3 Tes Penting Untuk Menguji Kekuatan Helm Motor

Sumber gambar utama: PIKSEL via iStock
Helm sering dianggap aman hanya karena terlihat tebal dan mahal. Anggapan itu keliru karena kekuatan helm ditentukan oleh hasil pengujian, bukan tampilan luar. Memahami tes penting pada helm membantu kamu memilih perlindungan yang benar saat berkendara.
Banyak kecelakaan serius terjadi karena helm gagal meredam benturan. Artikel ini membahas bagaimana helm diuji, apa artinya bagi keselamatan kamu, dan kesalahan yang sering diabaikan.
Setiap helm motor yang layak pakai harus lolos standar uji tertentu. Di Indonesia, standar umum mencakup SNI, sedangkan secara global dikenal DOT, ECE, dan SNELL.
Apa yang Dimaksud Lolos Uji?
Helm dinyatakan lolos uji jika mampu menahan benturan dalam batas toleransi tertentu. Pengujian ini dilakukan di laboratorium dengan alat khusus.
Tes tersebut mensimulasikan kondisi kecelakaan nyata. Tujuannya memastikan helm bekerja optimal saat dibutuhkan.
Bagaimana Helm Bekerja Saat Terjadi Benturan
Helm bekerja dengan menyerap energi benturan lalu menyebarkannya ke seluruh permukaan. Lapisan luar berfungsi memecah gaya, sedangkan lapisan dalam meredam sisa energi.
Struktur ini mencegah energi langsung menghantam tengkorak. Tanpa mekanisme ini, risiko cedera otak meningkat drastis.
1. Peran Cangkang Luar
Cangkang luar helm dibuat dari material keras seperti polycarbonate atau fiber. Material ini mencegah benda tajam menembus helm.
Cangkang juga membantu mendistribusikan energi benturan. Ini mengurangi titik tekanan pada satu area kepala.
2. Fungsi Lapisan EPS
Lapisan EPS di dalam helm bersifat menyerap benturan sekali pakai. Saat terjadi benturan keras, lapisan ini akan rusak untuk melindungi kepala.
Inilah alasan helm yang pernah jatuh keras sebaiknya diganti. Struktur internalnya sudah tidak optimal.
Tes Penting Untuk Menguji Kekuatan Helm
Setiap helm motor diuji melalui beberapa metode standar. Tes ini menentukan apakah helm layak digunakan di jalan raya.
1. Tes Benturan
Helm dijatuhkan dari ketinggian tertentu ke permukaan keras. Sensor mengukur seberapa besar energi yang diteruskan ke kepala tiruan.
Jika energi melebihi ambang batas, helm dinyatakan gagal. Tes ini paling krusial dalam menentukan kualitas helm.
2. Tes Penetrasi
Tes ini menguji kemampuan helm menahan benda tajam. Sebuah objek runcing dijatuhkan ke helm dengan gaya tertentu.
Helm yang baik tidak boleh tertembus. Ini penting untuk melindungi kepala dari serpihan atau benda asing saat kecelakaan.
3. Tes Tali dan Pengunci
Tali helm ditarik dengan beban berat untuk memastikan tidak mudah lepas. Pengunci yang gagal bisa membuat helm terlepas saat benturan.
Tes ini sering diremehkan padahal dampaknya fatal. Helm yang terlepas sama saja tidak dipakai.
Sumber gambar: atitaya pimpa via iStock
Keunggulan Helm yang Lolos Uji Standar
Helm yang lolos uji memberi perlindungan nyata, bukan sekadar rasa aman palsu. Data pengujian menunjukkan helm bersertifikasi menurunkan risiko cedera kepala secara signifikan.
Selain itu, helm berkualitas biasanya lebih nyaman dan stabil. Ini membuat kamu fokus berkendara tanpa gangguan.
Resiko dan Hal yang Harus Dihindari
Menggunakan helm tanpa sertifikasi meningkatkan risiko cedera serius. Helm palsu sering gagal pada tes benturan dasar.
Hindari membeli helm bekas atau helm yang sudah pernah jatuh keras. Kerusakan internal tidak selalu terlihat dari luar.
1. Mengabaikan Ukuran
Helm yang terlalu longgar atau sempit tidak bekerja optimal. Ukuran yang salah mengurangi efektivitas perlindungan.
Pastikan helm pas di kepala tanpa menekan berlebihan. Ini bagian penting dari keselamatan.
2. Terlalu Percaya Harga Murah
Harga murah sering berarti kompromi pada material dan pengujian. Keselamatan tidak sebanding dengan penghematan kecil. Lebih baik memilih helm yang jelas standar uji dan reputasinya. Perlindungan kepala tidak bisa ditawar.
Pastikan Keamanan Helmu Sudah SNI
Memilih helm berdasarkan hasil tes dan standar adalah keputusan logis. Kamu bisa mencari helm motor berkualitas, referensi standar keamanan helm, dan tips memilih helm melalui artikel di KuyBeli.
Helm yang tepat melindungi hidup kamu, bukan sekadar memenuhi aturan. Dengan memahami tes kekuatan helm, kamu membuat pilihan rasional demi keselamatan saat berkendara.


