Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Kunjungan Putri Victoria: Momentum Diplomasi Wisata Lombok

Kunjungan Putri Victoria: Momentum Diplomasi Wisata Lombok
Minat|Destinasi Luar Negeri

Dari Tenun Sasak ke Ekonomi Biru: Mengapa Kunjungan Ini Penting

Kunjungan Putri Victoria Lombok adalah rangkaian aktivitas diplomatik pewaris takhta Swedia yang menghabiskan tiga hari di Nusa Tenggara Barat untuk melihat pemulihan pascagempa, proyek ekonomi biru, serta penguatan infrastruktur lokal, sambil membuka ruang kerja sama Swedia Indonesia di bidang pariwisata dan pembangunan berkelanjutan. Kunjungan Yang Mulia Putri Mahkota Swedia, Victoria Ingrid Alice Desiree, dimulai saat ia tiba di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid dan disambut langsung oleh Gubernur NTB dengan pengalungan tenun Sasak dan minuman rempah khas Lombok. Di balik seremoni hangat itu, NTB dengan sadar menggunakan diplomasi wisata: budaya, kuliner, dan keramahan ditampilkan sebagai kartu nama daerah kepada dunia. Sikap ini tepat, karena wisata Lombok internasional bertumpu bukan hanya pada pantai dan gunung, tetapi pada pengalaman lokal yang autentik, yang pada kunjungan kali ini diperlihatkan dengan detail dan rasa percaya diri.

Kunjungan Putri Victoria: Momentum Diplomasi Wisata Lombok

Tiga Hari yang Menegaskan Lombok sebagai Laboratorium Pembangunan Berkelanjutan

Selama tiga hari, 5 hingga 7 September, Putri Mahkota Swedia Victoria Ingrid Alice Desiree berada di NTB dalam kapasitasnya sebagai Goodwill Ambassador UNDP. Agenda kunjungan tidak sekadar seremoni; ia diajak meninjau lokasi-lokasi yang memiliki potensi kerja sama antara NTB, Swedia, dan UNDP, mulai dari pemulihan pascagempa, kesehatan, hingga ekonomi biru. Lombok dipilih karena memiliki rekam jejak kerja sama pemulihan pascagempa, termasuk pembangunan kembali sektor pendidikan di SMKN 1 Pemenang dan layanan kesehatan di Puskesmas Pemenang setelah gempa 2018. Ini bukan kunjungan simbolik, melainkan semacam audit lapangan atas praktik pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal. Di sinilah pariwisata NTB mendapat nilai tambah: destinasi ini tidak hanya menawarkan pemandangan, tetapi juga narasi ketangguhan dan inovasi kebijakan, yang sangat relevan bagi wisatawan Eropa yang makin sensitif terhadap isu keberlanjutan.

Kunjungan Putri Victoria: Momentum Diplomasi Wisata Lombok

Desa Sajang: Bukti Nyata Kerja Sama Swedia Indonesia Mengubah Hidup Petani

Dampak paling konkret dari kerja sama Swedia Indonesia melalui UNDP tampak di Desa Sajang, Sembalun, Lombok Timur. Di sini, Putri Victoria turun langsung menyapa petani dan mendengar kisah pemulihan pertanian pascabencana. Melalui dukungan program UNDP, jaringan irigasi sepanjang 450 meter di dua titik desa berhasil direnovasi total, memperpanjang masa tanam petani sayur di lereng Rinjani. Sebelum ada bantuan irigasi, para petani hanya bisa menanam lima sampai enam bulan; sekarang aliran air stabil dan efisiensi pasokan air bersih dirasakan puluhan kepala keluarga. Ini adalah diplomasi wisata yang berbeda: bukan promosi pantai, tetapi promosi model pembangunan desa tahan bencana. Bagi calon mitra dari Eropa, contoh seperti Sajang jauh lebih meyakinkan daripada brosur, karena menunjukkan bahwa investasi di infrastruktur lokal betul-betul mengubah kehidupan warga, sekaligus menjaga lanskap agraris yang menjadi bagian dari daya tarik wisata Lombok internasional.

Ekonomi Biru dan Pariwisata NTB: Peluang Kolaborasi Strategis dengan Swedia

Kunjungan Putri Victoria juga diarahkan untuk melihat langsung pengembangan ekonomi biru di NTB: perlindungan ekosistem pesisir, program asuransi terumbu karang, dan sinergi pengelolaan pariwisata bahari dengan pelestarian lingkungan laut. Ini membuka ruang konkret bagi kerja sama Swedia Indonesia di sektor pariwisata berkelanjutan. Swedia punya tradisi kuat dalam desain ramah lingkungan dan manajemen kawasan wisata; Lombok punya potensi bahari dan budaya yang kaya. Menggabungkan keduanya berarti memberi nilai tambah pada pariwisata NTB, menjadikannya contoh diplomasi wisata yang mengutamakan keberlanjutan daripada eksploitasi berlebihan. Menariknya, pemerintah provinsi sudah berkomitmen memperluas proyek infrastruktur pendukung pertanian berbasis komunitas di wilayah kepulauan, sebuah skema yang dinilai ampuh menjaga stabilitas pangan secara berkelanjutan. Jika komitmen ini diperluas ke sektor pariwisata, Lombok dapat tampil sebagai destinasi yang menyeimbangkan kebutuhan wisatawan dan daya dukung lingkungan.

Visibilitas Eropa dan Masa Depan Diplomasi Wisata Lombok

Kehadiran pewaris takhta Swedia otomatis mengangkat profil Lombok di mata publik Eropa, apalagi kedatangannya menambah deretan tamu internasional, termasuk sebelas duta besar negara sahabat yang sebelumnya telah berkunjung ke NTB. Gubernur NTB secara terang menyebut bahwa momen ini adalah kesempatan mengenalkan NTB ke dunia. Dari pengalungan tenun Sasak hingga secangkir minuman herbal berbasis 11 jenis rempah, Lombok sengaja menampilkan diri sebagai “Surga Rempah-Rempah” yang ramah dan berkarakter. Itu langkah tepat dalam diplomasi wisata: memanfaatkan kunjungan kenegaraan sebagai etalase budaya dan kesiapan menyambut wisatawan. Tantangannya, NTB tidak boleh berhenti pada seremoni. Kunjungan ini seharusnya ditindaklanjuti dengan agenda jelas: paket wisata berkelanjutan untuk pasar Eropa, skema investasi infrastruktur lokal, dan program pertukaran pengetahuan tentang ekonomi biru. Jika itu diwujudkan, kunjungan Putri Victoria akan tercatat bukan hanya sebagai berita, tetapi sebagai titik balik strategi wisata Lombok internasional.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!