Sepatu kerja fleksibel: dari kewajiban formal ke alat hidup sehari-hari
Sepatu kerja fleksibel adalah alas kaki yang dirancang untuk berpindah mulus dari ruang rapat ke aktivitas harian, menggabungkan tampilan profesional dengan kenyamanan, sehingga satu pasang sepatu dapat mendukung mobilitas, gaya personal, dan kebutuhan fisik sepanjang hari tanpa perlu terus-menerus berganti model. Budaya kerja yang makin cair memaksa kita mengakui satu hal: sepatu kantor nyaman bukan lagi pelengkap, melainkan “alat kerja” itu sendiri. Rutinitas komuter, berpindah lokasi meeting, hingga tuntutan berdiri lama membuat sepatu kantor yang nyaman dan tetap stylish menjadi kebutuhan krusial. Jika sebelumnya rak sepatu terbagi kaku antara formal dan kasual, kini garis pemisah itu mengabur. Koleksi VIVAIA RE:WORK FW26 lahir persis di titik pergeseran ini, menawarkan jawaban atas kebutuhan footwear profesional modern yang harus sanggup bekerja sekeras pemakainya.

RE:WORK FW26: email “RE:” yang menjelma revolusi sepatu kerja
Nama VIVAIA RE:WORK koleksi diambil dari “RE:” di subjek email yang berarti regarding work, sekaligus simbol melihat ulang cara kita memaknai sepatu kerja. Ini bukan sekadar permainan kata; ini pernyataan sikap bahwa definisi “sepatu kantor” perlu diperbarui agar sejalan dengan kehidupan perempuan masa kini yang serba dinamis. Label alas kaki global VIVAIA merilis koleksi FW26 bertajuk RE:WORK sebagai jawaban langsung terhadap perubahan gaya hidup dan cara berpakaian wanita modern. Alih-alih menciptakan bentuk yang asing, RE:WORK sengaja memakai siluet yang sudah familiar—loafers, clogs, sneakerinas, slingbacks, heels, hingga boots—namun dengan proporsi, material, dan warna yang diperbarui. Strateginya jelas: membuat sepatu kerja fleksibel yang terasa aman dikenakan di kantor, tetapi tetap relevan untuk aktivitas setelah jam kerja tanpa terlihat “salah kostum”.
Desain Alan Buanne: ketika fashion dan kenyamanan berhenti bertengkar
RE:WORK menandai debut koleksi penuh pertama di bawah arahan Alan Buanne sejak ia diangkat sebagai Creative Director VIVAIA pada 2025. Jejaknya yang pernah bekerja untuk rumah mode internasional memberi konteks: ia membawa napas fashion yang lebih kental ke merek yang sebelumnya identik dengan fungsi kenyamanan. Menurut Buanne, kenyamanan selalu menjadi inti VIVAIA; melalui RE:WORK, ia melihatnya dari sudut pandang busana kerja modern. Hasilnya terasa pada detail: slingback berujung runcing diberi bantalan suportif di bagian dalam demi menjaga kenyamanan sepanjang hari. Velvet Whipstitched Kitten Heels (Scarlett) memakai velvet daur ulang bertekstur mewah, dengan ujung runcing yang memberi efek kaki lebih jenjang tanpa mengorbankan ruang di area depan. Ini bukan kompromi; ini bukti bahwa footwear profesional modern bisa sekaligus elegan dan ramah tubuh.

Sneakerina, kitten heels, dan hilangnya “seragam” formal tunggal
Kekuatan RE:WORK FW26 terletak pada rentang modelnya: loafers, clogs, sneakerinas, slingbacks, heels, hingga boots. Untuk perempuan aktif, ini berarti satu koleksi yang mampu mengikuti ritme hidup: dari sneakerina yang terasa kasual namun rapi, hingga kitten heels yang elegan tanpa menyiksa. Velvet Whipstitched Kitten Heels (Scarlett) misalnya, menghadirkan material velvet daur ulang dengan kesan mewah, ujung runcing, tetapi ruang depan yang lega agar tetap nyaman dipakai seharian. Buanne menegaskan bahwa anggapan sepatu kantor harus selalu berbentuk siluet tradisional sudah tidak relevan; clogs, sneakerina, dan loafer kini sama alaminya dikenakan bekerja layaknya heels. Dengan kata lain, sepatu kantor nyaman bukan lagi satu kategori sempit, melainkan spektrum gaya yang adaptif terhadap kepribadian dan kebutuhan pemakainya.
Paradigma baru: sepatu kerja sebagai cermin hidup fleksibel perempuan
Koleksi RE:WORK mencerminkan transformasi cara wanita berpakaian untuk bekerja, seiring budaya kerja yang makin fleksibel dan menghapus garis tebal antara pakaian formal dan busana harian. Sepatu kerja kini tidak hanya soal formalitas; dengan aktivitas yang fleksibel, sepatu harus nyaman dan mudah dipadukan untuk berbagai kegiatan. Perempuan bergerak dinamis: perjalanan menuju kantor, rapat, perjalanan dinas, bekerja dari rumah, hingga acara santai setelahnya. Dalam konteks ini, sepatu kerja fleksibel menjadi kunci, karena satu pasang perlu relevan di semua momen itu. RE:WORK menegaskan bahwa kunci desain sepatu adalah keseimbangan antara desain visual dan kenyamanan fisik, agar perempuan dapat memilih karena menyukai estetikanya tanpa khawatir berapa lama sepatu tersebut bisa bertahan nyaman saat dipakai. Tren ini pada akhirnya menggeser fashion kerja dari “seragam” ke ekspresi diri yang adaptif dan personal.





