Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

QRIS, Peta Digital, dan Identitas: Tiga Kunci UMKM Desa

QRIS, Peta Digital, dan Identitas: Tiga Kunci UMKM Desa
Minat|Tembikar

Digitalisasi yang Menjawab Kebutuhan Sehari-hari

Digitalisasi UMKM adalah pemanfaatan alat digital untuk memudahkan transaksi, membantu pelanggan menemukan usaha, dan memperjelas identitas dagangan. Nilainya paling terasa ketika teknologi disesuaikan dengan cara pelaku usaha berjualan, bukan sekadar diperkenalkan sebagai tren. Di Desa Daleman Kidul, mahasiswa KKN GIAT 17 Universitas Negeri Semarang (UNNES) menjalankan pendampingan UMKM pada 5–16 Oktober 2026, menjangkau pelaku usaha di 10 dusun. Program ini merespons kondisi setempat: banyak usaha berupa toko atau warung kelontong, sementara sebagian pedagang sayur berjualan keliling dengan sepeda motor maupun mobil. Karena itu, QRIS, Google Maps UMKM, dan penguatan branding usaha dipadukan dalam satu upaya. Pendekatan ini lebih masuk akal daripada pelatihan digital yang berhenti pada penjelasan: setiap alat terkait dengan kebutuhan nyata, mulai dari menerima pembayaran hingga membuat usaha lebih mudah dikenali.

QRIS Membuka Pilihan Pembayaran

Capaian yang dapat dihitung dari program Daleman Kidul adalah pendaftaran 18 QRIS bagi pelaku UMKM. Bagi pedagang, manfaatnya bukan sekadar mengikuti perkembangan pembayaran nontunai, melainkan memberi pilihan kepada pembeli yang tidak selalu membawa uang tunai. Salah satu penerimanya, Pak Yuri, pedagang sayur keliling yang biasa berjualan di wilayah Kota Yogyakarta, mengatakan pembeli terkadang menanyakan apakah transaksi dapat dilakukan melalui transfer atau QRIS. Ia menilai fasilitas itu membantu karena pelanggan memperoleh alternatif pembayaran. Pemasangan kode pada keranjang dagangan juga membuat pilihan tersebut terlihat saat bertransaksi. Inilah sisi praktis QRIS untuk UMKM: alatnya baru berguna ketika pendaftaran, pencetakan, dan penempatannya terhubung dengan situasi jual-beli sehari-hari. Namun, keberadaan kode saja bukan jaminan usaha berkembang; manfaatnya bergantung pada kebutuhan pelanggan dan kesiapan pedagang menggunakannya.

Ditemukan di Peta, Dikenali Lewat Identitas

Pembayaran digital menjawab bagaimana pelanggan membayar, tetapi tidak menjawab bagaimana mereka menemukan penjual. Untuk melengkapi sisi itu, mahasiswa membantu toko kelontong dan warung mencantumkan lokasi usaha di Google Maps. Penandaan ini berpotensi memudahkan warga dan calon konsumen mencari lokasi melalui pencarian digital serta memperluas akses informasi tentang usaha setempat. Program juga menyentuh tampilan fisik: 10 banner dibuat dan diserahkan kepada pelaku UMKM. Banner tersebut membantu menjelaskan jenis dagangan atau layanan agar lebih mudah dikenali, dengan bentuk dan penempatan yang disesuaikan pada karakter usaha. Kombinasi Google Maps UMKM dan branding usaha terasa penting karena visibilitas daring dan identitas di lokasi saling melengkapi. Meski demikian, mencatat lokasi atau memasang banner merupakan awal, bukan hasil akhir; informasi perlu tetap sesuai dengan usaha agar pelanggan tidak menemui keterangan yang membingungkan.

Pelajaran dari Desa Bawang

Pendampingan serupa di Desa Bawang, Kecamatan Pakis, juga menempatkan pengenalan QRIS sebagai fokus. Mahasiswa KKN memulai dengan sosialisasi tentang kegunaan pembayaran digital, lalu mendampingi pelaku usaha menyiapkan persyaratan dan mendaftarkan QRIS hingga akun aktif serta kodenya tercetak. Urutan ini patut dicatat: pemahaman dan bantuan teknis berjalan bersama, sehingga pelaku usaha tidak dibiarkan menghadapi proses pendaftaran sendirian. Program Bawang lebih terarah pada pembayaran, sedangkan Daleman Kidul menggabungkan transaksi, penandaan lokasi, dan identitas visual. Keduanya menunjukkan bahwa digitalisasi UMKM di desa tidak harus dimulai dengan sistem yang rumit. Langkah berikutnya ialah menjaga agar alat yang sudah diperkenalkan terus dipakai dan informasi usaha tetap mudah ditemukan. Dengan begitu, harapan agar UMKM Bawang tumbuh lebih mandiri dan berdaya saing serta agar usaha Daleman Kidul dikenal lebih luas dapat bertumpu pada kebiasaan yang berkelanjutan, bukan hanya kegiatan pendampingan sesaat.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!