Kertas Foto Gramasi Rendah vs Tinggi, Mana yang Cocok Buat Hasil Cetakan Kece?

Sumber gambar utama: yalcinsonat1 via iStock
Kamu pasti pernah mengalami momen ketika hasil cetak foto kurang maksimal, warnanya pudar, kertasnya gampang melengkung, atau malah terasa terlalu tipis. Nah, salah satu faktor penting yang sering terlewat adalah pemilihan kertas foto yang tepat, terutama dari sisi gramasi. Gramasi sendiri adalah ukuran ketebalan atau berat kertas. Semakin besar angkanya, biasanya semakin tebal dan kokoh kertas tersebut.
Biar kamu nggak salah pilih dan bisa menyesuaikan kebutuhan cetakmu, yuk kita kupas tuntas perbedaan kertas foto gramasi tinggi dan rendah, serta mana yang paling pas buat kamu!
Gramasi Rendah: Fleksibel, Terjangkau, tapi Ada Batasnya
Kertas foto dengan gramasi rendah, seperti 115 gsm, biasanya terasa lebih tipis dan ringan. Jenis ini cocok banget buat kamu yang ingin cetak foto dalam jumlah banyak tanpa mengeluarkan biaya besar. Gramasi rendah juga lebih mudah dicetak dengan printer rumahan karena tidak terlalu membebani roller printer.
Namun, ada kekurangannya. Karena ketebalannya lebih rendah, kertas seperti 115 gsm sering kali kurang ideal untuk tampilan yang benar-benar premium. Ketahanan terhadap kelembapan atau waktu juga cenderung lebih rendah. Jika kamu ingin hasil yang benar-benar kokoh, penggunaan gramasi rendah mungkin tidak akan memenuhi ekspektasi.
Gramasi Menengah: Keseimbangan Antara Harga dan Kualitas
Sumber gambar: nixite via iStock
Buat kamu yang ingin hasil cetak foto lebih solid tapi tetap hemat, gramasi menengah seperti 170 gsm - 260 gsm, bisa jadi pilihan. Kertas foto pada rentang ini cukup tebal untuk menghasilkan gambar yang lebih tajam dan stabil, namun tetap ramah di kantong.
Pada kategori ini, kamu mulai merasakan perbedaan kualitas yang cukup signifikan. Kertas 170 gsm lebih kuat dibanding gramasi rendah, sementara 260 gsm menawarkan kesan yang hampir profesional. Cocok banget buat cetak portofolio, album pribadi, atau proyek kreatif yang butuh kualitas visual oke tanpa harus mengeluarkan biaya terlalu besar.
Gramasi Tinggi: Premium, Kokoh, dan Profesional
Sumber gambar: FabrikaCr via iStock
Kalau kamu mencari kualitas terbaik, maka kertas foto dengan gramasi tinggi seperti 260 gsm sampai 300 gsm ke atas adalah pilihannya. Kertas ini jauh lebih tebal, menawarkan tekstur yang mewah, dan hasil cetakan yang lebih tahan lama. Cocok untuk kebutuhan profesional seperti pameran, karya seni, atau cetak foto kenangan penting yang ingin kamu simpan jangka panjang.
Tapi perlu kamu catat, tidak semua printer rumahan bisa mencetak dengan mulus di gramasi tinggi. Pastikan printer milikmu mendukung ketebalan yang besar. Selain itu, harga kertas dengan gramasi tinggi tentu lebih mahal, namun sepadan dengan kualitas yang kamu dapatkan.
Photo Paper Model Sticker: Praktis dengan Gramasi 135 gsm
Salah satu jenis kertas foto yang makin populer adalah photo paper model sticker. Biasanya memiliki gramasi ringan seperti 135 gsm, jenis ini cocok banget buat kamu yang suka proyek DIY atau crafting. Kertas ini sudah dilengkapi dengan lapisan perekat, jadi kamu bisa langsung menempelkannya pada buku, laptop, phone case, atau permukaan lain tanpa perlu lem tambahan.
Karena gramasi 135 gsm cukup tipis, hasil cetak pada photo sticker ini lebih fleksibel dan mudah diaplikasikan pada permukaan melengkung. Namun, ketahanannya tidak setinggi kertas foto premium, sehingga lebih cocok untuk dekorasi ringan dan proyek kreatif dibandingkan untuk penyimpanan jangka panjang.
Jadi, mana yang tepat buat kamu? Jika butuh cetak banyak dan murah, pilih gramasi rendah. Jika ingin kualitas menengah dengan harga masih ramah, gramasi 170–260 gsm bisa jadi pilihan. Sementara itu, kalau kamu menginginkan hasil terbaik, gramasi tinggi dengan 260 gsm - 300 gsm adalah jawabannya.






