Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Berapa Batas Gula Aman untuk Anak Setiap Hari?

Berapa Batas Gula Aman untuk Anak Setiap Hari?
Minat|Pengetahuan Parenting

Inti Masalah: Anak Suka Manis, Orang Tua Wajib Menghitung

Batas gula anak adalah jumlah maksimal gula tambahan yang boleh dikonsumsi dari makanan dan minuman manis setiap hari, dihitung berdasarkan persentase tertentu dari total kebutuhan energi harian agar konsumsi gula tetap aman dan tidak mengganggu pertumbuhan, berat badan, serta kesehatan gigi dan metabolisme anak dalam jangka panjang.

Anak hampir selalu tertarik pada rasa manis, dan di era jajanan kemasan, gula hadir di mana-mana: susu berperisa, minuman teh, yogurt, biskuit, hingga saus. Di sinilah sikap orang tua menentukan. Kalau orang tua tidak mau repot menghitung dan mengontrol, kebiasaan manis akan terbentuk sangat cepat dan sulit dikembalikan. Dokter gizi klinik Diana Sunardi menegaskan bahwa kebiasaan makan dan minum manis membuat memori rasa anak terkunci pada manis, sehingga ia akan terus mencari makanan dengan tingkat kemanisan yang makin tinggi dari waktu ke waktu. Mengabaikan batas gula anak berarti membiarkan selera dan kesehatan mereka dibentuk oleh industri, bukan oleh kebutuhan tubuhnya.

Rekomendasi WHO: Maksimal 10 Persen Energi, Ideal 5 Persen

Orang tua perlu menerima satu fakta penting: konsumsi gula aman untuk anak bukan berarti bebas gula, tetapi gula yang dikendalikan ketat. World Health Organization merekomendasikan asupan gula bagi anak maksimal 10 persen dari total energi harian. Konsumsi yang lebih rendah, yaitu sekitar 5 persen, bahkan dinilai lebih baik. Rekomendasi WHO anak ini bukan saran basa-basi; ini adalah alarm agar gula tambahan tidak mengambil alih piring dan gelas anak dari makanan bergizi. Ketika orang tua menganggap angka ini sekadar teori, praktik di lapangan menunjukkan sebaliknya: data yang dipaparkan Diana Sunardi menunjukkan anak usia 1–8 tahun kini bisa mengonsumsi 12 hingga 21 sendok teh gula per hari, jauh melampaui batas yang dianjurkan. Tanpa perubahan sikap orang tua, angka ini akan terus naik.

Menghitung Batas Gula Anak: Contoh 1.400 Kalori Sehari

Menghitung batas gula anak tidak serumit rumus matematika sekolah; yang dibutuhkan hanya kesediaan orang tua untuk peduli. Diana menjelaskan bahwa anak balita hingga usia sekolah dasar rata-rata membutuhkan sekitar 1.400 kilokalori per hari. Dengan rekomendasi WHO maksimal 10 persen energi dari gula, batas konsumsi gula sekitar 35 gram per hari untuk kebutuhan energi 1.400 kilokalori. Ini contoh sederhana cara menghitung konsumsi gula aman: ambil kebutuhan kalori harian anak, hitung 10 persennya sebagai batas atas, lalu usahakan berada di sekitar 5 persen sebagai target ideal. Penting disadari, angka 35 gram ini bukan izin untuk dihabiskan dalam bentuk permen dan minuman manis; ia adalah batas agar gula tidak menenggelamkan asupan karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral yang seharusnya mengisi kebutuhan energi anak setiap hari.

Bahaya Gula Berlebih: Dari Obesitas hingga Gigi Berlubang

Menganggap gula sebagai “hadiah” harian tanpa batas adalah kesalahan yang akan dibayar anak di masa depan. Konsumsi gula berlebih meningkatkan asupan energi harian dan memicu kelebihan energi yang berujung pada berat badan berlebih dan obesitas. Gula sederhana yang ditambahkan saat makan atau memasak dapat menyebabkan anak kelebihan energi sehingga memicu obesitas, sehingga WHO menekankan perlunya pembatasan asupan gula sederhana. Selain itu, gula menjadi bahan bakar bakteri di mulut yang mengubahnya menjadi asam dan merusak lapisan gigi, memicu gigi berlubang. Efeknya tidak berhenti di sana: kebiasaan manis berlebihan bisa berkembang menjadi kecanduan rasa manis, membuat anak sulit menerima makanan dengan rasa alami dan mengganggu pola makan seimbang. Orang tua yang menunda pengawasan gula sedang menunda masalah kesehatan yang hampir pasti muncul di kemudian hari.

Kesimpulan: Orang Tua Harus Menjadi “Penjaga Gula” Anak

Pada akhirnya, batas gula anak bukan angka abstrak di atas kertas, melainkan kompas yang seharusnya memandu keputusan orang tua setiap hari. Rekomendasi WHO anak yang menetapkan maksimal 10 persen energi dari gula, dengan target ideal 5 persen, memberi kerangka jelas untuk menjaga konsumsi gula aman. Tugas orang tua adalah menggunakannya secara sadar: menghitung kebutuhan energi anak, mengingat contoh 1.400 kilokalori dan batas sekitar 35 gram gula, lalu mengurangi kebiasaan menjadikan makanan dan minuman manis sebagai solusi instan setiap kali anak merengek. Mengabaikan angka ini berarti mengabaikan peringatan tentang obesitas, gigi berlubang, dan gangguan metabolisme yang sudah disampaikan dokter. Jika orang tua mau menjadi “penjaga gula” sejak dini, anak punya peluang lebih besar tumbuh dengan selera yang sehat dan tubuh yang kuat.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!