Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

MotoGP Mandalika Hasilkan Dampak Ekonomi Rp5 Triliun

MotoGP Mandalika Hasilkan Dampak Ekonomi Rp5 Triliun
Minat|Destinasi Luar Negeri

MotoGP Mandalika: Dari Ajang Balap Menjadi Mesin Ekonomi Daerah

MotoGP Mandalika adalah ajang balap motor kelas dunia yang diselenggarakan di Sirkuit Mandalika, Lombok, dan berkembang menjadi ikon pariwisata olahraga internasional yang mampu menggerakkan sektor pariwisata, membuka peluang usaha bagi masyarakat lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui efek multiplikator yang menjangkau berbagai lapisan pelaku ekonomi. MotoGP Mandalika dampak ekonomi bukan lagi sekadar angka di atas kertas, tetapi terasa nyata di kantong warga NTB. Menpora Erick Thohir menegaskan bahwa event ini "membantu ekonomi daerah" dengan menghidupkan aktivitas pariwisata dan usaha masyarakat. Ketika sebuah event tourism Indonesia mampu menghubungkan lintasan balap dengan warung makan, homestay, dan jasa transportasi lokal, kita sedang menyaksikan transformasi destinasi dari kawasan sepi menjadi ekosistem ekonomi yang hidup. Pertanyaannya bukan lagi apakah event olahraga internasional bermanfaat, melainkan bagaimana memastikan manfaatnya merata dan berkelanjutan.

Angka Penonton dan Rp5 Triliun: Mengurai Efek Pengganda

MotoGP Mandalika 2026 mencatat rekor 157.875 penonton dalam tiga hari, naik dari 140.324 penonton pada edisi sebelumnya. Data Dorna menunjukkan 39.510 penonton di hari pertama, 53.296 di hari kedua, dan memuncak 65.069 di hari ketiga. Lebih dari 150 ribu penonton ini diproyeksikan mengguncang ekonomi hingga Rp5 triliun, menjadikan Mandalika contoh konkret bagaimana pariwisata olahraga internasional menciptakan efek pengganda yang kuat. Menurut Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, capaian tersebut mengukuhkan posisi negeri ini sebagai destinasi sport tourism di tingkat global. Angka Rp5 triliun bukan muncul dari satu pos belanja, melainkan akumulasi tiket, akomodasi, transportasi, konsumsi, dan belanja di UMKM. Kajian Kementerian PPN/Bappenas sebelumnya bahkan sudah memperkirakan dampak ekonomi nasional MotoGP berada di kisaran Rp2,7 triliun hingga Rp4,7 triliun, sehingga lonjakan proyeksi terbaru menunjukkan eskalasi daya tarik dan kapasitas ekonomi event tourism Indonesia.

UMKM, Pariwisata, dan Turunnya Kemiskinan di NTB

Dampak MotoGP Mandalika terhadap pertumbuhan ekonomi daerah NTB terlihat paling jelas di level akar rumput. Ajang balap motor kelas dunia ini dinilai mampu menggerakkan sektor pariwisata dan membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat. Kehadiran penonton dari berbagai daerah membuka ruang bagi pelaku usaha lokal—dari pengelola homestay, sopir sewaan, pedagang kaki lima, hingga pengrajin suvenir—untuk menikmati lonjakan omzet yang jarang terjadi di hari biasa. Perhotelan, transportasi, kuliner, dan UMKM ikut merasakan dampak langsung dari kedatangan wisatawan. Menpora Erick Thohir bahkan mengaitkan geliat ini dengan laporan Gubernur NTB tentang penurunan angka kemiskinan di provinsi tersebut, menjadikan MotoGP Mandalika sebagai salah satu katalis pertumbuhan ekonomi daerah NTB. Di sini terlihat bahwa pariwisata olahraga internasional bukan hanya panggung hiburan, melainkan instrumen kebijakan ekonomi yang efektif ketika disertai akses bagi UMKM lokal untuk terlibat penuh.

Membangun Sport Tourism Berkelanjutan, Bukan Sekadar Pesta Tiga Hari

Keberhasilan MotoGP Mandalika tidak boleh berhenti di garis finish. Pemerintah menyadari hal ini dan berupaya memperluas manfaat ajang agar tidak padam ketika kompetisi usai. Kementerian Pariwisata akan memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga serta pemangku kepentingan lain untuk menjaga momentum kebangkitan ekonomi. Tren peningkatan jumlah penonton selama empat tahun penyelenggaraan menunjukkan bahwa Mandalika telah naik kelas dari sirkuit tepi pantai menjadi mahakarya sport tourism yang diperhitungkan dunia. Namun, agar event tourism Indonesia benar-benar berkelanjutan, kebijakan harus bergeser dari sekadar menarik massa menuju memperkuat kapasitas lokal: pelatihan UMKM, perbaikan infrastruktur, dan tata ruang yang melindungi lingkungan. MotoGP Mandalika dampak ekonomi yang besar adalah bukti bahwa strategi ini layak diteruskan. Kesimpulannya, masa depan NTB sebagai destinasi tidak ditentukan oleh satu musim balap, melainkan oleh kemampuan mengubah setiap musim menjadi peluang ekonomi yang inklusif dan berulang.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!