Kesehatan Mental Komunitas yang Turun ke Lapangan
Kesehatan mental komunitas adalah upaya bersama antara fasilitas kesehatan, pemerintah, dan warga untuk menciptakan lingkungan yang mendukung jiwa yang sehat melalui edukasi, aktivitas fisik, interaksi sosial, serta layanan medis yang mudah diakses dan bebas stigma. Di Banjarbaru, konsep ini tidak sekadar slogan, tetapi diwujudkan secara konkret oleh Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum melalui flashmob dan lomba senam yang sengaja dirancang sebagai program edukasi kesehatan jiwa yang menyentuh publik luas. Alih-alih mengurung diri di balik pagar rumah sakit, mereka memilih turun ke lapangan, berbaur dengan masyarakat, dan menjadikan awareness mental health sebagai sesuatu yang hangat, akrab, dan menyenangkan.

Flashmob, Senam, dan Panggung Edukasi yang Tidak Menggurui
Flashmob Kreasi Penggiat Jiwa dan Lomba Senam Bekajutan (Gerakan Dadakan Tak Perlu Disiapkan) menjadi wajah baru program edukasi kesehatan jiwa yang tidak kaku dan tidak menggurui. Di halaman Gedung Manajemen RSJ Sambang Lihum, perwakilan SKPD, berbagai instansi, dan masyarakat berkumpul, bergerak spontan mengikuti musik, tanpa tekanan harus menghafal rangkaian gerakan terlebih dulu. Konsep ini sengaja dipilih Direktur RSJ Sambang Lihum, dr. Yuddy Riswandhy Noora, M.Kes, agar kegiatan terasa santai dan semua orang merasa cukup untuk ikut serta tanpa rasa malu atau minder. Di sinilah seni dan aktivitas fisik kesehatan mental bertemu: flashmob menjadi medium ekspresi, senam menjadi medium gerak, keduanya menyatu sebagai ruang percakapan tentang kesehatan jiwa yang lahir dari tawa, bukan ceramah kaku.

Puncak Perayaan yang Sekaligus Menggoyang Stigma
Flashmob dan Lomba Senam Sehat bukan sekadar hiburan, melainkan puncak rangkaian Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalsel dan HUT ke-81 RI yang sengaja diisi dengan pesan kesehatan jiwa, digelar Jumat 7/8/2026 di Banjarbaru. Kegiatan ini juga terhubung dengan HUT ke-19 RSJ Sambang Lihum, sehingga panggung perayaan otomatis menjadi panggung awareness mental health. Diikuti berbagai instansi kesehatan dan masyarakat Kalsel, dengan kehadiran istri Gubernur sekaligus Ketua TP PKK, Hj. Fathul Jannah Muhidin, dan Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, dr. H. Diauddin, M.Kes. "Rumah sakit jiwa bukan hanya tempat pelayanan bagi pasien, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan promosi kesehatan jiwa bagi seluruh masyarakat," tegas dr. Yuddy Riswandhy Noora. Pesan ini kuat: RSJ ingin dilihat sebagai bagian ramah dari kehidupan komunitas, bukan gedung menakutkan di pinggir kota.

Aktivitas Fisik Kesehatan Mental: Menyehatkan Jiwa dan Raga Bersama
Sebelum flashmob dan lomba senam, RSJ Sambang Lihum menggelar berbagai olahraga seperti mini soccer, tenis lapangan, dan bulutangkis bersama instansi kesehatan, puskesmas, dan rumah sakit se-Kalsel. Puncaknya, mereka menampilkan Senam Sehat bagi masyarakat sekitar, mengajak semua untuk berkumpul, bergerak, dan menyehatkan jiwa raga sekaligus. Ini bukan olahraga demi lomba, tetapi aktivitas fisik kesehatan mental yang mengundang tawa, keringat, dan rasa kebersamaan. Koordinator Olahraga Kesehatan dan Kebugaran Kalsel, H. Izhar, menyebut olahraga bersama sebagai sarana efektif mempererat silaturahmi antarlembaga kesehatan dan masyarakat, sekaligus bagian dari kampanye hidup sehat. Ketika tubuh digerakkan bersama, percakapan tentang emosi, stres, dan tekanan hidup terasa lebih ringan, seolah-olah dibantu oleh ritme musik dan langkah senam.

Normalisasi Percakapan Mental Health Lewat Seni dan Olahraga
Kekuatan utama strategi RSJ Sambang Lihum adalah keberanian menggabungkan seni lewat flashmob dan olahraga lewat senam dalam satu pendekatan holistik yang inklusif. Warga tidak diundang sebagai “pasien potensial”, tetapi sebagai mitra dalam kesehatan mental komunitas. Program ini melibatkan pemerintah daerah, berbagai instansi, hingga masyarakat luas, sehingga percakapan tentang mental health tidak berhenti di ruang seminar, melainkan hidup di lapangan, di sela gerakan, dan di balik tenda panitia. Ketua TP PKK Kalsel, Fathul Jannah Muhidin, menegaskan bahwa kesehatan jiwa adalah bagian tak terpisahkan dari kesehatan secara menyeluruh dan perlu perhatian bersama. Melalui kegiatan ini, RSJ Sambang Lihum berharap stigma terhadap isu kesehatan mental berkurang dan kesadaran menjaga kesehatan jiwa terus meningkat. Pesan akhirnya jelas: jika ingin mengubah cara pandang masyarakat, bicaralah bahasa yang mereka cintai—musik, gerak, dan kebersamaan.





