Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Kartu Merah Mateta Buka Jalan, Tottenham Menang 2-0

Kartu Merah Mateta Buka Jalan, Tottenham Menang 2-0
Minat|Rainbow Six Siege

Pengusiran dini mengubah arah laga

Kartu merah Mateta adalah momen penentu Tottenham vs Crystal Palace: pengusiran penyerang Palace pada menit ke-13 membuat pertandingan yang semula seimbang berubah menjadi ujian bertahan bagi tim tamu. Tottenham menang 2-0 di Tottenham Hotspur Stadium pada pekan kesembilan Liga Inggris 2026/27, Minggu, 1 November 2026. Jean-Philippe Mateta diusir setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Micky van de Ven, memaksa Palace bermain dengan sepuluh orang hampir sepanjang laga. Dampaknya lebih besar daripada sekadar kehilangan satu pemain depan. Palace kehilangan opsi untuk menekan dan harus mengatur ulang bentuk tim, sementara Spurs memperoleh ruang dan waktu untuk lebih sering menguasai bola. Keunggulan jumlah pemain tidak menjamin gol dengan sendirinya, tetapi sejak insiden itu Tottenham punya kendali lebih besar atas tempo dan wilayah permainan.

Bagi Tottenham, pertandingan ini juga datang saat tim sedang memburu kemenangan liga ketiga beruntun setelah menaklukkan Coventry City 3-1 dan Chelsea 2-0. Meski kehilangan Rodrigo Bentancur karena skorsing serta Lucas Bergvall, Xavi Simons, Wilson Odobert, Savio, Tosin Adarabioyo, dan Mykhaylo Mudryk akibat cedera, Spurs mampu memanfaatkan keadaan pertandingan. Kartu merah itu tidak menghapus keterbatasan skuad, tetapi memberi tuan rumah keuntungan taktis yang penting.

Kartu Merah Mateta Buka Jalan, Tottenham Menang 2-0

Keunggulan pemain menghasilkan gol pembuka

Tottenham segera meningkatkan tekanan setelah Palace kehilangan Mateta. Pada menit ke-25, sepak pojok Mohammed Kudus membuka peluang bagi Archie Gray. Sundulan Gray gagal dihentikan Dean Henderson dan membawa Spurs unggul 1-0. Gol itu menunjukkan bagaimana kartu merah mengubah bukan hanya susunan pemain, melainkan juga pola ancaman: Tottenham dapat menekan lebih tinggi dan memaksa Palace bertahan lebih dalam. Tuan rumah kemudian mengendalikan permainan hingga turun minum, walau belum menambah gol.

Keunggulan satu gol tetap menyisakan ruang bagi Palace untuk bertahan dan berharap pada satu momen balasan. Karena itu, kendali Tottenham pada babak pertama belum sepenuhnya menyelesaikan pekerjaan. Namun, Palace harus menghabiskan energi untuk menutup ruang dengan sepuluh pemain, sedangkan Spurs punya lebih banyak kesempatan mengedarkan bola dan menyusun serangan. Dalam konteks itu, gol Gray bukan sekadar hasil satu bola mati; gol tersebut menjadi ganjaran atas tekanan yang meningkat setelah pengusiran Mateta.

Van Hecke memastikan tiga poin

Tottenham melanjutkan tekanan pada babak kedua dan akhirnya menggandakan keunggulan pada menit ke-73. Jan Paul van Hecke menyambut umpan dengan sundulan yang ditepis Henderson, lalu menyambar bola muntah lewat sundulan kedua untuk mengubah skor menjadi 2-0. Gol itu menutup ruang bagi Palace untuk menghidupkan kembali pertandingan dan memperlihatkan hasil dari tekanan Spurs yang terus berlanjut.

Mohammed Kudus sempat mencetak gol pada menit ke-84, tetapi VAR menganulirnya karena ia berada dalam posisi offside. Meski begitu, kemenangan Tottenham tetap pantas dilihat sebagai hasil dari kombinasi disiplin dan pemanfaatan situasi, bukan semata-mata angka di papan skor. Hasil Liga Inggris ini membawa Spurs ke peringkat kedelapan dengan 12 poin, sedangkan Crystal Palace tertahan di urutan ke-17 dengan tujuh poin.

Kesimpulan: kartu merah menjadi titik balik

Pengusiran Mateta pada menit ke-13 memberi Tottenham keunggulan jumlah pemain dan mengubah Palace dari tim yang bisa menyerang menjadi tim yang terutama harus bertahan. Gray memecah kebuntuan, Van Hecke memastikan kemenangan, dan Spurs mengelola keunggulan itu tanpa kebobolan. Kartu merah bukan satu-satunya unsur dalam hasil 2-0, tetapi jelas menjadi titik balik yang membentuk jalannya pertandingan. Bagi Palace, kehilangan Mateta begitu awal membuat tugas berat semakin sulit; bagi Tottenham, memanfaatkan kesempatan itu dengan sabar menjadi pembeda.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!