Tips Biar Kamu Tidak Malu Bikin Konten di Tempat Umum

sumber gambar utama: filadendron via istockphoto.com
Kamu mungkin punya banyak ide konten, tapi rasa malu sering bikin langkah kamu berhenti. Kondisi ini wajar. Banyak orang canggung waktu pegang kamera di tempat umum karena merasa semua mata lagi memerhatiin. Faktanya, kebanyakan orang sibuk dengan dunianya sendiri. Kamu bisa lebih nyaman kalau tahu pola pikir dan kebiasaan yang bikin proses rekaman terasa ringan.
Perasaan malu saat bikin konten muncul dari rasa takut dinilai. Otak kamu biasanya bikin skenario yang berlebihan. Padahal penonton random di tempat umum tidak punya kepentingan sama kamu. Begitu kamu paham hal ini, perlahan rasa canggung turun.
Kamu butuh adaptasi dalam rekaman pertama
Kamu tidak bisa langsung pede dalam satu hari. Adaptasi dimulai dari lokasi yang kamu anggap aman. Taman kecil, mall yang tidak terlalu ramai, atau area publik yang flow orangnya santai bisa jadi tempat awal buat latihan. Kamu tidak perlu ambil take panjang. Mulai dari rekaman singkat beberapa detik. Kebiasaan kecil yang diulang membangun rasa percaya diri.
Kamu bakal merasa kaku di awal. Itu normal. Tubuh kamu sedang belajar terbiasa berada di depan kamera tanpa tekanan. Semakin sering kamu rekam momen kecil, semakin cepat kamu terbiasa.
Fokus ke tujuan bikin konten
sumber gambar: phynart studio via istockphoto.com
Kamu bisa mengurangi rasa malu kalau fokus kamu pindah dari penonton sekitar ke tujuan rekaman. Kamu sedang bikin konten untuk sharing ide, hiburan, atau dokumentasi. Kamu tidak sedang tampil untuk orang asing yang lewat. Fokus membuat kamu lebih tenang.
Waktu kamu sadar tujuan utamanya, energi kamu dialihkan ke script, angle, dan hasil akhirnya. Pikiran kamu punya kapasitas terbatas. Semakin banyak porsi yang kamu kasih untuk tujuan, semakin sedikit ruang yang dipakai rasa malu.
Manfaatkan teknik perhatian terarah
Teknik ini simpel. Alihkan perhatian kamu ke elemen kecil yang ada di depan mata. Misalnya tekstur lantai, suara langkah kaki kamu, atau objek yang kamu rekam. Cara ini membantu melepas tekanan sosial. Otak kamu kembali fokus ke hal konkret, bukan ke pikiran berlebihan.
Kamu juga bisa menggunakan teknik napas singkat sebelum menyalakan kamera. Tarik napas perlahan, tahan sebentar, lalu keluarkan. Cara ini bikin tubuh kamu lebih rileks.
Ambil posisi yang bikin kamu nyaman
Tempat rekaman menentukan tingkat percaya diri. Kamu bisa rekam di sisi ruangan, dekat dinding, atau spot yang tidak terlalu mencolok. Kamu tetap berada di ruang publik, tapi kamu tidak berada di area yang jadi pusat perhatian.
Di lokasi ramai pun, kamu bisa mencari angle yang lebih privat. Misalnya dekat pilar, rak buku, atau sudut bangunan. Kamu tetap dapat background publik, tapi kamu punya ruang pribadi kecil untuk mulai rekaman.
Gunakan alat yang bikin proses rekaman terasa sederhana
Alat yang praktis membantu kamu mengurangi beban teknis. Beban teknis berkurang berarti pikiran kamu bisa fokus ke kontennya. Alat seperti gimbal tripod selfie stick bikin perekaman stabil tanpa gerakan tangan yang canggung.
Kamu bisa jalan santai sambil rekam tanpa terlihat seperti mengangkat kamera besar. Bentuknya kecil, ringan, dan gampang diatur. Kamu bisa stop dan restart rekaman dengan cepat. Proses yang lebih simpel bikin kamu lebih berani untuk rekam di tempat umum.
Bangun kebiasaan kecil sebelum rekaman besar
Kamu bisa mulai dari challenge kecil. Rekam lima detik di tempat umum. Besok tambah menjadi sepuluh detik. Setelah seminggu, kamu sudah terbiasa muncul di depan kamera. Kebiasaan kecil ini membentuk mental yang kuat. Kebiasaan membuat kamu tidak terpikir lagi soal rasa malu.
Kamu bakal sadar kalau orang sekitar sebenarnya tidak peduli. Kamu mungkin merasa dilihat, padahal sebagian besar orang hanya lewat.
Atur ekspektasi biar tidak terbebani
sumber gambar: nattakorn maneerat via istockphoto.com
Kamu tidak perlu konten sempurna dulu. Kamu tidak sedang bersaing dengan siapa pun. Kamu sedang belajar menjadi creator yang lebih percaya diri. Target realistis bikin kamu lebih santai. Kamu bisa melakukan beberapa take tanpa tekanan. Konten yang organik lebih relatable.
Kamu bisa evaluasi hasil rekaman setelahnya. Semakin banyak kamu menonton rekaman kamu yang sebelumnya, semakin besar peningkatan rasa percaya diri.
Kuncinya? Konsisten
Kamu tidak bisa menghilangkan rasa malu sepenuhnya, tapi kamu bisa menurunkan intensitasnya. Setelah terbiasa, rasa malu akan terasa kecil. Kebiasaan membuat proses rekaman menjadi aktivitas natural seperti jalan atau ngobrol.
Untuk bantu kamu rekaman dengan lebih stabil dan effortless, coba pakai gimbal tripod selfie stick supaya hand movement kamu lebih rapi dan natural. Klik produknya dan langsung lihat pilihan terbaiknya.




