Konser yang Ditunggu dan Mengubah Harapan Jadi Kenyataan
Konser BABYMONSTER Jakarta adalah pertunjukan tur dunia bertajuk 2026–27 BABYMONSTER WORLD TOUR [춤 (CHOOM)] IN JAKARTA yang menghadirkan enam member di Indonesia Arena pada 17 Oktober 2026, menjadi ajang pertemuan langsung antara grup dan Monstiez yang selama ini hanya menyaksikan mereka lewat layar. Penampilan BABYMONSTER di Jakarta sudah lama ditunggu penggemar K-pop pada Oktober 2026, dan sejak lampu arena padam hingga intro pertama menggelegar, terasa jelas bahwa ini bukan sekadar konser, melainkan perayaan perjalanan panjang mimpi yang pelan-pelan terwujud. Bagi Monstiez Jakarta 2026, momen ini adalah jawaban atas penantian bertahun-tahun sejak masa pre-debut, ketika tujuh remaja ini masih berjuang di ruang latihan dan panggung besar hanya ada di kepala mereka.

Kepeleset Lidah Ahyeon dan Tawa Rora: Saat Panggung Jadi Ruang Guyon
Yang membuat konser BABYMONSTER Jakarta terasa hidup adalah momen-momen tidak terduga yang lahir dari interaksi member BABYMONSTER interaksi langsung dengan Monstiez. Ahyeon sempat kepeleset lidah saat membawakan “Problem”, lalu menghentikan suasana, meminta musik dikembalikan ke irama semula, dan meminta maaf sebelum melanjutkan dengan energi penuh sambil bertanya, “Kalian siap, Jakarta?” Alih-alih merusak penampilan, kesalahan kecil itu mengubah panggung menjadi ruang yang lebih manusiawi dan hangat. Di sisi lain, Rora yang berniat menampilkan tawa “psycho” saat “PSYCHO” malah pecah tawa receh setelah mendengar seorang fanboy berteriak “Hahahaha!” dari arah penonton. Momen spontan ini memicu gelombang tawa di tribun dan menunjukkan bahwa momen konser berkesan tidak selalu datang dari koreografi sempurna, tetapi dari reaksi jujur di atas panggung.
Bahasa Lokal, Live Band, dan Enam Member yang Mengisi Kekosongan
Daya tarik utama konser BABYMONSTER Jakarta bukan hanya setlist padat, tetapi cara keenam member membangun kedekatan dengan Monstiez lewat bahasa lokal dan performa BABYMONSTER live yang matang. Sepanjang konser, mereka menyelipkan interaksi menggunakan bahasa Indonesia, membuat penonton merasa diajak bicara, bukan sekadar ditonton dari jauh. Lagu-lagu andalan seperti “We Go Up”, “CHOOM”, “CLIK CLAK”, “SHEESH”, “PSYCHO”, hingga “SUGAR HONEY ICE TEA” dibawakan dengan iringan live band yang memberi nuansa musik lebih bertenaga dan berbeda dari versi digital. Konser ini menampilkan formasi enam member—Ahyeon, Chiquita, Rora, Asa, Pharita, dan Ruka—yang berusaha menutup kekosongan Rami yang masih harus beristirahat karena masalah kesehatan sekitar satu tahun. Meski tampil berenam, energi panggung tetap terjaga, tetapi kerinduan melihat mereka kembali bertujuh terasa jelas di udara.
Puncak Emosional di “DREAM” dan Arti Konser bagi Monstiez
Bagian paling menyentuh dari konser BABYMONSTER Jakarta datang saat intro “DREAM” mengalun—lagu pre-debut yang bagi banyak penggemar adalah pengingat masa trainee penuh ketidakpastian. Ketika chorus terdengar dan suara ribuan penonton menyatu dengan vokal para member, banyak yang tak kuasa menahan air mata, karena terasa seperti melihat kilas balik perjuangan mereka dari ruang latihan kecil menuju arena raksasa. BABYMONSTER resmi debut sebagai tujuh anggota lewat EP BABYMONS7ER pada 1 April 2024, dan “DREAM” di malam itu terasa seperti jembatan antara masa lalu dan masa kini. Bagi Monstiez Jakarta 2026, konser ini relevan bukan hanya sebagai hiburan, tetapi sebagai pengingat bahwa mimpi butuh waktu dan dukungan kolektif. Pada akhirnya, pengalaman menonton konser bukan cuma soal penampilan artis di atas panggung, tetapi tentang rasa yang dibawa pulang setelah lampu arena kembali menyala.






