OpenDots 2: Definisi Pendekat Telinga Terbuka Versi Shokz
Shokz OpenDots 2 adalah open-ear earbuds berbasis TWS dengan desain clip-on yang tidak menutup liang telinga, menggabungkan material silikon dan rangka nikel-titanium fleksibel, teknologi audio Bassphere 2.0 serta Dolby Audio, dan baterai hingga 40 jam melalui charging case untuk menjawab kebutuhan pengguna aktif yang menginginkan kenyamanan jangka panjang tanpa mengorbankan kualitas suara.
Inti dari peluncuran Shokz OpenDots 2 adalah pernyataan bahwa open-ear bukan lagi eksperimen pinggiran, melainkan alternatif serius bagi TWS tahan lama di kelas premium. Erajaya Active Lifestyle bersama Shokz merilis produk ini sebagai flagship lini OpenDots dengan konsep open-ear audio dan desain clip-on serta mulai dipasarkan resmi pada 10 Agustus 2026. Dengan harga Rp3.999.000, Shokz terang-terangan memposisikannya sebagai commuter earbuds kelas atas, bukan produk mass market. Menariknya, pendekatan ini menyasar mereka yang lelah dengan rasa tertekan in-ear dan ANC, namun tetap menuntut audio kelas Dolby Audio earbuds.

Desain Clip-On Open-Ear: Kenyamanan dan Gaya, Bukan Sekadar Gimmick
Open-ear earbuds sering dikira sekadar perangkat olahraga, tapi OpenDots 2 menunjukkan ambisi yang lebih luas. Desain clip-on open-ear membuat perangkat dijepit di daun telinga, bukan disumbat ke kanal telinga, sehingga mengurangi rasa lelah ketika dipakai lama. Sistem jepit ini diklaim tetap rapat bahkan saat pengguna bergerak, berjalan, berlari, maupun berolahraga, sesuatu yang jarang ditawarkan TWS konvensional.
Penggunaan material silikon lembut yang dipadukan dengan JointArc berbahan nikel-titanium memberi fleksibilitas menyesuaikan berbagai bentuk telinga, sekaligus menjaga kestabilan sepanjang hari. Fitur yang cukup unik: bentuk kedua earbud dibuat simetris sehingga masing-masing bisa dipakai di telinga kiri maupun kanan. Di sisi tampilan, tiga pilihan warna Pearl White, Grey, dan Black plus opsi aksesori stylish membuat OpenDots 2 diposisikan sebagai bagian dari gaya hidup, bukan hanya alat dengar. Ini pendekatan yang masuk akal untuk pengguna yang ingin perangkat audio menyatu dengan fashion sehari-hari.
Audio: Bassphere 2.0 dan Dolby Audio untuk Pengalaman Serius
Pertanyaan terbesar untuk open-ear earbuds selalu sama: bisakah suaranya sebaik in-ear? Shokz menjawabnya lewat kombinasi teknologi Bassphere 2.0 dan Dolby Audio. Bassphere 2.0 menggunakan desain akustik sferis yang dirancang untuk menghadirkan kualitas suara optimal dalam bentuk yang ringkas, sebuah pendekatan yang jelas mencoba mengkompensasi kehilangan isolasi alami pada desain terbuka.
Dolby Audio di sini bukan sekadar label; teknologi ini diklaim memberi pengalaman mendengarkan lebih imersif dengan bass lebih dalam, soundstage lebih luas, serta detail suara lebih kaya, baik untuk musik, game, maupun video. Erajaya Active Lifestyle menyatakan bahwa TWS open-ear ini mampu menghasilkan suara jernih meskipun formatnya terbuka. Untuk commuter earbuds yang lebih sering dipakai memutar konten campuran, kombinasi ini terasa lebih relevan ketimbang sekadar menonjolkan fitur ANC yang menutup dunia luar. OpenDots 2 jelas mengincar mereka yang mengutamakan kualitas audio sekelas Dolby Audio earbuds tanpa harus mengurung telinga.
Baterai 40 Jam: Jawaban untuk Perjalanan Panjang dan Pengguna Sibuk
Kekuatan utama lain OpenDots 2 adalah daya tahan baterai yang agresif untuk ukuran TWS open-ear. Dengan bantuan charging case, total pemakaian diklaim mencapai hingga 40 jam, sementara tiap earbud mampu bertahan 10 jam dalam penggunaan normal. Angka ini jelas memposisikannya sebagai TWS tahan lama yang ideal untuk perjalanan jarak panjang, maraton kerja, atau sesi konten berjam-jam tanpa perlu berpikir soal charger setiap saat.
Fitur Fast Charging menambah nilai praktis: pengisian 5 menit bisa dipakai memutar lagu selama 2 jam, dan charging case mendukung wireless charging untuk pengguna yang sudah terbiasa dengan ekosistem nirkabel. Dengan sertifikasi IP57, perangkat ini juga siap menghadapi debu, keringat, dan hujan ringan. Dalam konteks gaya hidup aktif yang dibidik Erajaya Active Lifestyle, kombinasi baterai panjang dan ketahanan ini terasa lebih relevan daripada sekadar mengejar bentuk paling kecil. Inilah kompromi yang masuk akal untuk commuter earbuds yang harus selalu siap saat pengguna berpindah dari transportasi umum ke kantor, lalu ke gym.
Harga Premium, Strategi Omnichannel, dan Siapa yang Cocok Membeli
Dengan banderol Rp3.999.000, Shokz OpenDots 2 jelas bukan produk yang mencoba memenangkan perang harga. Ini adalah pernyataan bahwa open-ear dapat berdiri sejajar dengan TWS premium lain, bukan sekadar pilihan cadangan. Erajaya Active Lifestyle menjadikannya bagian dari upaya memperluas portofolio perangkat audio premium, karena mereka menilai kebutuhan konsumen berkembang bukan hanya soal kualitas suara, tetapi juga kenyamanan dan desain yang selaras gaya hidup aktif.
Secara distribusi, peluncuran ini digarap lewat strategi omnichannel lengkap: penjualan offline dan online, plus Pop Up Store di Mall Kota Kasablanka pada 10–16 Agustus untuk memberi pengalaman langsung, aktivitas interaktif, dan hadiah. Ada pula promo potongan Rp250.000 dan cicilan 0% hingga 24 bulan selama 10 Agustus hingga 10 September yang membuat harga premium ini sedikit lebih mudah dicerna. Pada akhirnya, Shokz OpenDots 2 paling masuk akal untuk pengguna yang sering mobile, tidak nyaman dengan in-ear ANC, dan rela membayar mahal demi kombinasi kenyamanan open-ear, TWS tahan lama, dan kualitas audio Dolby.







