Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Kwon Eun-bi, DEJAVU, dan Misi Reuni 10 Tahun IZ*ONE

Kwon Eun-bi, DEJAVU, dan Misi Reuni 10 Tahun IZ*ONE
Minat|Penyanyi/Band Pop

Babak Kedua Kwon Eun-bi: Definisi Karier Solo yang Tetap Membawa Nama IZ*ONE

Topik utama artikel ini adalah bagaimana Kwon Eun-bi membangun momentum comeback solonya lewat singel DEJAVU bersama label RBW, sekaligus terang-terangan berkomitmen mendorong reuni IZ*ONE pada perayaan 10 tahun debut, sehingga karier individualnya tetap terikat kuat pada identitas kolektif grup proyek yang membesarkan namanya.

Kwon Eun-bi saat ini berdiri di titik yang jarang dicapai mantan leader sebuah grup proyek: ia memulai babak baru solo, tetapi tidak menjauh dari bayang-bayang IZ*ONE, malah memeliharanya. Penyanyi K-pop ini resmi memasuki fase kedua kariernya setelah berpindah dari Woollim Entertainment ke agensi RBW, rumah bagi Mamamoo dan Onewe. Peralihan ini bukan langkah impulsif, melainkan hasil diskusi mendalam dengan manajemen baru mengenai arah musik dan jangka panjang kariernya. Momentum Kwon Eun-bi comeback yang sedang bergulir jelas tidak hanya tentang satu rilisan digital; ini tentang reposisi dirinya sebagai artis yang mapan sekaligus penjaga warisan sebuah grup yang sudah bubar.

Kwon Eun-bi, DEJAVU, dan Misi Reuni 10 Tahun IZ*ONE

DEJAVU di Bawah RBW: Strategi Menata Ulang Citra Musik dan Identitas Solo

Singel digital DEJAVU yang dirilis setelah ia bergabung dengan RBW menjadi penanda paling konkret bahwa Kwon Eun-bi tidak puas berjalan di tempat. Karya ini hadir sekitar satu tahun empat bulan setelah rilisan musik terakhirnya, jeda yang panjang untuk ukuran industri K-pop, tetapi justru menunjukkan keberanian untuk mengosongkan ruang sebelum memulai fase baru. Di sini, ia memilih genre disco-pop dengan nuansa lebih ringan, meninggalkan karakter lagu bernada tinggi dan koreografi intens yang dulu melekat kuat pada dirinya.

Pilihan estetika DEJAVU terasa seperti pernyataan: Eun-bi ingin dikenang bukan hanya sebagai mantan leader IZ*ONE yang piawai menyanyikan hook intens, tetapi sebagai vokalis yang nyaman menampilkan sisi lebih natural dan fokus pada kualitas suara. Setelah dikenal lewat panggung-panggung festival musim panas seperti WATERBOMB dengan imej energik, ia tampak sengaja menggeser sorotan dari tubuh yang menari tanpa henti menuju suara yang matang. Dalam konteks Kwon Eun-bi comeback, DEJAVU di bawah label RBW adalah reposisi identitas: bukan meninggalkan masa lalu, melainkan mengembangkan spektrum warna musik yang ia bawa sejak era IZ*ONE.

Tekad Reuni IZ*ONE 10 Tahun: Dari Inspirasi I.O.I Menuju Janji ke Penggemar

Jika DEJAVU memperlihatkan ambisi pribadi Eun-bi, pembicaraannya tentang reuni IZ*ONE menegaskan bahwa ia tidak memutus tali emosional dengan grup proyek yang melahirkannya. Dalam wawancara eksklusif jelang comeback solo pada Senin, 31 Agustus 2026, ia mengakui sudah membahas reuni bersama para mantan anggota lain, termasuk Jo Yuri, Choi Yena, Kim Chaewon, Kim Minju, Honda Hitomi, dan Yabuki Nako. Foto-foto pertemuan mereka belakangan ini memicu harapan fans, tetapi Eun-bi melangkah lebih jauh: ia mengartikulasikan keinginan itu sebagai rencana nyata.

Kwon Eun-bi menyebut reuni I.O.I untuk ulang tahun debut ke-10 sebagai alasan kuat bahwa K-pop group reunion bukan lagi angan-angan muluk. "Aku baru-baru ini melihat para senior I.O.I reuni dan melakukan promosi, dan itu sangat indah dan menyenangkan," tuturnya, sebelum menjelaskan bahwa momen tersebut mendorongnya berbicara dengan para anggota IZ*ONE tentang merayakan ulang tahun ke-10 grup dan keyakinan bahwa mereka akan tampil baik jika bersatu lagi di satu panggung. Ia bahkan menegaskan bahwa mereka berharap bisa mewujudkannya bertepatan dengan hari jadi grup mendatang. Dalam kalimat-kalimat ini, tersimpan sebuah janji tak langsung kepada WIZ*ONE: bahwa warisan IZ*ONE layak mendapatkan babak perayaan, bukan sekadar kenangan.

Identitas Kolektif yang Tak Padam: Karier Solo Sebagai Perpanjangan Warisan Grup

Perjalanan karier Kwon Eun-bi yang ia analogikan ke dua fase—fase mencari jati diri di bawah Woollim dan fase baru di RBW—menunjukkan dinamika unik seorang idol yang tidak ingin memutus identitas kolektif meski grupnya sudah bubar. Di satu sisi, ia membangun signature musik baru lewat singel DEJAVU RBW dan berusaha keluar dari stereotip leader yang hanya kuat di koreografi intens. Di sisi lain, ia secara konsisten menyebut IZ*ONE, membahas peluang reuni bersama para mantan anggota, dan menjadikan ulang tahun ke-10 sebagai titik temu antara nostalgia dan masa depan.

Yang menarik, ambisi Eun-bi tidak terbatas pada panggung. Ia menempatkan kesehatan mental dan fisik sebagai prioritas utama agar dapat terus berkarya panjang. Sikap ini mengirim pesan penting: reuni yang ia bayangkan bukan sekadar satu proyek spektakuler, melainkan pertemuan para artis yang sudah tumbuh dengan sehat di jalur masing-masing. Karier solonya menjadi bukti bahwa member grup yang bubar dapat menjaga hubungan dan jati diri kolektif tanpa mengorbankan perkembangan individu. Jika reuni IZ*ONE 10 tahun nanti terwujud, itu akan menjadi kulminasi dari tahun-tahun ketika mereka membuktikan bahwa bubar tidak sama dengan berakhir.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!