Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Thom Browne x Naomi Osaka: Saat Haute Couture Menyentuh Lapangan Tenis

Thom Browne x Naomi Osaka: Saat Haute Couture Menyentuh Lapangan Tenis
Minat|Tren Fashion

Naomi Osaka dan Lahirnya Era Baru Fashion Tenis

Kolaborasi antara Naomi Osaka, rumah mode Thom Browne, dan stylist Law Roach di US Open menandai pertemuan penting antara haute couture sportswear dan pakaian atlet profesional, ketika outfit tenis bukan lagi sekadar fungsional tetapi menjadi pernyataan estetika, identitas, dan kekuatan personal yang berdiri setara dengan panggung fashion terbesar dunia. Pemandangan tak biasa terlihat dari Naomi Osaka saat tampil di US Open; petenis bintang asal Jepang itu bertanding dengan mengenakan baju tak biasa yang langsung mencuri perhatian sejak langkah pertama di lapangan. Penampilan tak biasa Naomi Osaka terlihat saat menghadapi Katerina Siniakova pada babak kedua US Open 2026, Kamis 3 September 2026, ketika ia tampil dengan gaya fashion yang berbeda dibandingkan pertandingan sebelumnya. Di sinilah garis batas antara “baju tanding” dan “red carpet look” mulai mengabur, dan menurut saya ini bukan sekadar eksperimen gaya, melainkan manifestasi kekuasaan visual seorang atlet di era budaya pop.

Thom Browne x Naomi Osaka: Saat Haute Couture Menyentuh Lapangan Tenis

Outer Putih, Ornamen Raket, dan Bahasa Baru Haute Couture Sportswear

Detail paling penting dari penampilan Naomi adalah outer berwarna putih dengan kerah rapi yang dihiasi ornamen raket tenis berbentuk manik-manik, lengkap dengan ekor panjang berbahan mesh yang menjuntai di bagian belakang. Di atas kertas, ini terdengar teatral untuk sebuah pertandingan, tetapi di lapangan tampil sebagai pernyataan visual: tenis bisa seanggun runway. Menurut saya, desain ini menunjukkan bagaimana bahasa haute couture diterjemahkan ke sportswear tanpa kehilangan fungsi. Siluet outer yang formal dipertemukan dengan motif raket tenis—ikon olahraga yang biasanya ada di peralatan, bukan di bordir haute couture sportswear. Ekor mesh menambah gerak dramatis setiap langkah Naomi, mengubah walkout menjadi momen koreografi mode. Di sini, lapangan bukan lagi ruang netral; ia menjadi catwalk, dan Naomi adalah model sekaligus atlet yang memegang kontrol penuh atas narasi penampilannya.

Dari “LOVE & BASKETBALL” ke Rok Mesh: Tubuh Atlet sebagai Kanvas Konsep

Begitu outer dilepas, konsep pakaian Naomi berubah dari teatrikal menjadi fungsional, tetapi tetap konseptual. Di dalam lapangan, perlengkapannya hadir dengan warna silver; desain tersebut sebenarnya sama dengan night ensemble miliknya, hanya dibuat dalam warna berbeda. Outfit itu mengusung inspirasi olahraga basket, menghadirkan atasan model tank top yang tipis dan ringan dipadukan dengan rok flowy yang bagian bawahnya memiliki lapisan mesh lebar menyerupai jaring atau net basket. Menurut saya, pilihan ini cerdas: Naomi menggunakan referensi lintas olahraga untuk menunjukkan identitasnya yang tidak tunggal, seraya membuat tubuhnya menjadi kanvas tema “LOVE & BASKETBALL” yang sebelumnya ia tulis dalam unggahan Instagram saat mengenakan atasan dan rok berkilau sambil membawa buket bunga mawar. Di sini, fashion bukan hanya dekorasi; ia menjadi medium cerita personal yang menempel langsung pada performa atlet di lapangan.

Peran Law Roach: Dari Zendaya ke Naomi, Lahirnya Estetika Atlet Selebriti

Di balik kekuatan visual penampilan Naomi, ada sosok penata gaya Law Roach. Rahasia di balik kemiripan outfit antara Naomi Osaka dan Zendaya ada pada penata gaya mereka; keduanya sama-sama didampingi oleh stylist ternama ini. Law Roach dikenal sangat pandai membuat konsep yang memadukan tema acara ke dalam gaya busana, dan ia secara khusus memilihkan rancangan Thom Browne untuk memperkuat pesona busana tenis bernuansa modern. Menurut saya, kehadiran Law Roach menegaskan bahwa atlet top kini diposisikan seperti aktor film atau musisi besar: mereka membutuhkan narasi visual yang konsisten, dikurasi oleh stylist yang mengerti bahasa budaya pop. Lewat sentuhan dingin Law Roach, Naomi Osaka membuktikan outfit yang digunakan saat olahraga tetap bisa terlihat modis. Ini menggeser ekspektasi publik; kita tidak lagi menilai penampilan atlet hanya dari skor pertandingan, tetapi juga dari bagaimana mereka memaknai panggung olahraga sebagai ruang ekspresi mode.

Thom Browne x Naomi Osaka: Saat Haute Couture Menyentuh Lapangan Tenis

US Open sebagai Catwalk Baru: Apa Makna Mode untuk Atlet Masa Kini?

Penampilan Naomi di US Open menunjukkan bahwa turnamen grand slam mulai berfungsi sebagai perpanjangan karpet merah. Meski tradisi sportswear masih ada, kehadiran rancangan seperti Thom Browne, dikurasi oleh stylist sekelas Law Roach, mengisyaratkan pergeseran ke arah designer pieces yang punya narasi kuat. Menurut saya, ini bukan sekadar soal terlihat keren; ini tentang hak atlet untuk mendefinisikan diri di luar angka dan statistik. Ketika outfit tenis yang “tak biasa” langsung disorot sebagai pemandangan berbeda di US Open, kita melihat bagaimana fashion menjadi bahasa utama pembentukan citra. Dalam lanskap di mana pengaruh figur seperti Zendaya dan budaya celebrity styling merembes ke dunia olahraga, atlet generasi baru tampak memilih untuk tampil sebagai karakter penuh—bukan hanya pemain. Kesimpulannya sederhana: masa depan lapangan besar mungkin tak lagi didominasi jersey standar, melainkan dialog berkelanjutan antara performa fisik dan estetika mode.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!