Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

13 Pejabat Administrator Dilantik, Ini Daftar dan Pesan Pemprov

13 Pejabat Administrator Dilantik, Ini Daftar dan Pesan Pemprov
Minat|Asia Tenggara

Penugasan baru harus diikuti tanggung jawab

Pejabat administrator adalah aparatur yang menjembatani kebijakan pimpinan dengan pelaksanaan teknis, mengoordinasikan program, serta mengelola sumber daya dan anggaran di unit kerja pemerintah. Karena peran itu langsung memengaruhi layanan publik, pergantian penugasan seharusnya dinilai dari hasil kerja, bukan sekadar perubahan nama pada jabatan. Sebanyak 13 pejabat administrator Lampung menerima penugasan baru melalui pelantikan pada Rabu (28/10/2026) sore. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan melantik dan mengambil sumpah atau janji jabatan mereka mewakili gubernur, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung. Pemprov menyebut rotasi dan promosi tersebut sebagai bagian dari evaluasi berkala serta penataan manajemen talenta aparatur. Namun, ukuran keberhasilannya baru tampak ketika kebijakan benar-benar diterjemahkan menjadi program yang terasa manfaatnya bagi masyarakat.

Pesan Pemprov patut dibaca sebagai tuntutan kerja, bukan seremoni. Marindo menegaskan bahwa kecakapan administratif saja tidak cukup: integritas, etika, dan profesionalisme harus menyertai pelaksanaan amanah. Pejabat administrator juga diminta menjaga keteladanan, baik saat bertugas maupun dalam kehidupan sosial, karena perilaku aparatur dapat memengaruhi kepercayaan publik.

Daftar pejabat dan jabatan baru

Berikut daftar pejabat Lampung yang dilantik beserta penugasan barunya. Penempatan mencakup bidang pengembangan kompetensi, pendidikan, pangan dan hortikultura, sumber daya air, pengawasan, pariwisata, lingkungan, pendapatan daerah, industri, serta keuangan rumah sakit. Ragam tugas ini menuntut tiap pejabat memahami persoalan unitnya dan menjaga kesinambungan layanan.

  • Andrian Syarief — Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Teknis Inti pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah.
  • Ryan Yanuari — Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
  • Badaruddin — Kepala UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura.
  • Zaili Fahmy M — Kepala UPTD Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah I pada Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air.
  • Risna Intiza — Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
  • Dwi Sarwi Adi Sulistyono — Inspektur Pembantu Wilayah IV pada Inspektorat.
  • Hendra Siswanto — Kepala UPTD Pengelolaan Objek Wisata pada Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
  • Ervin Ferdian — Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
  • Nanny Ricardini Nurzal — Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup.
  • Jhoni Efendi — Kepala UPTD Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah V pada Badan Pendapatan Daerah.
  • Oktria Vidya Vida — Kepala Bidang Pemberdayaan Industri pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
  • Diena Aziza — Kepala Bidang Pengembangan Informasi Pendapatan pada Badan Pendapatan Daerah.
  • Meilina — Kepala Bagian Keuangan pada Rumah Sakit Umum Daerah dr. Hi. Abdul Moeloek.

Integritas menjadi ukuran pelaksanaan amanah

Pelantikan Pemprov Lampung ini disertai peringatan agar kepercayaan jabatan tidak berubah menjadi ruang penyalahgunaan wewenang. Para pejabat diminta menjauhi korupsi, kolusi, dan nepotisme serta memastikan kebijakan dan penggunaan anggaran daerah berpihak pada kesejahteraan masyarakat. Itu bukan catatan sampingan: pejabat administrator ikut mengoordinasikan program dan mengendalikan anggaran, sehingga keputusan mereka dapat berimbas langsung pada mutu pelayanan.

Pemprov juga mengingatkan bahwa keterbukaan informasi membuat perilaku aparatur kian mudah diamati. Karena itu, profesionalisme perlu terlihat dalam keputusan sehari-hari, kepatuhan pada kode etik, transparansi, dan cara pejabat berinteraksi dengan masyarakat. Kesimpulannya, penempatan baru hanya akan berarti jika kepercayaan yang diberikan dibalas dengan kerja yang bersih dan terukur. Daftar jabatan menjelaskan siapa mengemban tugas, tetapi integritas dan keteladananlah yang akan menentukan apakah perubahan ini benar-benar memperkuat pelayanan publik.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!