Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

5 Resep Minuman Hangat Tradisional untuk Musim Hujan

5 Resep Minuman Hangat Tradisional untuk Musim Hujan
Minat|Diskusi Resep

Mengapa Minuman Hangat Tradisional Wajib di Musim Hujan

Minuman hangat tradisional adalah racikan minum berbahan rempah, gula, dan bahan dapur rumahan yang disajikan panas untuk memberikan rasa hangat, kenyamanan, serta dukungan pemulihan tubuh saat lelah, pegal, atau kurang bertenaga. Di tengah musim hujan dan cuaca dingin, tubuh lebih rentan meriang dan kelelahan; di momen inilah secangkir minuman hangat tidak lagi sekadar teman ngemil, tetapi bagian kecil dari ritual menjaga stamina. Setelah beraktivitas seharian, tubuh sering terasa lelah, pegal, atau kurang bertenaga, sehingga banyak orang memilih minuman racikan rumahan berbahan rempah dan bahan dapur untuk menemani waktu pemulihan. Minuman seperti jahe madu, kunyit asam, dan wedang rempah lain sudah lama dikonsumsi sebagai minuman tradisional yang memberi sensasi hangat sekaligus menenangkan.

5 Resep Minuman Hangat Tradisional untuk Musim Hujan

Wedang Uwuh: “Sampah” yang Menyegarkan Badan

Di Imogiri, Bantul, ada satu minuman hangat tradisional yang namanya terdengar aneh tapi khasiatnya dicari banyak orang: wedang uwuh. Dalam bahasa Jawa, uwuh berarti sampah, merujuk pada tampilan tumpukan dedaunan, ranting, dan rempah kering yang mengambang dalam gelas seperti dedaunan gugur di pekarangan. Namun racikannya jauh dari kata “sampah”. Rebusan wedang uwuh memadukan kayu secang, jahe, daun pala, daun kayu manis, daun cengkeh, cengkeh, dan gula batu. Warna merah menyala muncul alami dari serutan kayu secang ketika disiram air panas. Menurut satu laporan, minuman ini diburu karena khasiatnya yang bikin badan auto-fresh. Bagi saya, wedang uwuh adalah bukti bahwa tampilan berantakan tidak mengurangi nilai: yang penting adalah kekayaan rempah di dalamnya.

Wedang uwuh resep dasar sangat sederhana: rebus semua rempah hingga air berubah warna merah dan beraroma kuat, kemudian tambahkan gula batu sesuai selera. Kekuatan wedang ini terletak pada kombinasi jahe rempah minuman yang menghangatkan dan aromatik, menjadikannya pilihan ideal sebagai minuman musim hujan untuk mencegah meriang dan membantu tubuh kembali segar. Dulu, minuman hangat seperti ini biasa dijajakan pedagang keliling pada malam hari sebagai penghangat sekaligus pengganjal perut. Kini, wedang uwuh mudah dibuat di rumah: cukup simpan rempah kering dalam toples, lalu seduh kapan pun badan terasa drop. Satu cangkir setelah mandi sore saat hujan turun sering terasa seperti selimut kedua untuk tubuh.

5 Resep Minuman Hangat Tradisional untuk Musim Hujan

Jahe Madu & Variasi Jahe Rempah untuk Tubuh Lelah

Jahe adalah bintang utama dalam banyak minuman hangat tradisional karena memberi rasa pedas hangat dan aroma kuat yang menenangkan. Ramuan seperti jahe madu, kunyit asam, hingga campuran lemon dan jahe sudah lama dikonsumsi sebagai minuman tradisional. Jahe dan bahan dapur rumahan lain dapat diolah menjadi minuman penyehat saat tubuh lelah atau pegal, terutama setelah beraktivitas seharian ketika tubuh terasa kurang bertenaga. Untuk jahe madu, caranya sangat praktis: rebus beberapa iris jahe dalam air beberapa menit, tuang ke gelas, lalu tambahkan madu setelah suhunya mulai hangat.

Jika ingin sensasi lebih segar, kombinasikan jahe, lemon, dan madu; jahe memberi hangat, lemon memberi rasa asam segar, madu menambah manis dan kenyamanan pada tenggorokan. Bagi penggemar aroma rempah kuat, wedang jahe dan kayu manis adalah pilihan menarik: rebus irisan jahe bersama satu batang kayu manis, lalu tambahkan madu sesuai selera. Menurut ulasan yang sama, minuman hangat dengan bahan yang mengandung energi dan zat gizi dapat menjadi pilihan saat tubuh terasa kurang nyaman. Opini saya, kunci minuman jahe rempah minuman rumahan bukan pada resep rumit, melainkan konsistensi menjadikannya bagian dari rutinitas pemulihan sehari-hari.

Sekoteng: Minuman Hangat yang Sekaligus Camilan

Jika ada satu minuman musim hujan yang bisa mengenyangkan sekaligus menghangatkan, sekoteng adalah jawabannya. Sekoteng disebut sebagai minuman paling “berisi” di antara banyak minuman hangat tradisional lainnya. Kuahnya dibuat dari rebusan jahe dan gula merah yang gurih manis, kemudian dipadukan dengan kacang hijau rebus yang empuk. Ini sudah cukup nyaman diminum saat hujan turun. Namun yang membuat sekoteng istimewa adalah pelengkapnya: kolang-kaling, kacang tanah goreng, dan potongan roti tawar yang ditambahkan di atasnya, membuat minuman ini terasa seperti camilan hangat sekaligus.

Untuk kamu yang menyukai rasa lebih gurih, disarankan menambahkan sedikit santan ke dalam kuah sekoteng; jika ingin versi lebih ringan, santan bisa dihilangkan. Riwayat sekoteng panjang dan sering dikaitkan dengan budaya Tionghoa-Betawi, dulunya biasa dijajakan pedagang keliling pada malam hari sebagai penghangat sekaligus pengganjal perut. Menurut saya, sekoteng adalah bentuk lengkap dari filosofi minuman hangat tradisional: menggabungkan rempah-rempah gurih dan manis yang nyaman diminum sekaligus memberi rasa kenyang. Cocok disajikan ketika hujan deras, saat keluarga berkumpul dan membutuhkan sesuatu yang hangat namun tetap menghibur lidah.

Menjadikan Minuman Hangat Tradisional sebagai Ritual Harian

Lima minuman hangat tradisional yang dibahas—wedang uwuh, jahe madu, kunyit asam, kombinasi jahe rempah, dan sekoteng—bukan sekadar resep rumahan. Semuanya adalah cara sederhana merawat tubuh di tengah ritme hidup yang melelahkan. Meski minuman ini tidak bisa menggantikan istirahat, sumber tersebut menegaskan bahwa minuman hangat dengan bahan mengandung energi dan zat gizi dapat menjadi pilihan saat tubuh terasa kurang nyaman. Kuncinya adalah memakai bahan yang tersedia di dapur, mengurangi gula sesuai kebutuhan, dan meminum selagi hangat agar efek nyaman di badan lebih terasa.

Menurut saya, di musim hujan, secangkir minuman hangat sama pentingnya dengan jas hujan: keduanya membantu kita bertahan dari dingin, dengan cara berbeda. Ketika badan mulai meriang, pegal, atau lelah, daripada langsung mencari minuman instan manis dingin, jauh lebih bijak menyalakan kompor dan meracik wedang uwuh resep sederhana atau jahe rempah minuman yang memberi kehangatan dari dalam. Jadikan satu cangkir di pagi atau malam hari sebagai ritual kecil: momen berhenti sejenak, menghela napas, dan mengingat bahwa merawat diri bisa dimulai dari hal sesederhana meminum minuman hangat tradisional buatan rumah.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!