Haesi’s Shinru: Adaptasi Novel Web yang Mengincar Pasar Drama Sejarah Romantis
Haesi’s Shinru adalah drama sejarah romantis adaptasi novel web populer yang mengisahkan pertemuan Putra Mahkota jenius dan seorang peramal masa depan di era Joseon, menghadirkan perpaduan romansa istana, intrik politik, dan fantasi lembut yang menargetkan penonton penggemar kisah cinta bernuansa klasik namun sinematik modern.
Inti kabar yang memicu antusiasme penggemar adalah fakta bahwa Park Jinyoung dan Jeon So Young sedang mempertimbangkan peran utama dalam Haesi’s Shinru, sebuah drama sejarah romantis yang diadaptasi dari novel web populer karya Yoon Yi Soo. Penulis yang sama sebelumnya menelurkan novel web yang diadaptasi menjadi drama Love in the Moonlight, sehingga ekspektasi terhadap kualitas narasi dan nuansa sageuk romansa langsung naik. Dengan kata lain, ini bukan proyek sembarangan: Haesi’s Shinru sejak awal dirancang sebagai drama prestige yang mengandalkan kekuatan naskah dan worldbuilding sejarah.

Park Jinyoung sebagai Lee Hyang: Putra Mahkota Jenius yang Menantang Pakem
Park Jinyoung ditawari peran Putra Mahkota Lee Hyang, seorang raja jenius abad ke-15 yang memajukan sains Joseon. Karakter ini bukan sekadar pangeran tampan; ia digambarkan sebagai ilmuwan sekaligus pemimpin yang berupaya memodernisasi negaranya. Dari sisi penulisan, pilihan menjadikan putra mahkota sebagai sosok rasional, analitis, dan ilmiah memberi ruang permainan akting yang kaya: konflik antara ilmu dan takhayul, tanggung jawab tahta dan keinginan pribadi, serta ketegangan antara masa depan dan tradisi.
Secara karier, Park Jinyoung sudah membuktikan transisi meyakinkan dari idol ke aktor lewat drama Yumi’s Cells 2, di mana ia dikenal mampu menghidupkan karakter dengan detail emosional yang halus. Menempatkannya dalam drama sejarah romantis yang sarat dialog dan emosi kompleks terasa sebagai langkah logis berikutnya. Casting ini terasa tepat karena sosok Lee Hyang butuh aura cerdas dan tenang, yang selama ini melekat pada persona Jinyoung. Jika ia menerima, Haesi’s Shinru bisa menjadi titik balik yang mengukuhkan reputasinya sebagai aktor utama, bukan sekadar idol yang mampir di dunia akting.
Jeon So Young sebagai Hae Ru: Peramal Muda, Bukan Sekadar Love Interest
Di sisi lain, Jeon So Young menerima tawaran untuk memerankan Hae Ru, seorang wanita misterius yang mampu meramal masa depan dan memasuki istana demi Putra Mahkota Lee Hyang. Karakter ini memegang kunci nada fantasi dalam drama sejarah romantis Haesi’s Shinru: ia bukan hanya pasangan romantis, tetapi katalis yang menggerakkan alur politik, sains, dan takdir kerajaan. Hae Ru digambarkan memiliki kemampuan melihat masa depan, lalu bekerja sama dengan Lee Hyang hingga akhirnya mereka saling jatuh cinta.
Secara naratif, ini menarik karena menempatkan tokoh perempuan bukan sebagai figur pasif yang menunggu cinta, melainkan subjek yang membawa pengetahuan unik—ramalan masa depan—ke dalam lingkar kekuasaan. Untuk Jeon So Young, yang dikenal sebagai aktris muda, peran Hae Ru dapat menjadi kartu nama penting: ia harus menyeimbangkan aura misterius, kepolosan, dan tekad kuat. Jika berhasil, Hae Ru berpotensi menjadi salah satu karakter perempuan paling diingat dalam adaptasi novel web bertema sejarah, bukan hanya bayangan Putra Mahkota.
Chemistry Calon Pemeran: Sains, Ramalan, dan Romansa di Tengah Istana
Kekuatan utama Haesi’s Shinru berpotensi terletak pada benturan dua dunia: Lee Hyang sebagai ilmuwan jenius yang memajukan sains Joseon, dan Hae Ru sebagai peramal masa depan yang membawa unsur tak terlihat. Dalam drama sejarah romantis, dinamika semacam ini adalah bahan bakar utama: logika bertemu intuisi, laboratorium bertemu langit malam, rencana jangka panjang bertemu takdir yang tak bisa dihindari. Jika Park Jinyoung dan Jeon So Young mengonfirmasi peran, penonton akan menyaksikan relasi yang dibangun bukan hanya dari tatapan mata, tetapi juga debat ideologi tentang bagaimana memimpin kerajaan.
Secara konsep, chemistry mereka berpotensi berbeda dari pasangan sageuk biasa. Alih-alih sekadar kisah cinta terlarang di istana, Haesi’s Shinru menawarkan pasangan yang bekerja sebagai tim: ia menghitung masa depan dengan ilmu, sementara ia melihatnya lewat ramalan. Kombinasi ini memberi peluang menghadirkan romansa yang lebih intelektual, emosional, dan tematik. Jika eksekusinya rapi, pasangan ini bisa menambah daftar ikon baru di jajaran drama sejarah romantis adaptasi novel web.
Mengapa Haesi’s Shinru Berpotensi Menjadi Drama Prestige Berikutnya
Meski status Park Jinyoung dan Jeon So Young masih sebatas mempertimbangkan peran, pernyataan agensi bahwa Haesi’s Shinru adalah salah satu proyek yang ditawarkan kepada mereka menunjukkan keseriusan pengembangan drama ini. Kombinasi adaptasi novel web populer, genre drama sejarah romantis, dan keterlibatan penulis Yoon Yi Soo menciptakan paket yang terasa dirancang sebagai proyek prestige. Dengan naskah yang ditulis langsung oleh penulis aslinya, ada harapan besar bahwa nuansa, ritme, dan kedalaman karakter akan terjaga dari medium teks ke layar.
Pada akhirnya, daya tarik utama Haesi’s Shinru terletak pada keseimbangan: antara sejarah dan fantasi, sains dan ramalan, serta struktur istana yang kaku dengan romansa yang lembut. Jika Park Jinyoung menerima tantangan sebagai Putra Mahkota Lee Hyang dan Jeon So Young menghidupkan Hae Ru dengan energi segar, drama ini berpeluang menggeser standar adaptasi novel web bertema sejarah romantis. Haesi’s Shinru bisa menjadi bukti bahwa genre sageuk masih punya banyak cara baru untuk bercerita—asal berani menggabungkan otak, hati, dan sedikit keajaiban.






