Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Tembus 98 Persen, Pekerjaan Belum Usai

Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Tembus 98 Persen, Pekerjaan Belum Usai
Minat|Asia Tenggara

Angka 98 Persen Menandai Kemajuan, Bukan Garis Akhir

Pemulihan bencana Sumatera adalah rangkaian perbaikan jalan, jembatan, layanan publik, hunian, dan kegiatan ekonomi agar warga dapat kembali menjalani kehidupan normal setelah banjir besar meluas. Pada 26 Oktober 2026, pemerintah menyatakan pemulihan infrastruktur dan layanan dasar di tiga provinsi terdampak telah mencapai 98 persen; Sugiono menyebut realisasi rehabilitasi dan rekonstruksi berada pada rentang 96 hingga 98 persen dari target. Angka ini menunjukkan mobilisasi lintas lembaga mulai membuahkan hasil, tetapi tidak berarti setiap lokasi telah pulih sempurna. Bencana berdampak pada 53 kabupaten atau kota, 498 kecamatan, serta 4.533 desa atau kelurahan. Dampak bagi warga kini terlihat: lebih dari dua juta pengungsi telah kembali ke rumah, aktivitas pemerintahan di Aceh Tamiang berjalan normal, dan komunikasi seluler pulih sepenuhnya. Namun, capaian nasional perlu dibaca bersama kondisi layanan yang masih tertinggal, bukan sebagai alasan untuk mengendurkan pengawasan.

Pemulihan Harus Menjangkau Ekonomi dan Layanan Harian

Strategi pemulihan yang mengutamakan fungsi dasar adalah pilihan tepat: jalan dan jembatan yang bisa dilalui memulihkan akses warga, distribusi kebutuhan, dan aktivitas ekonomi. Tito Karnavian menyatakan jalan dan jembatan terdampak secara umum telah kembali berfungsi berkat kerja bersama Kementerian Pekerjaan Umum, TNI, Polri, dan unsur lain. Meski demikian, sebagian jembatan daerah masih memerlukan penanganan lanjutan. Layanan kesehatan juga belum sepenuhnya pulih karena enam puskesmas pembantu di Sumatera Utara belum kembali beroperasi. Di luar konektivitas, rehabilitasi fasilitas kelautan dan perikanan penting agar masyarakat pesisir dapat memulihkan mata pencaharian; fasilitas perikanan Sumatera semestinya dinilai bukan hanya dari pembangunan fisik, tetapi juga dari manfaatnya bagi kegiatan warga. Program pemulihan nasional baru terasa utuh ketika fasilitas publik dan sumber penghasilan sama-sama berfungsi.

Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Tembus 98 Persen, Pekerjaan Belum Usai

Banjir Susulan dan Pekerjaan Tertunda Menentukan Langkah Berikutnya

Tantangan terbesar sekarang adalah menjaga hasil perbaikan agar tidak kembali rusak. Kerusakan awal tersebar pada jalan, jembatan, sawah, tambak, sekolah, dan rumah ibadah, sementara banjir serta longsor susulan kembali menghambat pekerjaan di sejumlah daerah. Karena itu, pemerintah memprioritaskan normalisasi 137 sungai di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk mengurangi risiko banjir saat curah hujan tinggi. Pekerjaan ini penting, tetapi angka 98 persen tidak boleh menutupi kebutuhan memperkuat infrastruktur terhadap bencana berulang. Jadwal penuntasan juga belum sepenuhnya pasti: pemerintah akan mengusulkan agar anggaran yang belum terserap dapat dilanjutkan pada 2027, sebab administrasi, kelengkapan dokumen, penentuan lokasi, dan lelang memperlambat pelaksanaan. Kesimpulannya, keberhasilan pemulihan bukan sekadar mengejar persentase, melainkan memastikan proyek tersisa selesai dan layanan tetap berjalan saat hujan kembali datang.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!