TKA dimulai, kesiapan lebih dari sekadar belajar
Tes Kemampuan Akademik (TKA) adalah asesmen untuk memperoleh informasi tentang capaian akademik murid berdasarkan kompetensi yang diukur, sehingga persiapan peserta perlu mencakup pemahaman materi, kondisi diri, dan kepatuhan pada prosedur. TKA 2026 untuk jenjang SMA, SMK, MA, MAK, dan sederajat dimulai pada 26 Oktober 2026, dengan gelombang utama pada 26–29 Oktober dan 2–5 November. Jadwal khusus mata pelajaran wajib berlangsung 31 Oktober–1 November, sedangkan mata pelajaran pilihan dijadwalkan 7–8 November sesuai ketentuan. Ini bukan alasan untuk belajar semalam suntuk. Persiapan TKA SMA yang baik mengutamakan latihan teratur, istirahat cukup, serta pemahaman jadwal dan tata tertib. Skala pelaksanaan juga besar: hingga 23 Oktober, 3.864.195 dari 4.213.114 calon peserta telah mendaftar, atau 91,72 persen.

Empat hal yang perlu dibereskan sebelum ujian
Agar ujian SMA SMK berjalan tertib, peserta sebaiknya memeriksa kebutuhan praktis lebih awal, bukan menunggu pagi hari pelaksanaan. Pastikan data dan dokumen lengkap, pahami materi yang diujikan, cek kesiapan perangkat sesuai arahan sekolah, lalu jaga kebugaran dan ketenangan. Latihan soal melalui Ayo Coba TKA dapat membantu peserta mengenali bentuk asesmen dan mengatur waktu, tetapi jangan menjadikannya pengganti istirahat. Kartu peserta wajib dibawa; hadir sesuai sesi, gunakan identitas sendiri, dan patuhi larangan menyontek maupun menyebarkan soal. Prinsip “Jujur dan Gembira” lebih masuk akal daripada mengejar hasil dengan cara curang: kerjakan sesuai kemampuan dan datang dengan percaya diri. Bila ada kendala teknis, sakit, atau keadaan tertentu yang menghalangi keikutsertaan, peserta dapat mengikuti jadwal susulan sesuai ketentuan.
- Periksa kelengkapan data, dokumen, dan kartu peserta.
- Latih pemahaman materi dan soal secara proporsional.
- Pastikan perangkat siap sesuai petunjuk sekolah.
- Catat sesi ujian, hadir tepat waktu, dan patuhi tata tertib.
Lima pesan orang tua: dukung tanpa menekan
Disdik Aceh menekankan bahwa kesiapan anak bukan semata-mata urusan sekolah. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, meminta orang tua dan wali ikut mendampingi persiapan menjelang asesmen yang dijadwalkan 26–29 Oktober. Lima pesan yang perlu diterjemahkan menjadi kebiasaan di rumah ialah memastikan tidur cukup, mendorong belajar teratur, membatasi penggunaan gawai, menjaga pola makan serta kecukupan air putih, dan menciptakan suasana rumah yang nyaman. Orang tua juga diminta memberi motivasi positif tanpa menambah tekanan agar anak lebih tenang dan percaya diri. Pesan orang tua yang paling membantu bukan tuntutan agar anak selalu mendapat nilai tinggi, melainkan pengingat bahwa ia sudah berusaha dan perlu menjaga kondisi diri. Dukungan keluarga dan guru dapat memberi ruang bagi murid untuk mengikuti asesmen dengan tenang.

Keselamatan dan kejujuran tetap menjadi prioritas
Peserta dan keluarga juga perlu memahami bahwa jadwal utama bukan satu-satunya pertimbangan ketika keadaan tidak aman. Sekolah di wilayah terdampak bencana yang belum memenuhi kondisi aman tidak akan dipaksa mengikuti jadwal utama; keselamatan dan kesehatan murid, guru, serta petugas menjadi prioritas, dan penyesuaian atau jadwal susulan dapat diberlakukan sesuai keadaan. Karena itu, ikuti informasi resmi dari sekolah dan jangan mengambil risiko perjalanan bila ada kondisi darurat. Bagi peserta yang dapat mengikuti ujian sesuai jadwal, fokuslah pada hal yang bisa dikendalikan: persiapan, ketepatan waktu, kesehatan, dan kejujuran. TKA akan lebih bermakna ketika murid mengerjakan asesmen dengan kemampuan sendiri, sementara orang tua memberi dukungan yang menenangkan. Persiapan terbaik bukan tekanan tambahan, melainkan rutinitas yang terukur dan lingkungan yang membuat anak siap hadir serta berpikir jernih.






