Review Infinix XPAD 20: Tablet Serbaguna untuk Produktivitas Sehari-hari

Awal Mula Memilih Tablet Infinix XPAD 20
Semester akhir selalu identik dengan deadline yang datang bertubi-tubi. Mulai dari revisi tugas akhir, mengerjakan jurnal, mencari referensi, hingga menyelesaikan tugas mata kuliah yang masih tersisa. Awalnya, aku sempat terpikir untuk membeli laptop baru agar lebih maksimal saat mengerjakan semua kebutuhan akademik tersebut. Namun tablet terasa lebih praktis untuk dibawa ke mana-mana dibandingkan laptop yang bobotnya lebih berat.
Setelah cukup banyak scrolling mencari rekomendasi tablet yang bisa menunjang produktivitas, akhirnya Infinix XPAD 20 menarik perhatianku karena menawarkan layar besar, desain ringan, dan harga yang relatif terjangkau. Aku membutuhkan perangkat yang nyaman untuk membaca jurnal dan mengetik dokumen tanpa harus selalu bergantung pada laptop, dan Infinix XPAD 20 terasa cocok dengan kebutuhanku.
Pengalaman Pemakaian Secara Pribadi
sumber gambar: dokumentasi pribadi Diana Rini Pramesti
Sudah sekitar tiga bulan Infinix XPAD 20 menemani keseharianku, terutama di meja belajar. Tablet ini paling sering aku gunakan untuk mengetik tugas, membaca jurnal ilmiah, hingga melakukan zoom meeting. Layarnya yang luas membuat tampilan teks terlihat jelas dan tidak melelahkan mata, apalagi saat harus fokus dalam waktu lama. Salah satu fitur yang paling membantu adalah kemampuan split screen. Aku bisa membuka Word di satu sisi layar, lalu membuka referensi jurnal, YouTube, atau Spotify di sisi lainnya. Alur kerja jadi lebih rapi dan efisien tanpa harus bolak-balik aplikasi. Setelah menambahkan keyboard dan stylus yang dibeli terpisah, pengalaman produktivitasku terasa jauh lebih maksimal.
Selain untuk keperluan kuliah, Infinix XPAD 20 juga aku gunakan untuk kebutuhan hiburan. Bermain game ringan seperti Roblox, Farm City, dan Cooking Madness terasa lancar tanpa lag yang mengganggu. Aku juga cukup sering mengedit video ringan di CapCut untuk konten TikTok, dan hasilnya cukup smooth untuk ukuran tablet di kelasnya. Untuk sekadar scrolling TikTok atau menonton video, layar besarnya jelas jadi nilai tambah karena tampilan terasa lebih puas dan nyaman.
Spesifikasi Infinix XPAD 20
Berikut spesifikasi Infinix XPAD 20 yang aku rasakan relevansinya dalam pemakaian sehari-hari:
-
Layar: 11 inci IPS LCD, resolusi 1200 × 1920 piksel (FHD+), refresh rate 90 Hz → Tampilan luas, tajam, nyaman untuk membaca, mengetik, dan multitasking.
-
Chipset: MediaTek Helio G88 → Performa stabil untuk produktivitas harian, browsing, editing ringan, dan hiburan.
-
RAM: 8 GB (dengan fitur perluasan RAM) → Aplikasi dapat berjalan bersamaan tanpa terasa berat saat digunakan.
-
Penyimpanan: 256 GB, mendukung microSD → Kapasitas lega untuk menyimpan dokumen, file kerja, dan aplikasi.
-
Kamera belakang 8 MP dengan LED flash & Kamera depan 5 MP → Kualitas kamera cukup baik untuk kebutuhan video call dan meeting online seperti Zoom.
-
Baterai: 7000 mAh → Tahan digunakan seharian untuk aktivitas produktif tanpa perlu sering mengisi daya.
-
Konektivitas: 4G LTE, Single Nano SIM → Bisa menggunakan kartu SIM tanpa bergantung pada hotspot, lebih praktis dan tidak membuat perangkat cepat panas.
-
Fitur Infinix AI Hub → Mendukung multitasking agar penggunaan tablet lebih efisien.
-
Sistem Operasi: Android 15 dengan antarmuka Infinix → Tampilan sederhana dan mudah digunakan untuk berbagai kebutuhan.
Kesimpulan
Setelah pemakaiannya, aku bisa bilang Infinix XPAD 20 sangat membantu aktivitas kuliah dan keseharianku. Bukan pengganti laptop untuk pekerjaan berat, tapi perangkat serbaguna untuk produktivitas harian. Kalau kamu lagi cari tablet praktis, fungsional, dan worth it untuk menunjang kebutuhan tanpa keluar budget besar, Infinix XPAD 20 layak banget untuk dicoba. Dengan harga di kisaran 2 jutaan, Infinix XPAD 20 terasa worth it. Tersedia varian 128 GB dan 256 GB, dan aku memilih 256 GB karena lebih lega untuk kebutuhan harian tanpa ribet hapus data.



