Laptop Lama Bikin Emosi? Ini 3 Cara Biar Performanya Balik Ngebut Lagi

Sumber gambar utama: skynesher via iStock
Laptop lama memang sering bikin kamu geregetan. Awalnya masih lancar dipakai buat kerja, nonton, atau main casual game, tapi lama kelamaan jadi lemot dan terasa berat saat membuka aplikasi. Kabar baiknya, sebagian masalah ini bisa diatasi tanpa harus langsung beli perangkat baru. Kamu bisa coba beberapa langkah sederhana yang terbukti bisa bikin performa kembali segar. Yuk kita bahas satu per satu.
1. Bersihkan Sistem dan Aplikasi yang Tidak Diperlukan
Sumber gambar: Atomic62 Studio via iStock
Banyak pengguna tidak sadar kalau penyebab laptop lama terasa lambat adalah karena storage yang penuh dan terlalu banyak aplikasi berjalan di latar belakang. Semakin sesak ruang penyimpanan, semakin berat kinerja sistem. Membersihkan file sampah seperti cache, temporary files, hingga folder unduhan lama bisa memberi ruang bernapas bagi perangkatmu.
Langkah berikutnya adalah mengecek daftar aplikasi yang jarang atau bahkan tidak pernah kamu gunakan. Aplikasi yang dibiarkan tetap terinstal sering memakan memori, apalagi kalau otomatis aktif saat laptop menyala. Dengan mencopot aplikasi yang tidak penting, kamu bisa mengurangi beban RAM sekaligus mempercepat waktu booting. Cara ini sederhana tapi efeknya sering sangat terasa, terutama untuk laptop lama yang spesifikasinya terbatas.
2. Tingkatkan Kapasitas RAM dan Ganti ke SSD
Jika laptopmu mulai kesulitan saat membuka beberapa aplikasi sekaligus, bisa jadi RAM sudah tidak cukup. Menambah kapasitas RAM adalah salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan performa karena membuat sistem lebih leluasa menjalankan banyak proses. Banyak laptop lama sebenarnya masih mendukung upgrade RAM sehingga kamu tidak perlu ganti perangkat dulu.
Selain RAM, komponen yang sangat berpengaruh adalah penyimpanan. Jika laptopmu masih memakai HDD, menggantinya dengan SSD bisa memberikan peningkatan kecepatan yang signifikan. Perubahan ini biasanya langsung terasa. Mulai dari waktu menyala yang lebih cepat hingga proses membuka aplikasi yang jauh lebih responsif. SSD bahkan sering dianggap sebagai penyelamat utama bagi laptop lama yang mulai ngos ngosan.
3. Optimalkan Sistem dan Lakukan Perawatan Rutin
Sumber gambar: Nastasic via iStock
Terkadang, masalah tidak selalu berasal dari perangkat, tapi dari sistem yang jarang dioptimalkan. Melakukan update sistem operasi dan driver bisa membantu memperbaiki bug sekaligus meningkatkan kompatibilitas. Banyak pengguna melewatkan langkah ini padahal efeknya bisa besar bagi kelancaran sistem. Kamu juga bisa mengatur ulang aplikasi apa saja yang boleh aktif saat startup agar proses awal laptop lebih ringan.
Selain itu, jangan lupa melakukan perawatan fisik. Membersihkan debu di bagian dalam laptop bisa membantu menurunkan suhu. Laptop lama yang terlalu panas cenderung menurunkan performa untuk menjaga keamanannya. Kalau kamu merasa laptop cepat panas dan berisik, kemungkinan besar sistem pendinginnya sudah kotor atau pasta termalnya perlu diganti. Perawatan kecil ini bisa memberikan perubahan yang cukup besar untuk kenyamanan penggunaan sehari hari.
Ketiga langkah di atas sering berhasil membuat laptop lama terasa jauh lebih ringan. Namun, jika kamu sudah melakukan semua usaha dan perangkat tetap lambat, mungkin ini saat yang tepat untuk mempertimbangkan mengganti laptop dengan yang baru.
Berikut KuyBeli punya beberapa rekomendasinya untukmu:




