Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Panggung ke Lintasan: Selebriti Idola Mengubah Lari Jadi Gaya Hidup dan Arena Kompetisi

Dari Panggung ke Lintasan: Selebriti Idola Mengubah Lari Jadi Gaya Hidup dan Arena Kompetisi
Minat|Lari

Lari Bukan Lagi Hobi Sunyi: Rise of Tren Lari Selebriti

Tren lari selebriti adalah fenomena ketika idola dan figur publik mengadopsi lari bukan hanya sebagai latihan fisik, tetapi menjadikannya bagian identitas, gaya hidup, dan bahkan arena kompetisi terbuka yang diikuti bersama penggemar dalam acara terorganisasi dan terdokumentasi luas di media sosial. Di tengah jadwal padat dunia hiburan, banyak idola K-pop mulai menjadikan lari sebagai cara menjaga kebugaran dan kesehatan mental mereka. Bagi beberapa nama besar, lari melampaui fungsi “sekadar olahraga”: ia berubah menjadi hobi yang digarap serius hingga berujung pada keikutsertaan dalam kompetisi maraton bergengsi. Inilah titik di mana selebriti lari kompetisi memantik sesuatu yang lebih besar: fanbase yang ikut penasaran, mencoba, lalu pelan-pelan menjadikan lari sebagai ritual bersama, bukan aktivitas individual.

Dari Panggung ke Lintasan: Selebriti Idola Mengubah Lari Jadi Gaya Hidup dan Arena Kompetisi

SMTOWN Run Club: Dari SM London Run ke Ajang 10K Bergengsi

SMTOWN Run Club adalah contoh konkret bagaimana satu idola dapat mengubah kebiasaan pribadi menjadi gerakan kolektif. Ajang lari berskala besar ini berawal dari kebiasaan sehat Minho yang menular. Pada 2025, aksinya mengajak rekan sesama artis untuk berlari di sela tur SMTOWN LIVE di London, yang kemudian viral sebagai “SM London Run”, memicu ide festival lari resmi. Respons positif publik dan penggemar membuat agensi meresmikan komunitas SMTOWN Run Club, dengan Minho sebagai ketua pertama. Festival lari SMTOWN Run Club 26 lalu digelar di Wangsan Marina, Yeongjongdo, Incheon, sebagai ajang 10K yang mempertemukan artis dan penggemar di lintasan yang sama. Ini bukan sekadar event fansign berkedok olahraga; ini transformasi nyata dari fan-culture menjadi culture of movement.

Minho dan Ajang SM Run: Idola Sebagai Atlet Kompetitif

SM Run 2026 menjadi bukti bahwa sebagian idola K-pop tidak berhenti pada citra “suka olahraga”, tetapi masuk ke ranah kompetisi terukur. Dalam ajang lari perdana bertajuk SM Run 2026 di Wangsan Marina, Yeongjongdo, pada Sabtu (3/10), Minho SHINee meraih juara pertama. Ia menaklukkan kategori 10 kilometer dengan waktu 48 menit, memakai BIB spesial bernomor 00001. Kutipan paling mudah dijadikan poster dari ajang ini datang dari mulutnya sendiri: “Semua yang berhasil mencapai garis finis adalah bintang hari ini”. Medali emas bukan satu-satunya pesan; yang digarisbawahi Minho adalah partisipasi. Bahkan setelah mengamankan podium, ia masih naik panggung, membuktikan bahwa stamina panggung dan lintasan bisa berjalan beriringan dalam satu figur idola.

Selebriti Lari Kompetisi: Artis dan Penggemar di Garis Start yang Sama

SM Run 2026 memperlihatkan wajah baru fanservice: bukan sekadar hi-touch, melainkan berbagi napas di lintasan lari. Event ini diikuti peserta umum sekaligus sejumlah artis SM Entertainment, termasuk Max Changmin, Yuri, Suho, dan anggota WayV (Kun, Xiaojun, Hendery, Yangyang). Festival SMTOWN Run Club 26 sendiri dirancang sebagai ajang 10K di mana artis berlari bersama penggemar dalam satu rute yang sama. Di sini, selebriti lari kompetisi punya daya tarik unik: idola bukan lagi hanya obyek tatapan, tetapi rekan satu kegiatan. Penggemar yang biasanya menonton konser kini punya alasan baru untuk berlatih, mengejar target waktu, bahkan menyiapkan perlombaan sebagai “konser” versi mereka. Relasi idola–fan bergeser dari pasif ke aktif, dari konsumsi konten ke partisipasi fisik.

Dari Fun Run ke Maraton Dunia: Masa Depan Tren Lari Idola

Yang menarik, tren lari selebriti tidak berhenti di event internal agensi. Deretan idola K-pop diketahui keranjingan lari; bagi mereka, lari bukan sekadar latihan, tetapi hobi serius yang mendorong keikutsertaan dalam maraton bergengsi dunia. Minho SHINee, Sooyoung, Danielle, hingga Ella punya kisah masing-masing tentang bagaimana lari mengisi ruang di antara jadwal panggung mereka. Ini mengubah citra idola dari figur rapuh yang harus dijaga ke figur aktif yang mengundang penggemar bergerak. Kalau tren ini berlanjut, fan-culture bisa berevolusi: lightstick di stadion mungkin akan berbagi panggung dengan race bib dan sepatu lari. Kesimpulannya, lari sudah menjadi bahasa baru kedekatan antara idola dan penggemar—bahasa yang keringatnya nyata, bukan sekadar filter media sosial.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!