Dari kebutuhan warga menjadi jaringan empat outlet
Agen BRILink adalah mitra layanan perbankan berbasis komunitas yang memungkinkan warga melakukan transaksi formal lebih dekat dengan rumah dan tempat usaha, tanpa selalu mendatangi kantor bank. Kisah Rahmi memperlihatkan bahwa infrastruktur keuangan seperti ini bisa tumbuh dari usaha lokal, bukan hanya dari gedung bank. Ia memulai usaha konter pulsa pada 2017, lalu melihat kebutuhan warga akan transaksi yang praktis dan mudah dijangkau. Dari kebutuhan itu, ia bergabung sebagai BRILink Agen Fillio dan mengembangkan usahanya menjadi empat outlet di Dumai, Riau. Perubahan tersebut penting bukan semata karena jumlah outlet bertambah. Kehadiran agen di tengah lingkungan warga memberi pilihan layanan perbankan lokal yang lebih dekat bagi pedagang dan masyarakat yang harus menjaga waktu untuk bekerja. Rahmi merangkum perkembangan usahanya: “Kini, usaha saya alhamdulillah telah berkembang hingga memiliki empat outlet yang melayani beragam kebutuhan masyarakat seperti kirim uang dan bayar tagihan.”

Transaksi kecil yang menjaga roda perdagangan
Nilai BRILink Agen Fillio terlihat dalam rutinitas yang kerap luput dari perhatian: pedagang perlu membayar pemasok agar stok dagangan tetap tersedia, sementara warga membutuhkan cara praktis untuk mengirim uang atau membayar tagihan. Melalui outlet Rahmi, transaksi semacam itu bisa dilakukan tanpa perjalanan jauh ke kantor bank. Ketika pembayaran kepada mitra bisnis lebih mudah, pengadaan barang dapat berjalan lancar dan pedagang punya peluang lebih baik untuk memenuhi permintaan konsumen. Inilah hubungan konkret antara inklusi keuangan UMKM dan perputaran ekonomi setempat: akses transaksi yang sederhana membantu usaha kecil menjalankan kebutuhan hariannya. Namun, akses bukan hanya soal lokasi. Rahmi meminta staf melayani pelanggan lanjut usia dengan sabar dan menjelaskan proses sampai dipahami, terutama bagi mereka yang belum terbiasa dengan layanan digital. Pendampingan seperti ini membangun kepercayaan dan mencegah layanan formal terasa jauh atau sulit digunakan.
Jaringan besar, dampak yang dibangun dari dekat
Pada akhir September 2026, jaringan BRILink telah melampaui satu juta agen, menjangkau lebih dari 60 ribu desa atau sekitar 80 persen desa, serta melayani sekitar 750 juta transaksi dengan volume Rp1.270 triliun. Skala ini menunjukkan jangkauan model agen, tetapi angka nasional baru bermakna ketika diterjemahkan menjadi kemudahan yang dirasakan warga. Di Dumai, empat outlet Rahmi menjadi contoh bagaimana jaringan tersebut menghubungkan layanan formal dengan kebutuhan pedagang, pelaku UMKM, dan pelanggan yang belum terbiasa bertransaksi digital. Momentum Bulan Inklusi Keuangan pada Oktober 2026 juga mengingatkan bahwa akses perlu disertai pemahaman dan pelayanan yang bisa dipercaya. Karena itu, model BRILink Agen Fillio layak dinilai bukan hanya sebagai saluran transaksi, melainkan sebagai penghubung ekonomi setempat. Kesimpulannya jelas: ketika agen lokal dekat, sabar, dan dipercaya, perbankan lebih mudah dijangkau, sementara usaha kecil dapat menjaga transaksi yang menopang aktivitas mereka.






