7 Kebiasaan yang Sering Bikin Kabel Data Rusak Tanpa Kamu Sadari

sumber gambar utama: laurence berger via istockphoto.com
Kamu mungkin pernah lihat kabel charger yang ngelupas, tembaganya keluar, atau tiba tiba tidak bisa dipakai. Banyak orang mengira kabel rusak itu karena kualitasnya jelek. Padahal kenyataannya, sebagian besar kerusakan kabel muncul dari kebiasaan kita sendiri. Kabel data punya struktur kecil yang sensitif. Serat tembaga di dalamnya bisa retak kalau terlalu sering tertarik atau tertekuk. Begitu pelindungnya melemah, kerusakan tinggal menunggu waktu.
Kalau kamu merasa kabelmu cepat rusak, kemungkinan besar ada kebiasaan yang kamu lakukan tanpa sadar. Dengan memahami penyebabnya, kamu bisa menghindari kerusakan lebih cepat. Di akhir artikel, kamu akan dapat solusi yang lebih tahan banting untuk dipakai setiap hari.
1. Menggulung Kabel Terlalu Kencang
Kebiasaan ini sering dilakukan tanpa dipikir ulang. Kabel digulung kencang lalu diikat supaya terlihat rapi. Masalahnya, gulungan yang terlalu ketat membuat serat tembaga di dalam kabel ketarik terus menerus. Perlahan, tembaga jadi lemah dan retak. Pelindung luar kabel juga ikut menipis. Kebiasaan menggulung kabel secara paksa membuat titik yang sama terus tertekan.
Jika kamu sering melakukannya, kamu akan lihat tanda tanda seperti bagian ujung kabel mulai kempes, seratnya mengeras, atau muncul garis putih. Itu tanda kerusakan dari dalam.
2. Melipat Kabel di Titik yang Sama
Kabel punya batas toleransi. Bagian leher kabel, yaitu area dekat kepala konektor, adalah titik yang paling rentan. Kalau kamu selalu melipat di area itu, kabel cepat melemah. Lipatan berulang membuat pelindung luar retak, lalu tembaga di dalamnya ikut patah.
Kebiasaan seperti ini biasa terjadi saat kamu menyimpan kabel di tas kecil atau memasukkan kabel ke saku. Lipatan yang berulang setiap hari menyebabkan kerusakan permanen. Inilah alasan kenapa banyak kabel rusak di bagian yang sama.
3. Menarik Kabel Saat Mencabut Charger
Banyak orang mencabut charger dengan menarik bagian kabel, bukan bagian kepalanya. Ini kebiasaan yang sangat merusak. Menarik kabel membuat beban besar berpindah ke leher konektor. Bagian dalam kabel bisa tertarik sampai akhirnya putus.
Kamu mungkin merasa kabel masih aman di luar, tapi di dalamnya sudah terjadi perubahan bentuk. Begitu kerusakan itu bertambah, koneksi mulai putus nyambung atau tidak stabil saat digunakan.
4. Menggunakan Kabel Saat Sedang Tidur atau Bergerak
Kabel sering rusak saat dipakai sambil tidur. Kamu mungkin bergerak tanpa sadar, menimpa kabel, atau menarik kabel ke arah tertentu. Tekanan tubuh yang tidak sengaja bisa membuat kabel tertekuk dalam posisi tidak natural. Kebiasaan ini menyebabkan kerusakan secara perlahan.
Saat kamu bergerak sambil HP sedang dicas, posisi kabel ikut berubah. Kabel yang terus tertarik ke satu arah membuat bagian dalamnya cepat rusak.
5. Membiarkan Kabel Tertarik Saat Dipakai
Kabel yang dipaksa menjangkau tempat yang jauh akan terus dalam keadaan tegang. Kondisi kabel tegang membuat serat di dalamnya selalu tertarik. Tekanan ini merusak tembaga sedikit demi sedikit. Biasanya tanda awalnya adalah kabel mulai terasa lebih tipis di beberapa titik dan koneksi charging jadi tidak stabil. Kabel yang dipaksa tegang adalah penyebab utama kabel putus di tengah.
6. Menyimpan Kabel di Tempat Panas
Kabel yang disimpan di dashboard mobil atau dekat jendela bisa terpapar panas langsung. Material pelindung kabel tidak dibuat untuk panas tinggi. Ketika kabel terlalu lama dalam suhu tinggi, pelindungnya jadi rapuh dan mudah pecah. Begitu pelindungnya rusak, kerusakan internal terjadi lebih cepat.
Tempat panas juga bisa membuat kabel melengkung secara tidak merata. Kondisi ini membuat struktur tembaga di dalamnya terganggu.
7. Colok Cabut dalam Kondisi Terburu Buru
Kabel yang sering dicabut dan dicolok dengan cepat sering mengalami benturan kecil di bagian kepala konektor. Kebiasaan ini membuat sambungan dalam konektor jadi longgar. Ketika sambungan longgar, kabel makin mudah mengalami kerusakan di bagian leher.
Pergerakan cepat yang berulang juga membuat kabel tidak stabil. Hal ini membuat usia pakai kabel jauh lebih pendek.
Kenapa Kebiasaan Kecil Bisa Bikin Kabel Cepat Rusak
Struktur kabel data sebenarnya sederhana tapi sensitif. Di dalamnya ada tembaga tipis yang rentan retak jika sering mengalami tekanan tidak merata. Pelindung luar kabel memang dibuat kuat, tapi tidak bisa menahan perlakuan kasar setiap hari. Kebiasaan kecil seperti menarik kabel atau melipat di tempat yang sama membuat kerusakan terjadi perlahan sampai akhirnya kabel tidak bisa dipakai.
Memahami kebiasaan ini membuat kamu bisa lebih hati hati. Tapi jika kamu tahu bahwa kebiasaanmu tidak mudah diubah, kamu butuh solusi yang lebih kuat untuk penggunaan harian.
Solusi yang Lebih Tahan Banting untuk Pemakaian Harian
sumber gambar: calvin chan wai meng via istockphoto.com
Kalau kamu sering merusak kabel, kamu bisa memilih kabel data braided. Kabel ini punya pelindung luar yang lebih kuat karena dibuat dari serat kain atau nilon yang dianyam. Struktur jalinan seperti ini membuat kabel lebih tahan tekuk, lebih tahan tarik, dan lebih kuat di bagian leher konektor. Kabel braided jauh lebih bertahan terhadap kebiasaan destruktif seperti yang sudah dibahas tadi.
Kamu bisa pakai kabel ini untuk kerja, belajar, travelling, atau aktivitas sehari hari. Jika kamu ingin kabel yang awet, lebih aman dipakai, dan tidak gampang rusak, kabel braided adalah pilihan yang logis.
Saatnya Kamu Beralih ke Kabel Data yang Lebih Tahan Lama
Kalau kamu sering mengalami kabel ngelupas, putus, atau tembaganya keluar, kamu bisa cek pilihan kabel braided yang tersedia. Klik produk yang kamu butuhkan dan pilih yang sesuai dengan HP kamu. Dengan kabel braided, kamu bisa kerja lebih nyaman dan tidak perlu ganti kabel terus menerus.



