Adopsi AI Konsumen: Dari Eksperimen ke Kebiasaan Sehari-hari
Adopsi AI konsumen adalah tingkat sejauh mana orang memakai teknologi kecerdasan buatan—seperti mesin pencari berbasis AI, computer vision, dan alat generatif—untuk membantu keputusan sehari-hari, mulai dari mencari informasi, berbelanja, hingga memilih dan menilai merek yang mereka percaya. Berdasarkan riset terbaru Kantar, delapan dari sepuluh konsumen di pasar ini sudah mencoba dan menggunakan teknologi AI dalam kehidupan sehari-hari. Ini bukan lagi eksperimen iseng; AI telah menjadi bagian dari rutinitas. Mesin pencari berbasis AI berubah menjadi kanal interaksi penting yang memengaruhi kesadaran merek dan proses pengambilan keputusan produk. Ketika sebagian besar konsumen bertanya dulu ke AI sebelum bertanya ke penjual, peta kekuasaan dalam ekosistem pasar ikut bergeser: merek yang tak muncul di percakapan AI, perlahan menghilang dari radar konsumen.
Gen Z, Wastra Nusantara, dan Cara Baru Menghargai Tradisi
Lonjakan pencarian Wastra Nusantara sebesar 540 persen di Google pada Agustus 2026 adalah sinyal keras bahwa AI mengubah cara Gen Z mengenal tradisi lokal. Fenomena ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti keberhasilan digitalisasi budaya. Teknologi computer vision dan fitur AI Mode membantu Gen Z mengenali motif kain secara instan lewat kamera, sekaligus menjadi konsultan gaya yang memadupadankan wastra dengan busana modern. Kata kunci spesifik seperti "kebaya butter yellow hijab" dan "kebaya terakota tua" mencapai status breakout, menunjukkan eksplorasi gaya yang sangat terarah dan dibantu algoritma. Memperingati HUT ke-81 RI, teknologi tidak lagi sekadar alat dokumentasi, tetapi mesin penggerak yang membawa tenun dan batik ke ekosistem gaya hidup digital. Tradisi yang dulu dianggap kuno kini muncul di layar ponsel sebagai inspirasi outfit harian—lahirlah tren "Wastra Daily".

Perilaku Belanja Berubah: AI Jadi Pintu Masuk Merek
Transformasi perilaku konsumen tidak lagi linear dari iklan ke toko; kini dimulai dari prompt ke AI. Perkembangan teknologi mesin pencari berbasis AI bergeser menjadi kanal interaksi penting yang memengaruhi tingkat kesadaran merek serta proses pengambilan keputusan dalam memilih produk. Artinya, AI tidak hanya dipakai untuk mencari informasi, tetapi sudah ikut menentukan merek apa yang dikenali dan produk apa yang akhirnya dibeli. Forum Onward 2026 memetakan perubahan perjalanan pembelian dari pasar konvensional menuju ekosistem digital, melalui diskusi panel dan breakout session yang membedah consumer journey baru ini. Ketika rekomendasi produk muncul dalam bentuk jawaban AI, bukan lagi daftar panjang iklan, merek harus bertarung agar masuk ke shortlist algoritma. Di titik ini, transformasi perilaku konsumen menjadi ujian ketahanan strategi pemasaran, bukan sekadar ujian kreativitas konten.
Merek Lokal vs AI: Diferensiasi atau Tergilas Algoritma
Pertanyaan besar bagi merek lokal bukan lagi apakah harus memakai AI, tetapi apakah mereka bisa tetap berarti dalam percakapan yang dimediasi AI. Menurut Kantar, merek yang memiliki diferensiasi kuat memiliki peluang tumbuh hingga dua kali lebih besar dibandingkan kompetitor. Di tengah lonjakan adopsi AI, sekadar hadir di kanal digital tidak cukup; merek harus punya cerita, fungsi, atau nilai yang jelas berbeda. Perubahan perilaku konsumen akibat AI memaksa merek untuk mempertahankan relevansi dan kepercayaan melalui kombinasi meaning dan difference. Konsep Meaningful Difference bukan jargon kosong: ketika orang bertanya ke AI tentang paket data, misalnya, hanya merek yang dianggap penting dan unik yang akan direkomendasikan berulang. Contoh nyata, sebuah merek telekomunikasi besar tercatat berada di peringkat ke-10 merek paling bernilai di Asia Tenggara dengan kenaikan nilai merek 3 persen.
Peran Forum Onward 2026 dan Arah Berikutnya
Forum Onward by Kantar: Shape the Future, Together digelar untuk mempertemukan pemimpin perusahaan, pemasar, dan pelaku industri dalam membahas strategi adaptasi di tengah perubahan ekonomi dan teknologi. Ajandanya jelas: berbagi data, insight, dan pengalaman tentang perubahan pasar serta perjalanan konsumen dari offline ke ekosistem digital. Forum non-komersial ini ditutup dengan penekanan pada pentingnya integrasi data riset konsumen ke dalam keputusan strategis perusahaan, bukan hanya sebagai laporan pelengkap. Kantar berencana terus menyajikan laporan analisis berkala mengenai ekosistem digital dan perilaku konsumen untuk membantu pelaku bisnis menciptakan strategi pertumbuhan yang tangguh dan responsif. Intinya, era AI menuntut dua hal sekaligus: keberanian menguji strategi baru, dan disiplin untuk selalu kembali ke data. Merek yang mengabaikan salah satunya akan kesulitan bertahan di lanskap yang dikendalikan algoritma.






