Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Tanoto Fellow: Laboratorium Nyata bagi Pemimpin Muda Lingkungan

Tanoto Fellow: Laboratorium Nyata bagi Pemimpin Muda Lingkungan
Minat|Asia Tenggara

Tanoto Fellow sebagai model baru kepemimpinan muda lingkungan

Tanoto Fellow program adalah sebuah program fellowship yang memberi ruang kepemimpinan generasi muda untuk belajar memimpin melalui pengalaman lapangan langsung, bekerja lintas pemangku kepentingan, dan berkontribusi pada program pembangunan berkelanjutan melalui proyek-proyek nyata di tingkat komunitas dan regional selama periode penugasan intensif. Program ini layak dibaca sebagai model baru pembentukan pemimpin muda lingkungan: bukan dari kelas pelatihan singkat, tetapi dari “sekolah lapangan” yang menghadapkan anak muda pada persoalan sosial dan pembangunan di sekitar mereka. Kementerian perencanaan menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia tidak akan melonjak hanya dengan menambah modul teori; generasi muda butuh ruang nyata untuk terlibat, gagal, belajar, lalu memperbaiki dampak mereka dari waktu ke waktu. Di titik inilah Tanoto Fellow menunjukkan relevansi politik dan sosialnya.

Tanoto Fellow: Laboratorium Nyata bagi Pemimpin Muda Lingkungan

Mengapa ruang aksi langsung bagi pemuda tidak bisa ditunda

Sinyal bahaya datang dari Human Capital Index yang hanya berada di angka 0,54, artinya produktivitas generasi mendatang baru sekitar 54 persen dari potensi ideal pendidikan dan kesehatan. “Menurut data World Bank (2020), Human Capital Index Indonesia berada di angka 0,54, yang menunjukkan bahwa produktivitas generasi mendatang baru mencapai sekitar 54 persen dari potensi yang dapat diraih dalam kondisi ideal pendidikan dan kesehatan”. Angka ini bukan sekadar statistik; ia menggambarkan jurang antara potensi dan kenyataan. Menjembatani jurang itu menuntut kebijakan yang memberi keterlibatan pemuda Indonesia peran nyata dalam memecahkan persoalan sosial di sekitar mereka, bukan posisi simbolik dalam forum seremoni. Tanoto Fellow program muncul sebagai jawaban praktis: generasi muda diposisikan sebagai pelaku langsung, bukan objek pembinaan.

Dari gerakan lokal ke kepemimpinan generasi muda

Kepemimpinan generasi muda tidak cukup diukur dari IPK atau sertifikat kursus. Direktur di kementerian perencanaan menegaskan, pemimpin masa depan harus memahami persoalan masyarakat, mampu bekerja lintas sektor, dan berorientasi pada dampak jangka panjang. Kapasitas seperti ini lahir dari pengalaman, bukan brosur. Tidak heran ia mengingatkan, “kontribusi tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar… dari titik paling kecil di sekitar kita”. Pesan ini sejalan dengan semangat pemimpin muda lingkungan: berangkat dari isu di halaman sendiri, lalu membangun jejaring lebih luas. Tanoto Fellow program menjadikan prinsip itu strategi: sepuluh fellow ditempatkan langsung di daerah, dipaksa berdialog dengan realitas, dan belajar bahwa perubahan sosial adalah maraton, bukan sprint satu proyek.

Laboratorium lapangan: 10 Fellow dan proyek di daerah

Selama satu tahun, 10 Tanoto Fellow Cohort 2025 terlibat dalam berbagai proyek pendidikan di sejumlah daerah di Sumatra, termasuk Riau, juga di Jawa dan Kalimantan. Mereka bekerja bersama pemerintah daerah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lain untuk memperkuat literasi dan numerasi, pendidikan anak usia dini, hingga pengembangan materi pembelajaran berbasis konteks lokal. Di sinilah program pembangunan berkelanjutan benar-benar punya wajah: kerja lintas sektor, berakar pada kebutuhan lokal, dan berorientasi dampak menahun, bukan sekadar output kegiatan. Melalui Tanoto Foundation Fellowship Programme, generasi muda mendapatkan kesempatan mengembangkan kepemimpinan melalui pengalaman langsung, memahami persoalan sosial dari dekat, dan belajar bekerja dengan berbagai pihak untuk menghasilkan perubahan yang relevan dan berkelanjutan. Ini jauh lebih mendidik daripada simulasi kepemimpinan di ruang hotel ber-AC.

Setelah fellowship: ujian sesungguhnya dimulai

Nilai sebuah fellowship tidak ditentukan oleh penutupan program, tetapi oleh apa yang para alumninya lakukan setelah kembali ke tengah masyarakat. Pejabat kementerian berharap pengalaman satu tahun Tanoto Fellow akan diimplementasikan ketika mereka kembali ke masyarakat, sehingga inisiatif yang dibangun selaras dengan kebutuhan lapangan. Head of Learning Environment di lembaga penyelenggara mengingatkan, fellowship bukan hanya tentang apa yang diterima, tetapi tentang apa yang bisa dilakukan dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama satu tahun. “Perjalanan sebagai Tanoto Fellow mungkin berakhir hari ini, tetapi proses belajarnya tidak berhenti”. Di titik ini, Tanoto Fellow program pantas dipandang sebagai investasi jangka panjang: ia menyiapkan jaringan pemimpin muda yang terbiasa bekerja lintas sektor, peduli persoalan sosial, dan berkomitmen pada perubahan yang berkelanjutan. Tantangannya sekarang, apakah ekosistem sekitar siap memberi mereka ruang lanjutan untuk berkarya.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!