Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

IFBEC Jadikan Krista InterFOOD Ruang Penguatan Kompetensi Hospitality

IFBEC Jadikan Krista InterFOOD Ruang Penguatan Kompetensi Hospitality
Minat|Pelatihan Fungsional

Kompetensi sebagai fondasi layanan dan bisnis

Kompetensi SDM hospitality adalah perpaduan keterampilan layanan, pengetahuan operasional, dan pemahaman bisnis yang dibutuhkan tenaga kerja untuk menghadirkan pengalaman tamu sekaligus menjaga keberlanjutan usaha. Itulah sebabnya dorongan IFBEC Jakarta & Banten untuk meningkatkan kemampuan profesional patut dilihat sebagai investasi industri, bukan sekadar agenda organisasi. Melalui Krista InterFOOD 2026, yang berlangsung pada 4–7 November di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang, IFBEC menghadirkan program yang menghubungkan pembelajaran, kreativitas, dan jejaring pelaku usaha. Pameran nasional ini menjadi konteks penting karena dinamika industri F&B menuntut tenaga kerja yang mampu mengikuti perubahan standar layanan dan kebutuhan bisnis. Tanpa pengembangan keterampilan yang berkelanjutan, investasi pada produk dan fasilitas saja tidak cukup untuk menjaga mutu pengalaman pelanggan.

Arah program IFBEC bertumpu pada tiga unsur: Competency, Creativity, dan Collaboration. Kompetensi dibangun melalui edukasi, sertifikasi profesi, serta pertukaran pengalaman; kreativitas mendapat ruang melalui kompetisi; sementara kolaborasi mempertemukan asosiasi, praktisi, institusi pendidikan, dan pelaku usaha. Kerangka ini lebih berguna daripada pelatihan yang berdiri sendiri, sebab keterampilan pekerja perlu bertemu dengan tuntutan nyata di hotel, restoran, dan usaha F&B.

Pelatihan yang menyentuh keputusan bisnis

Pelatihan hospitality tidak semestinya berhenti pada keramahan dan tata cara pelayanan. Profesional juga perlu memahami bagaimana keputusan operasional memengaruhi kesehatan usaha. Perspektif itu dibawa dalam HOSPITALK – Sharing Insight, Shaping Hospitality melalui diskusi “Revenue Is Vanity, Profit Is Reality: The Business Behind Hospitality”, yang berlangsung Kamis, 5 November 2026, pukul 15.00–17.00 WIB di Hall C NICE PIK 2. Andri Putrajaya, konsultan budaya hospitality, dan Dimas Purbo Iskandar, Hotel Manager Le Semar Karawaci, membahas strategi hotel dan restoran, optimalisasi pendapatan, pengendalian biaya, serta efisiensi operasional.

Nilai praktis forum semacam ini terletak pada kesempatan peserta menghubungkan wawasan bisnis dengan pekerjaan sehari-hari. Memahami profitabilitas membantu tim melihat bahwa layanan yang baik perlu didukung pengelolaan biaya dan operasi yang cermat. Dengan begitu, peningkatan pendapatan tidak menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan. Bagi pekerja dan calon profesional, pembelajaran lintas fungsi seperti ini dapat memperluas kesiapan karier; bagi pengelola usaha, ia mengingatkan bahwa kompetensi tim turut menentukan daya tahan bisnis.

Kompetisi membuka ruang bagi talenta baru

Kompetensi juga tumbuh lewat praktik dan umpan balik, bukan hanya sesi diskusi. Karena itu, kompetisi Table Setting bertema “Tropical Elegance” dan Mixcraft – Mixology & Crafted Beverage Competition menjadi bagian yang relevan dari kehadiran IFBEC. Ajang tersebut memberi praktisi dan generasi muda kesempatan menunjukkan keterampilan, dari ketelitian dan standar pelayanan dalam penataan meja hingga teknik mixology, inovasi rasa, dan penyajian minuman.

Bagi peserta, kompetisi profesional dapat menjadi ruang menguji kemampuan dan memperlihatkan potensi kepada pelaku industri. Bagi sektor F&B, kegiatan seperti ini mendorong kreativitas sekaligus mengangkat standar kerja. Namun, dampaknya akan lebih berarti jika pengalaman lomba diikuti akses pada sertifikasi, pembinaan, dan peluang kerja. IFBEC menempatkan pengembangan kompetensi serta sertifikasi profesi F&B bersama kompetisi dan talk show dalam rangkaian programnya, sehingga pameran tidak hanya menjadi tempat menampilkan produk, tetapi juga wadah pengembangan tenaga kerja.

Kolaborasi perlu berlanjut setelah pameran

Kekuatan pendekatan IFBEC ada pada upayanya mempertemukan pihak-pihak yang kerap bekerja terpisah: asosiasi, hotel, restoran, pemasok, lembaga sertifikasi, institusi pendidikan, dan talenta muda. Krista InterFOOD menyediakan panggung bersama untuk pertukaran pengetahuan dan pembentukan jejaring, sementara kolaborasi dengan Krista Exhibitions dan mitra industri menopang rangkaian program tersebut. Ketika kebutuhan tenaga kerja berubah seiring perkembangan industri F&B, hubungan semacam ini dapat membantu pendidikan dan pelatihan lebih dekat dengan praktik lapangan.

Pameran yang berlangsung beberapa hari tentu bukan jawaban tunggal atas kebutuhan peningkatan kualitas SDM. Ukuran kontribusinya ada pada tindak lanjut: apakah jejaring berkembang menjadi kemitraan, apakah pembelajaran diterapkan di tempat kerja, dan apakah kesempatan bagi talenta baru bertambah. IFBEC berharap partisipasinya memperluas jaringan profesional, membuka peluang kerja sama, serta berkontribusi pada peningkatan kualitas dan daya saing industri Food & Beverage.

Kesimpulannya, langkah IFBEC di Krista InterFOOD tepat karena menempatkan manusia sejajar dengan inovasi produk dan pertumbuhan usaha. Kompetensi SDM hospitality yang dibangun melalui pelatihan, sertifikasi, pertukaran pengalaman, dan kompetisi akan lebih bernilai bila dijaga sebagai proses berkelanjutan. Pameran memberi momentum; kolaborasi dan penerapan di lapangan yang menentukan hasilnya.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!