Kenali roti gurih yang sedang viral
Salt bread adalah roti gulung gurih berisi mentega yang dipanggang hingga bagian luarnya renyah, sementara bagian tengahnya tetap lembut dan berongga, dengan aroma mentega serta taburan garam laut sebagai ciri rasa utamanya. Roti garam viral ini ramai terlihat di media sosial dan dikenal sebagai roti gurih Korea Jepang. Meski tampilannya seperti roti bakery, resep salt bread memakai bahan sederhana yang mudah disiapkan di rumah. Daya tariknya ada pada kontras tekstur: kulit keemasan yang sedikit garing, bagian dalam empuk, lalu mentega yang meleleh saat roti dipanggang. Garam laut atau flaky sea salt menambah rasa gurih tanpa perlu banyak bumbu. Resep ini cocok dicoba kalau kamu ingin membuat camilan hangat untuk keluarga atau menambah variasi jajanan untuk usaha rumahan. Satu hal yang perlu diperhatikan sejak awal: adonan butuh waktu untuk mengembang, jadi jangan terburu-buru melewati tahap fermentasi.

Siapkan bahan dan alat
Untuk cara membuat salt bread ini, siapkan loyang, kertas roti, dan wadah untuk menguleni. Takaran berikut menghasilkan delapan roti. Gunakan tepung protein tinggi agar adonan punya struktur yang baik, dan sisihkan mentega isian dalam keadaan dingin supaya tidak cepat meleleh sebelum masuk oven.
- 250 gram tepung terigu protein tinggi, 150 ml susu cair hangat, 25 gram gula pasir, dan 4 gram ragi instan.
- 4 gram garam, 20 gram mentega tawar, serta 1 butir telur kecil atau sekitar 25 gram telur kocok untuk adonan.
- 40–50 gram mentega tawar dingin, potong menjadi delapan bagian, untuk isian.
- Garam laut atau garam kasar secukupnya untuk taburan; siapkan sedikit susu cair atau telur kocok untuk olesan bila suka.
Perhatikan suhu susu: cukup hangat, bukan panas, agar ragi tetap bekerja. Jangan menambah banyak tepung saat menguleni, sebab adonan yang terlalu kering bisa menghasilkan roti keras.
Cara membuat salt bread, dari adonan hingga matang
Ikuti urutannya dan beri waktu pada adonan untuk mengembang. Fermentasi pertama membantu membentuk adonan, sedangkan fermentasi kedua membuat hasil panggangan lebih ringan dan lembut.
- Campur tepung, gula, dan ragi. Tuangkan susu hangat serta telur, lalu aduk sampai adonan menyatu.
- Tambahkan garam dan uleni. Masukkan mentega tawar, lalu terus uleni sampai adonan elastis dan cukup kalis. Hindari menaburkan tepung berlebihan.
- Bulatkan adonan, letakkan dalam wadah yang diolesi sedikit minyak, tutup, lalu diamkan 60–90 menit sampai ukurannya kira-kira dua kali lipat.
- Kempiskan perlahan dan bagi menjadi delapan bagian. Bulatkan, diamkan 10–15 menit, kemudian pipihkan tiap bagian menjadi segitiga memanjang.
- Letakkan sepotong mentega dingin di sisi lebar adonan. Gulung ke arah ujung runcing dan selipkan ujung gulungan di bagian bawah.
- Tata di loyang beralas kertas roti dengan jarak cukup. Tutup dan diamkan lagi 30–45 menit sampai mengembang.
- Panaskan oven pada 190–200 derajat Celsius. Olesi permukaan dengan susu atau telur jika ingin warna lebih keemasan, lalu taburi sedikit garam laut.
- Panggang selama 15–20 menit hingga permukaan keemasan dan bagian bawah kecokelatan. Sesuaikan waktu dengan oven, lalu biarkan roti agak dingin sebelum disajikan.
Jangan melewatkan fermentasi kedua atau memasukkan roti ke oven yang belum panas; keduanya berpengaruh pada hasil akhir. Mentega di dalam akan meleleh saat dipanggang, membantu membentuk bagian bawah yang gurih dan sedikit renyah, sementara bagian tengah tetap lembut






