Galaxy AI Bukan Lagi Fitur Tambahan, Tapi Cara Baru Pakai Smartphone
Galaxy AI adalah kumpulan fitur kecerdasan buatan di perangkat lipat seri Galaxy Z yang dirancang untuk menyederhanakan tugas sehari-hari seperti mencari informasi, menerjemahkan bahasa, mengedit foto, mengelola jadwal, hingga menemukan konten hiburan relevan, sehingga AI terasa sebagai bagian alami dari pengalaman memakai smartphone, bukan teknologi yang harus dipikirkan rumit oleh pengguna. Tingkat Galaxy AI adoption rate pada Galaxy Z Fold7 dan Z Flip7 melonjak dari 84 persen pada Agustus 2025 menjadi capaian yang jauh lebih tinggi, menandakan bahwa fitur ini sudah masuk kategori kebutuhan, bukan sekadar gimmick. Samsung sendiri menilai bahwa AI di perangkatnya kini berperan penting dalam meningkatkan produktivitas dan mempermudah aktivitas harian pengguna Z Fold7 dan Z Flip7. Itu inti cerita: pengguna percaya karena mereka merasakan manfaat yang konkret, bukan terpesona oleh kata “AI” di materi promosi.

Mengapa Tingkat Adopsi Galaxy AI Begitu Tinggi?
Lonjakan adopsi dari 84 persen menjadi capaian yang lebih tinggi pada lini Z Fold7 dan Z Flip7 tidak terjadi tanpa alasan. Samsung mengisi perangkat ini dengan fitur AI yang menyentuh kebutuhan real: Circle to Search memudahkan mencari informasi visual secara instan, Photo Assist membuat pengeditan foto jadi lebih cepat, sementara Now Brief merangkum informasi penting sepanjang hari sehingga pengguna tidak tenggelam dalam notifikasi. Menurut CU Kim, adopsi Galaxy AI menunjukkan perubahan cara masyarakat memanfaatkan smartphone dalam kehidupan sehari-hari. Artinya, AI bukan lagi alat futuristik yang jarang dipakai, tetapi mesin pemroses “kerja kecil” yang biasanya menyita waktu dan perhatian. Tingkat penggunaan yang tinggi mencerminkan kepercayaan pengguna terhadap implementasi AI di perangkat Samsung, karena fitur-fitur ini terbukti membantu alih-alih mengganggu.
Fokus pada Manfaat Nyata: Strategi Samsung Menjawab Skeptisisme AI
Sentimen publik terhadap AI sedang kritis: orang mempersoalkan pusat data, generasi muda mempertanyakan perlu tidaknya AI generatif. Di tengah suasana ini, Samsung mengambil jalur yang lebih tenang pada Galaxy Z Fold 8 dan Fold 8 Ultra. Alih-alih mengangkat label “Galaxy AI” di mana-mana, perusahaan menyoroti fitur yang terasa langsung berguna. Now Nudge, misalnya, otomatis menampilkan tombol Calendar ketika ada pesan berisi janji temu, membuka kalender dalam Split View tanpa pengguna harus melakukan banyak langkah. My FanCam mempermudah mengedit video dengan mengikuti satu subjek saja. Di balik layar, otomatisasi tugas via Gemini Intelligence mendukung sampai 40 aplikasi, dari belanja sampai pemesanan perjalanan, termasuk bekerja sama dengan Expedia untuk mengatur liburan. Pendekatan bertahap ini menunjukkan Samsung lebih peduli pada pengalaman yang jelas dan bisa dipahami pengguna daripada memamerkan kemampuan AI mentah.

Integrasi Netflix ke Now Brief: AI Jadi Gerbang Ekosistem Hiburan
Langkah menambahkan Now Brief Netflix integrasi memperlihatkan ambisi Samsung membangun ekosistem AI yang terhubung dengan layanan pihak ketiga. Netflix mengumumkan kemitraan untuk membawa integrasi Now Brief ke perangkat lipat seperti Galaxy Z Flip 8, Galaxy Z Fold 8, dan Galaxy Z Fold 8 Ultra. Now Brief di perangkat ini dapat menyarankan film dan acara TV Netflix yang relevan, lalu mengizinkan pengguna melanjutkan tontonan tepat dari titik terakhir hanya dengan mengetuk kartu saran. Fitur Finder di One UI 9.0 pun diperbarui sehingga pencarian judul langsung menampilkan konten Netflix tanpa perlu membuka aplikasinya secara manual. Sebelumnya, Now Brief sudah menarik informasi dari Spotify, WhatsApp, dan YouTube, dan kini integrasi Netflix membuatnya semakin pintar. Samsung diharapkan terus memperluas dukungan ke layanan lain seperti Gmail serta platform streaming audio dan video, menguatkan posisi Galaxy AI sebagai pusat kendali aktivitas digital sehari-hari.
Apa Artinya bagi Masa Depan Galaxy AI di Kawasan Ini?
Pertumbuhan Galaxy AI berjalan seiring meningkatnya penjualan smartphone foldable di kawasan Asia Tenggara dan Oseania. Kombinasi perangkat lipat yang fungsional dengan AI yang terasa praktis membuat pengguna mengubah cara mereka bekerja, belajar, dan menikmati hiburan. Tingkat adopsi yang tinggi bukan sekadar angka; itu bukti bahwa pengguna memberi mandat kepercayaan kepada Samsung untuk mengelola banyak detail digital lewat AI. Dengan strategi yang tidak bombastis tetapi konsisten—memperluas ekosistem seperti lewat integrasi Netflix, menambah otomatisasi tugas, dan menghadirkan fitur halus seperti Now Nudge—Samsung mengirim sinyal jelas ke industri smartphone: era pamer teknologi sudah lewat, yang menang adalah pengalaman yang terasa alami. Jika perusahaan lain terus menumpuk fitur tanpa memikirkan kegunaan, mereka berisiko tertinggal dari pendekatan Galaxy AI Asia Tenggara yang berorientasi manfaat dan kepercayaan pengguna.





