Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

TKA Bukan Penentu Kelulusan, tetapi Peta untuk Perbaikan

TKA Bukan Penentu Kelulusan, tetapi Peta untuk Perbaikan
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

TKA adalah alat ukur, bukan vonis

Tes Kemampuan Akademik (TKA) adalah asesmen untuk memetakan kemampuan akademik murid dan mengevaluasi kualitas pembelajaran, bukan ujian yang menentukan apakah seorang siswa lulus atau gagal. Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan TKA bukan penentu kelulusan siswa; hasilnya harus dibaca sebagai gambaran kemampuan, bukan ukuran keberhasilan seseorang menempuh pendidikan. Penegasan ini penting karena ujian terstandar mudah disalahartikan sebagai penilaian akhir atas masa depan siswa. Padahal, fungsi TKA lebih berguna bila hasilnya menunjukkan bagian mana yang sudah dikuasai dan mana yang masih perlu diperbaiki. Mu’ti menyampaikan hal tersebut saat meninjau TKA di SMA Negeri 3 Kota Tangerang Selatan pada Senin, 26 Oktober 2026. Dengan posisi itu, tes seharusnya menjadi masukan bagi proses belajar, bukan sumber kecemasan tambahan. Sekolah dan siswa perlu memakai hasilnya untuk mengenali kebutuhan belajar, lalu menindaklanjutinya.

TKA Bukan Penentu Kelulusan, tetapi Peta untuk Perbaikan

Nilai tes baru berarti jika ditindaklanjuti

Pemetaan akademik tidak banyak berarti bila berhenti pada laporan hasil. Nilai TKA semestinya membantu murid memahami kekurangannya, sekaligus memberi gambaran kepada sekolah tentang mutu pembelajaran yang perlu diperkuat. Inilah alasan pelaksanaan tes pada pertengahan tahun ajaran dapat berguna: masih ada waktu bagi siswa untuk memperbaiki kemampuan sebelum melanjutkan proses belajar hingga akhir tahun. Jadi, menegaskan bahwa TKA bukan penentu kelulusan bukan berarti hasilnya boleh diabaikan. Justru hasil tersebut layak menjadi dasar untuk dukungan belajar yang lebih terarah. Sekolah dapat melihat kebutuhan murid secara lebih jelas, sedangkan siswa mendapat kesempatan untuk mengisi celah pemahaman. Jika hasil tes hanya diumumkan tanpa tindak lanjut, tujuan evaluasi pembelajaran kehilangan daya gunanya. Penilaian yang sehat bukan sekadar memberi angka, melainkan membantu proses belajar bergerak ke arah yang lebih baik.

Ujian ulang merespons gangguan jaringan

Gangguan jaringan pada TKA daring gelombang pertama hari kedua, Selasa, 27 Oktober 2026, berdampak pada sejumlah sekolah, termasuk SMAN 68 Jakarta Pusat. Karena itu, TKA ulang bukan formalitas: ujian pengganti diperlukan agar kendala teknis tidak merugikan peserta. Abdul Mu’ti meninjau hari kedua pelaksanaan ulang di SMAN 68 pada Jumat, 30 Oktober 2026. Ujian dimulai pukul 07.00 WIB dan mencakup Bahasa Inggris serta Survei Lingkungan Belajar untuk Asesmen Nasional. Usai meninjau ruang ujian, ia mengatakan pelaksanaan berjalan lancar dan meminta siswa tetap rileks serta tidak panik. Pemerintah juga memberi pilihan kepada peserta terdampak yang yakin dengan jawaban sesi pertama untuk tidak mengulang. Sekolah yang belum siap pada jadwal tersebut dapat mengikuti jadwal susulan sesuai ketentuan. Fleksibilitas ini patut dipandang sebagai perlindungan hak siswa, meski gangguan jaringan tetap menegaskan pentingnya kesiapan sistem ujian daring.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!