Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Manajemen Tradisional ke Profesional: SDM UMKM yang Berubah Wajah

Dari Manajemen Tradisional ke Profesional: SDM UMKM yang Berubah Wajah
Minat|Pelatihan Komprehensif

Pelatihan People Management: Titik Balik Pengelolaan SDM UMKM

Pelatihan manajemen SDM UMKM adalah program terstruktur yang membekali pemilik usaha kecil dengan keterampilan mengelola karyawan secara profesional, mulai dari rekrutmen, pembagian tugas, komunikasi, hingga evaluasi kinerja berbasis data, sehingga operasional usaha menjadi lebih tertib, produktif, dan siap tumbuh berkelanjutan. Di Bontang, gagasan ini diwujudkan melalui program people management yang digelar PT Pamapersada Nusantara Site Indo bersama Yayasan Dharma Bhakti Astra lewat LPB Pama Bessai Berinta, diikuti 16 UMKM binaan yang telah memiliki karyawan di usahanya pada Selasa, 29 September 2026. Fakta bahwa sasaran pelatihan adalah UMKM yang sudah mempekerjakan orang menunjukkan pengakuan penting: begitu usaha punya tim, inti persoalan bukan hanya modal dan jualan, tetapi kemampuan pemilik usaha menjadi manajer SDM yang sanggup membuat keputusan objektif, bukan sekadar berdasarkan rasa sungkan atau kedekatan pribadi.

Dari Feeling ke Data: Mengubah Cara UMKM Mengelola Orang

Selama ini, banyak UMKM mengelola karyawan dengan pola kekeluargaan yang longgar: jam kerja fleksibel, pembagian tugas abu-abu, dan penilaian kinerja “pakai rasa”. Pola ini hangat, tetapi sering tidak adil dan membuat usaha sulit berkembang. Dalam pelatihan people management, peserta dibawa beralih dari manajemen berbasis feeling ke pendekatan berbasis data dan indikator yang jelas. Koordinator LPB Pama Bessai Berinta, Rifki Maulana, menekankan bahwa keputusan terkait karyawan harus diambil secara objektif dengan mengandalkan data, fakta, dan indikator yang terukur, bukan sekadar perasaan. Ini bukan sekadar teori SDM ala perusahaan besar, melainkan ajakan agar pemilik UMKM berani menulis deskripsi pekerjaan, menetapkan target kinerja, dan melakukan evaluasi yang bisa dijelaskan. Pergeseran ini krusial: begitu karyawan tahu apa yang diharapkan dan bagaimana kinerja dinilai, konflik berkurang, produktivitas naik, dan relasi kerja tetap sehat meski lebih profesional.

Profesional Sejak Rekrutmen: Membangun Fondasi Produktivitas

Salah satu kelemahan klasik UMKM adalah rekrutmen asal memilih orang yang dikenal, bukan yang kompeten. Pelatihan manajemen SDM UMKM ini menggarap masalah itu secara langsung. CSR Officer PAMA INDO, Revi Jayadi, menegaskan pentingnya pengelolaan SDM profesional yang dimulai dari proses perekrutan, dilanjutkan dengan komunikasi efektif, kepemimpinan, penyusunan standar operasional dan Key Performance Indicator (KPI), pengaturan regulasi dan remunerasi, hingga evaluasi kinerja. Karyawan dipandang sebagai bagian penting dalam operasional dan pengembangan produk, sehingga kebutuhan usaha dan kompetensi calon karyawan harus menjadi dasar pemilihan. Di sinilah nilai praktis program people management: bukan sekadar mengajarkan teori HRD, tetapi memaksa pemilik UMKM melihat karyawan sebagai investasi strategis. Perubahan cara berpikir ini biasanya langsung terasa di lantai produksi atau di frontliner: proses kerja lebih rapi, standar layanan mulai jelas, dan pemilik usaha tidak lagi “memadamkan api” setiap hari karena masalah SDM yang datang berulang.

Ekosistem Kemitraan: Korporasi dan Yayasan sebagai Sekolah Manajemen UMKM

Yang menarik dari pelatihan ini bukan hanya materinya, tetapi siapa yang berdiri di belakangnya. PT Pamapersada Nusantara Site Indo dan Yayasan Dharma Bhakti Astra melalui LPB Pama Bessai Berinta tidak sekadar memberikan pelatihan satu kali; mereka membangun ekosistem pengembangan SDM UMKM dengan memposisikan korporasi sebagai sekolah manajemen bagi usaha kecil. Tim Human Capital PAMA INDO turun langsung menyampaikan materi, sekaligus memfasilitasi diskusi kasus nyata yang dihadapi para pelaku UMKM. Format ini membuat pelatihan manajemen SDM UMKM lebih dari sekadar kelas teori: peserta aktif berbagi pengalaman, mengidentifikasi persoalan, dan mencari solusi bersama. Kolaborasi seperti ini menguntungkan semua pihak. Perusahaan besar menumbuhkan rantai pasok dan mitra lokal yang lebih kuat, yayasan memenuhi mandat pengembangan SDM UMKM, sementara UMKM mendapatkan akses pengetahuan manajemen yang biasanya hanya dinikmati organisasi besar. Jika pola ini dijaga berkelanjutan, Bontang sedang membangun laboratorium hidup tentang bagaimana usaha kecil naik kelas melalui pengelolaan karyawan profesional.

Dampak Nyata: Produktivitas Naik, Operasional UMKM Makin Profesional

Pada akhirnya, nilai sebuah pelatihan diukur dari perubahan di lapangan, bukan dari jumlah slide yang ditampilkan. Program people management ini secara terang menyasar dampak operasional: pembagian tugas yang lebih jelas, komunikasi yang baik antara pemilik dan karyawan, serta evaluasi kinerja yang terukur. Harapannya, pengelolaan karyawan yang baik tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menyusun fondasi yang lebih kuat untuk pertumbuhan usaha dan keberlanjutan UMKM binaan. Di tengah persaingan pasar yang kian ketat, UMKM yang masih bertumpu pada manajemen serba lisan dan tanpa standar akan tertinggal. Pelatihan manajemen SDM UMKM seperti ini adalah ajakan jelas: berhenti mengelola karyawan sebagai “keluarga yang membantu usaha” dan mulai mengelola mereka sebagai profesional yang mendukung pertumbuhan bisnis. Kesimpulannya tegas: jika UMKM ingin naik kelas, transformasi SDM bukan pelengkap, melainkan salah satu syarat utama.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!