Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Angkutan Barang Kereta Api Tumbuh 16 Persen, Strategi Baru Logistik Rail

Angkutan Barang Kereta Api Tumbuh 16 Persen, Strategi Baru Logistik Rail
Minat|Asia Tenggara

Angkutan Barang Kereta Api: Bukan Lagi Pelengkap, Tapi Tulang Punggung

Angkutan barang kereta api adalah sistem pengiriman komoditas dalam volume besar menggunakan jaringan rel yang terjadwal, terhubung dengan gudang, pelabuhan, dan moda darat lain, sehingga membentuk tulang punggung pengiriman terintegrasi yang menekan biaya dan meningkatkan efisiensi rantai pasok nasional. Pertumbuhan cargo rail bukan sekadar angka; ini sinyal bahwa strategi logistik sedang bergeser dari dominasi truk menuju kombinasi rel–jalan yang lebih efisien. PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat volume angkutan barang 550.162 ton sepanjang Januari–Agustus dengan pertumbuhan 16 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Lonjakan ini menunjukkan pelaku usaha mulai menilai rel sebagai solusi realistis menghadapi kemacetan jalan dan ketidakpastian cuaca. Jika tren ini dikelola dengan serius, struktur biaya logistik logistik bisa berubah permanen, menguntungkan produsen sekaligus konsumen.

Angkutan Barang Kereta Api Tumbuh 16 Persen, Strategi Baru Logistik Rail

Sumut dan Cirebon: Dua Laboratorium Efisiensi Rantai Pasok Berbasis Rel

Sumatera Utara dan Cirebon memberi gambaran bagaimana angkutan barang kereta api mengubah peta distribusi regional. Di Sumut, volume bulanan Agustus mencapai 81.561 ton, melesat 41 persen dibanding Agustus tahun sebelumnya, sekaligus memperkuat koneksi antara pusat industri, perkebunan, pergudangan, dan pelabuhan secara terintegrasi. Ini bukan hanya soal naiknya tonase, tetapi bukti bahwa efisiensi rantai pasok berbasis rel mulai dirasakan pelaku usaha. Di koridor Jawa, Daop 3 Cirebon tampil sebagai raksasa baru: 24,24 ribu ton barang diangkut pada Juli, menyumbang 90,58 persen dari total 26,76 ribu ton angkutan barang Jawa Barat dan jauh melampaui Daop 2 Bandung. Angkutan retail di jaringan ini mencapai 146.617 ton pada Januari–Juli, naik 3,59 persen dibanding tahun sebelumnya dan 19,59 persen dibanding dua tahun lalu.

Angkutan Barang Kereta Api Tumbuh 16 Persen, Strategi Baru Logistik Rail

KALOG Express: Saat Retail dan First-Mile Ikut Naik Kereta

Pertumbuhan cargo rail tidak akan berumur panjang jika tak menyentuh pengiriman retail. Di sinilah logistik KAI Logistics memainkan kartu penting lewat KALOG Express. Pada Agustus, layanan ini menangani 8.369 ton atau lebih dari 310 ribu paket, naik sekitar 30 persen dibanding rata-rata volume bulanan semester pertama dan menjadi capaian tertinggi sepanjang tahun berjalan. Pengiriman didominasi 269.449 paket, disusul 20.165 sepeda motor dan 15.968 hewan peliharaan, dengan momentum libur nasional yang memicu lonjakan mobilitas masyarakat dan kebutuhan pengiriman kendaraan. Menurut manajemen, pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan logistik yang aman, andal, dan terkoneksi antarwilayah. Dengan mengintegrasikan jaringan kereta api dengan layanan first mile dan last mile, KAI Logistik secara eksplisit mengejar pengiriman terintegrasi, bukan sekadar menjual ruang gerbong kosong.

Angkutan Barang Kereta Api Tumbuh 16 Persen, Strategi Baru Logistik Rail

Banyuwangi–Jakarta: Diversifikasi Kargo ke Ternak dan Pertanian

Langkah paling menarik dari strategi logistik rail saat ini adalah keberanian keluar dari komoditas klasik seperti semen atau kontainer dan masuk ke sektor pangan. PT KAI Logistik membuka layanan baru pengiriman hewan ternak, terutama sapi, serta hasil pertanian dari Banyuwangi ke Jakarta. Dua stasiun yang menjadi titik muat adalah Argopuro di Kecamatan Kalipuro dan Kalisetail di Kecamatan Sempu sebagai pintu keluar komoditas menuju pusat permintaan di Jakarta. Pemerintah daerah menyebut pengiriman ternak dan hasil pertanian dengan kereta membuat perjalanan lebih cepat dan tepat waktu, sehingga memudahkan peternak dan petani dalam menjangkau pasar lebih luas. Ini sebetulnya menghidupkan kembali tradisi angkutan ternak dan pertanian berbasis rel yang sempat berhenti sejak awal 2000-an, kali ini dengan ambisi memperlancar alur barang dari daerah surplus menuju kota besar.

Menuju Ekosistem Pengiriman Terintegrasi dan Tantangan Berikutnya

Semua contoh di atas mengarah pada satu kesimpulan: angkutan barang kereta api sedang bertransformasi menjadi platform pengiriman terintegrasi, bukan sekadar moda alternatif. Di Sumut, efisiensi rantai pasok melalui kereta api disebut sebagai kunci untuk menekan biaya logistik nasional yang masih sekitar 14,29 persen dari PDB, dengan harapan berimbas pada stabilitas harga di tingkat konsumen. Infrastruktur rel sendiri diakui mampu mendukung efisiensi transportasi, memperkuat ketahanan rantai pasok, dan menurunkan tekanan biaya serta emisi distribusi. Tantangannya, pengembangan angkutan retail selanjutnya harus digerakkan lewat kolaborasi dengan perusahaan logistik lain, pelaku usaha, kawasan industri, dan berbagai pemangku kepentingan, termasuk konsolidasi barang dan kepastian jadwal. KAI Logistik sudah menyatakan bahwa ke depan mereka tidak hanya mengejar volume, tetapi juga pengalaman layanan yang semakin terintegrasi bagi pelanggan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!