Dari buku pelajaran ke bentang alam
Geopark adalah kawasan yang menghubungkan warisan geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya setempat, sehingga bentang alam dapat dipelajari sebagai ruang hidup, bukan sekadar latar wisata bagi masyarakat. Prinsip itu terasa dalam wisata edukasi geopark yang diikuti 30 siswa SMP di Kabupaten Banjarnegara dengan menjelajahi Geopark Nasional Dieng. Mereka mengunjungi Kawah Sikidang, Kawah Candradimuka, Telaga Dringo, dan Kompleks Candi Arjuna. Pemandu menjelaskan geologi, aktivitas vulkanik, panas bumi, dan ekosistem dataran tinggi; di kompleks candi, siswa mempelajari sejarah serta peninggalan budaya. Mereka juga mengenal carica, purwaceng, dan domba Batur sebagai bagian dari potensi masyarakat setempat. Pembelajaran geologi interaktif seperti ini memberi konteks pada istilah yang mungkin sebelumnya hanya dibaca di buku. Seorang peserta, Brilliant Fatimatuzzahra dari SMP Negeri 1 Karangkobar, mengatakan materi lebih mudah dipahami saat ia melihat langsung objek yang dipelajari.

Proyek lingkungan membuat ilmu berujung pada tindakan
Kunjungan lapangan akan lebih bermakna jika berlanjut menjadi kebiasaan merawat lingkungan. Di Purworejo, SMPN 15 menggandeng SMAN 1 Purworejo dalam projek kokurikuler berbasis pembelajaran berbasis proyek, “Pelajar Penjaga Bumi”, selama 16–22 Oktober 2026. Kepala sekolah Nurhayati menyebut tujuannya membekali siswa dengan pemahaman isu lingkungan sekaligus keterampilan memanfaatkan potensi lokal secara berkelanjutan. Siswa membahas pemanasan global, sampah, kerusakan hutan, banjir, dan kekeringan, lalu mempelajari reboisasi, konservasi air dan energi, serta pemeliharaan ekosistem sungai. Bersama Tim Adiwiyata SMA, mereka mempraktikkan pengurangan sampah, budidaya jamur dan maggot, pembuatan kompos, serta pengolahan sabun sereh dan sabun ramah lingkungan. Mereka juga membuat briket dari batok kelapa. Proses merancang dan menghasilkan karya melatih kerja sama, pemecahan masalah, ketelitian, dan tanggung jawab—bekal yang tak lahir dari teori semata.

Literasi sains perlu tumbuh bersama kepedulian
Dua pendekatan ini menunjukkan bahwa literasi sains siswa SMP bukan hanya soal mengenali istilah geologi atau lingkungan, melainkan memahami hubungan antara alam, budaya, dan pilihan manusia. Penetapan Dieng sebagai Geopark Nasional pada Maret 2025 mendorong pengelola memperluas pengenalan kawasan melalui pendidikan dan kunjungan lapangan, menurut Sri Utami.






