Mangrove menjadi ruang belajar dan sumber keterlibatan warga
Keberlanjutan perusahaan adalah upaya menghubungkan perlindungan lingkungan dengan partisipasi warga dan manfaat sosial jangka panjang, bukan sekadar memenuhi kewajiban atau mengejar pengakuan. Demangkarta memperlihatkan bagaimana prinsip itu dapat diterapkan di kawasan pesisir. PT Solusi Bangun Indonesia bersama masyarakat mengembangkan kawasan mangrove di Dusun Depok, Cilacap, menjadi destinasi edukasi dan wisata konservasi pesisir. Program ini mendapat predikat Platinum Alignment dalam Asian Impact Awards & CEPI Recognition 2026, dengan skor 94,26 pada kategori Earth Restoration & Ecological Resilience. Pengakuan tersebut penting bukan hanya karena menempatkan konservasi mangrove pesisir di panggung Asia, tetapi juga karena menilai keterlibatan masyarakat sebagai bagian dari hasil program. Demangkarta juga meraih status CEPI Champion Candidate dengan skor 2,81; angka itu merupakan hasil penilaian indeks, bukan bukti manfaat ekonomi yang sudah terealisasi.
Penghargaan ESG platinum ini sebaiknya dibaca sebagai dorongan untuk menjaga kesinambungan program, bukan garis akhir. Kawasan yang menggabungkan ekosistem mangrove dengan edukasi dan wisata memberi warga ruang untuk ikut merawat lingkungan sekaligus membangun kepedulian pengunjung. Bagi perusahaan yang beroperasi dekat permukiman, pendekatan tersebut lebih meyakinkan daripada kegiatan sekali jalan: konservasi menjadi bagian dari kehidupan komunitas, bukan agenda yang berdiri sendiri. Pengakuan disampaikan dalam rangkaian The Asian ESG Leadership Summit 2026 di Jakarta pada 21 Oktober 2026. Solusi Bangun Indonesia menyatakan akan terus mendorong inisiatif yang menghubungkan pengelolaan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan keberlangsungan usaha dalam jangka panjang.

Lima penghargaan Pertagas menguji arti program TJSL
Pertagas meraih lima penghargaan kategori Platinum dalam Asian Impact Awards 2026, sebuah pengakuan internasional atas rangkaian program TJSL yang menyasar kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah operasi. Empat penghargaan diberikan kepada program Karya Darsa, Cakra Sembada, Pina Lestari, dan Megamendung, sementara Direktur Utama Indra Pehulisa Sembiring mendapat predikat Platinum Leader Performance dalam daftar Exclusive 100 ESG Impact Leaders. Nilai pencapaian ini tidak semestinya diukur dari banyaknya trofi, melainkan dari perubahan yang ditawarkan program kepada warga. Karya Darsa menggabungkan pertanian berkelanjutan, pemerataan distribusi air, dan penguatan ekonomi di Desa Karyajaya, Kalimantan Timur. Cakra Sembada mengembangkan rumah kaca melon di Desa Ganggangpanjang, Sidoarjo, untuk mendukung kemandirian ekonomi desa melalui pertanian modern.
Dampak yang paling menjanjikan muncul ketika program memberi warga keterampilan dan pilihan usaha, bukan hanya bantuan sesaat. Pina Lestari meningkatkan nilai tambah limbah daun nanas melalui pengembangan produk sekaligus membekali masyarakat dengan keterampilan baru yang berpotensi membuka peluang usaha dan menambah pendapatan. Secara lebih luas, Pertagas mengarahkan program TJSL Indonesia pada pertanian produktif, penguatan ekonomi desa, dan inovasi ramah lingkungan untuk menjawab tantangan perubahan iklim. Empat program penerima penghargaan diumumkan bersama penghargaan bagi pimpinan perusahaan di acara yang berlangsung di Jakarta pada 21 Oktober 2026. Pengakuan itu akan lebih berarti bila diikuti pengukuran dampak yang terbuka dan kelanjutan pendampingan, sehingga masyarakat dapat mempertahankan hasil ketika dukungan perusahaan berubah atau berakhir.
Apresiasi daerah perlu berlanjut menjadi kemitraan
Di Kutai Kartanegara, PT Alam Jaya Persada menerima Piagam Penghargaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan serta Program Kemitraan dan Bina Lingkungan dari pemerintah kabupaten pada 29 Juli 2026. Penghargaan itu mengakui kontribusi perusahaan terhadap pembangunan wilayah; program sosial dan lingkungannya dinilai sejalan dengan visi pembangunan daerah yang berkelanjutan. Manajemen menyebut agenda perusahaan diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup warga sekaligus menjaga ekosistem sekitar. Ini contoh penting bahwa tanggung jawab sosial perusahaan tidak semestinya berhenti pada hubungan baik atau kewajiban administratif. Ukurannya adalah apakah kegiatan menjawab kebutuhan setempat dan memberi manfaat yang bertahan. PT AJP menyatakan penghargaan tersebut menjadi pemantik untuk memperluas dampak positif program di sekitar area operasional.
Perusahaan juga menegaskan akan terus memperkuat sinergi antara swasta, pemerintah daerah, dan warga lokal demi kemandirian serta kesejahteraan jangka panjang di Kutai Kartanegara. Komitmen itu patut diuji melalui pelibatan warga dalam menentukan prioritas, pelaksanaan, dan penilaian program. Tanpa ruang bagi masyarakat untuk menyuarakan kebutuhannya, penghargaan daerah berisiko menjadi pengakuan atas niat, bukan hasil. Sebaliknya, kemitraan yang terbuka dapat membantu menyelaraskan program perusahaan dengan arah pembangunan setempat dan menjaga manfaatnya tetap relevan. Karena itu, penghargaan TJSL dari pemerintah daerah memiliki bobot ketika menjadi awal dari kolaborasi yang lebih kuat, bukan penutup dari agenda sosial perusahaan.
Pengakuan global harus diikuti dampak yang terukur
Rangkaian penghargaan untuk Solusi Bangun Indonesia dan Pertagas, disertai apresiasi daerah bagi PT Alam Jaya Persada, menunjukkan pergeseran yang patut didorong: perusahaan semakin mengaitkan sustainability dengan pengembangan komunitas. Pola ini lebih berarti daripada CSR seremonial karena menghubungkan pemulihan lingkungan, keterampilan warga, dan ekonomi lokal dengan operasi perusahaan. Peng






