah antara mode ANC dan Transparan. Di sisi lain, Redmi Buds 8 Pro menawarkan Smart ANC yang lebih agresif, diklaim mampu menekan noise sampai 55 dB. Fitur Immersive Commute bahkan menyesuaikan ANC sesuai jenis kendaraan seperti kereta dan pesawat, plus Transparency Mode saat kamu perlu bicara dengan orang lain. Secara angka, Redmi jelas unggul di kemampuan peredam bising dan keluwesan pengaturan.
Baterai menjadi titik pembeda besar lain. Sumber mereview menyebut Redmi Buds 8 Pro sanggup bertahan lebih dari 6 jam per pemakaian dan total hingga sekitar 31 jam bersama charging case, tergantung volume dan fitur yang aktif. Ini menjadikannya salah satu TWS terjangkau Indonesia yang paling siap untuk dipakai seharian tanpa cemas kehabisan daya. Nothing Ear (3a) memang mampu menyalurkan audio berkualitas tinggi, tetapi tidak ada data detail durasi baterai dalam sumber yang sama, sehingga sulit menilai apakah ia menyamai stamina Redmi. Untuk konektivitas, Redmi memakai Bluetooth 5.4, Google Fast Pair, dan bisa terkoneksi ke dua perangkat sekaligus. Nothing juga menawarkan pairing mudah melalui aplikasi Nothing X dan indikator LED pada case, namun lagi-lagi Redmi sedikit lebih praktis bagi pengguna multi-device yang sering berpindah gawai.

Kesimpulan dan Rekomendasi Pembelian: Pilih Berdasarkan Cara Kamu Mendengar
Pada akhirnya, pemenang dari duel Nothing Ear (3a) vs Redmi Buds 8 Pro bukan soal siapa yang lebih "canggih" di atas kertas, melainkan siapa yang lebih cocok dengan kebiasaan mendengarmu. Nothing Ear (3a) menawarkan pengalaman audio yang mengesankan lewat Spatial Audio yang membuat musik terasa lebih luas, plus ANC yang jempolan untuk fokus di tempat ramai. Namun harga Rp1.699.000 dan kualitas plastik case yang kurang premium membuatnya lebih cocok untuk pengguna yang betul-betul menghargai desain dan soundstage. Redmi Buds 8 Pro, dengan harga Rp999.000, Smart ANC hingga 55 dB, suara detail dengan bass bertenaga, baterai panjang, dan kenyamanan tinggi, tampil sebagai paket value yang sulit dikalahkan di segmen TWS terjangkau.
- Buy Nothing Ear (3a) jika kamu prioritas tampilan transparan ikonik dan ingin merasakan Spatial Audio yang membuat musik terasa lebih hidup.
- Skip Nothing Ear (3a) jika kamu sensitif pada kualitas material case; plastik yang mudah baret dan goyang bisa terasa mengganggu di pemakaian harian.
- Buy Redmi Buds 8 Pro jika kamu mencari TWS terjangkau Indonesia dengan ANC kuat hingga 55 dB, suara detail, dan baterai yang bisa menemani sampai sekitar 31 jam.
- Skip Redmi Buds 8 Pro jika kamu lebih tertarik pada desain nyentrik transparan ketimbang tampilan premium metalik yang cenderung lebih kalem.








