Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Maulid Tanjung Priok Satukan Teladan Nabi dan Kepedulian Sosial

Maulid Tanjung Priok Satukan Teladan Nabi dan Kepedulian Sosial
Minat|Asia Tenggara

Maulid yang menghadirkan kepedulian

Maulid Nabi adalah peringatan kelahiran Rasulullah yang mengajak umat mengenang ajaran dan meneladani akhlaknya, sekaligus menjadi kesempatan untuk merawat persaudaraan dan kepedulian sosial. Di Tanjung Priok, pesan itu diwujudkan melalui kegiatan yang menggabungkan ibadah dengan santunan, sehingga peringatan tidak berhenti pada seremoni. Pengurus Taman Iskandar Muda (TIM) Cabang Tanjung Priok menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah sekaligus santunan bagi puluhan anak yatim pada Minggu malam, 25 Oktober 2026. Acara berlangsung di Jalan Swasembada Timur XIX, RT 12/RW 02, Kelurahan Kebon Bawang, Jakarta Utara. Perpaduan tersebut memberi makna yang nyata: mengenang Rasulullah juga berarti menerjemahkan nilai kasih sayang dan tanggung jawab terhadap sesama ke dalam tindakan komunitas.

Ibadah, tausiyah, dan kerja bersama

Rangkaian acara dimulai pukul 20.00 WIB dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Adek Putra Masrianda, dilanjutkan lantunan selawat dari Grup Dzikir An-Nashru dan tausiyah Maulid oleh Ustaz Nurfazila Yusuf, yang dikenal sebagai Ustaz Tile. Susunan ini memberi ruang bagi jamaah untuk beribadah dan menyimak pesan agama, sementara santunan menghubungkan pesan tersebut dengan kebutuhan sosial di sekitar mereka. Ketua panitia, Safrizal, berterima kasih kepada panitia dan masyarakat Aceh di Tanjung Priok yang telah mendukung acara. Ia juga meminta maaf jika masih ada kekurangan dan berharap kehadiran serta dukungan semua pihak menjadi amal ibadah. Pengakuan atas kekurangan itu mengingatkan bahwa kegiatan warga bertumpu pada kerja bersama, bukan pada kemeriahan semata.

Komunitas sebagai jaringan dukungan

Kegiatan keagamaan komunitas dapat memperkuat dukungan sosial karena mempertemukan warga, membuka ruang gotong royong, dan mengarahkan perhatian pada mereka yang membutuhkan. Dalam acara ini, santunan anak yatim menjadi bagian dari peringatan, bukan agenda yang terpisah dari nilai Maulid. Ketua TIM Cabang Tanjung Priok, Muhir H Amin, mengapresiasi masyarakat yang menyediakan izin dan fasilitas serta dukungan warga Aceh di bawah naungan organisasi. Ketua Umum Pengurus Pusat TIM, Ir. H. Muslim Armas, juga menyampaikan kebanggaan dan apresiasi atas dedikasi pengurus cabang. Kehadiran pengurus TIM se-Jabodetabek memperlihatkan bahwa kegiatan lokal dapat ditopang jejaring yang lebih luas. Dukungan seperti ini penting: solidaritas lebih mudah tumbuh ketika warga tidak hanya berkumpul untuk beribadah, tetapi juga ikut memastikan kepedulian sampai kepada penerimanya.

Makna Maulid yang berlanjut setelah acara

Maulid Tanjung Priok ini menunjukkan bahwa penghormatan kepada Rasulullah akan lebih berarti ketika tercermin dalam hubungan ant warga dan tindakan nyata bagi sesama. TIM Cabang Tanjung Priok berharap peringatan tersebut menumbuhkan semangat meneladani Rasulullah, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan kepedulian sosial. Harapan itu selaras dengan bentuk acaranya: pembacaan Al-Qur’an, selawat, tausiyah, serta santunan hadir dalam satu ruang kebersamaan. Bagi komunitas, keberhasilan peringatan bukan hanya soal terselenggaranya acara, melainkan apakah nilai kasih sayang dan solidaritas terus dibawa ke kehidupan sehari-hari. Karena itu, Maulid Nabi yang disertai santunan patut dipandang sebagai pengingat sekaligus ajakan untuk menjaga dukungan terhadap anak yatim dan memperkuat ikatan warga, bahkan setelah rangkaian acara selesai.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!