Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Magelang Dibidik Menjadi Sentra Susu, Koperasi Harus Kuasai Pasar

Magelang Dibidik Menjadi Sentra Susu, Koperasi Harus Kuasai Pasar
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Pasar, bukan sekadar produksi, menentukan keberhasilan

Sentra susu adalah kawasan yang menghimpun peternak, produksi, pengolahan, dan pemasaran agar hasil susu terserap secara berkelanjutan dan memberi manfaat ekonomi bagi peternak. Dorongan menjadikan Magelang sebagai sentra produksi karena itu harus diukur bukan hanya dari jumlah ternak atau fasilitas yang dibangun, melainkan juga dari kepastian pembeli dan nilai yang kembali kepada peternak. Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa menyampaikan tantangan tersebut saat meresmikan unit pengolahan susu kambing milik Koperasi Produsen Rojo Koyo Utomo pada Kamis, 29 Oktober 2026. Ia mengingatkan bahwa peningkatan produksi dan pembangunan pengolahan mesti berjalan bersama kemampuan menembus pasar.

Pandangan itu tepat: tanpa saluran penjualan yang jelas, kapasitas produksi tambahan berisiko menjadi beban, bukan kemajuan. Kunjungan Saleh menjadi kesempatan untuk melihat potensi peternakan sekaligus persoalan kelembagaan dan pemasaran yang dihadapi peternak. Ia juga mendorong koperasi memperkuat usaha peternakan kambing dan sapi perah, menghimpun hasil anggota, serta membangun hubungan langsung dengan industri pengolahan agar nilai ekonomi yang diterima peternak meningkat.

Magelang Dibidik Menjadi Sentra Susu, Koperasi Harus Kuasai Pasar

Koperasi perlu menjadi pintu masuk ke pasar

Peran koperasi peternak susu seharusnya melampaui administrasi anggota atau pengelolaan fasilitas. Koperasi dapat mengonsolidasikan pasokan, mengatur distribusi, dan bernegosiasi langsung dengan pembeli utama. Untuk pemasaran susu kambing, Saleh meminta agar dikaji skema koperasi membeli susu dari peternak lalu menyalurkannya langsung ke pabrik atau pembeli. Model itu berpotensi memperkuat posisi tawar anggota dan membuka peluang memperoleh harga yang lebih layak, tetapi perlu ditopang modal, tata kelola profesional, serta perhitungan kapasitas dan permintaan yang cermat.

Kesenjangan antara produksi dan akses pasar tampak pada koperasi sapi perah yang sudah ada. Sapto Argo dan Amarto masing-masing masih memproduksi di bawah 2.000 liter, sementara kondisi yang ada membuat koperasi belum dapat memasok industri pengolahan susu secara langsung; peternak pun bergantung pada perantara yang ikut memengaruhi harga jual yang mereka terima. Maka, gagasan membentuk divisi pembelian dan memangkas lapisan distribusi perlu dinilai dari manfaat nyata bagi anggota, bukan sekadar dibentuk sebagai struktur baru.

Magelang punya peluang, tetapi perlu fondasi yang terukur

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan Magelang sebagai salah satu sentra sapi perah baru untuk memperkuat produksi dalam negeri menuju swasembada susu. Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menyampaikan dukungan itu saat mendampingi kunjungan Saleh ke Sentra Sapi Perah Desa Sumberejo, Kecamatan Ngablak, pada Jumat, 30 Oktober 2026. Jawa Tengah memiliki modal sebagai penghasil susu: pada 2025, populasi sapi perahnya tercatat 77.566 ekor dengan produksi sekitar 75.366 ton, setara 9,66 persen produksi nasional dan menempatkannya di posisi ketiga secara nasional.

Magelang disebut memiliki delapan kecamatan dengan kondisi wilayah yang sesuai, dan Ngablak menjadi salah satu kawasan dengan ekosistem peternakan yang telah berkembang. Namun, penetapan potensi wilayah belum cukup untuk menjamin usaha berjalan. Pengembangan perlu mempertimbangkan lahan, ketersediaan air dan pakan, akses pasar, serta kesehatan ternak. Pemerintah provinsi menjalankan layanan Kesehatan Hewan Keliling yang telah menjangkau 13 kabupaten/kota, sementara layanan kesehatan perlu berjalan seiring dengan rencana penambahan populasi agar produktivitas terjaga.

Swasembada menuntut tindak lanjut, bukan hanya target

Magelang tidak memulai dari nol, tetapi peluang menjadi sentra baru akan berarti hanya jika produksi, pengolahan, kesehatan hewan, dan pemasaran tumbuh sebagai satu rantai usaha. Pengembangan unit pengolahan susu kambing Rojo Koyo Utomo diharapkan menjadi awal ekosistem peternakan yang lebih terintegrasi. Pemerintah juga berupaya membuka kawasan produksi baru di Magelang, Batang, dan Brebes dengan menimbang kesesuaian lahan, air, pakan, serta akses pasar.

Saleh menyatakan pemerintah akan mengoordinasikan kebutuhan pengembangan dengan pihak terkait, dengan tetap memperhatikan aturan dan kondisi peternak. Koordinasi itu semestinya menghasilkan langkah konkret: koperasi yang mampu menghimpun pasokan dan mengelola penjualan, kemitraan langsung dengan pembeli, serta layanan kesehatan yang menjangkau peternak. Swasembada susu memang target berat, tetapi dorongan produksi saja tidak akan mencapainya. Ukuran kemajuan yang paling adil ialah apakah peternak memperoleh akses pasar yang lebih pasti dan manfaat ekonomi yang lebih baik.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!