Dari Italia ke Rumahmu, Sejarah Seru Bean Bag yang Nggak Banyak Diketahui

sumber gambar utama: skynesher via istockphoto.com
Bean bag sudah lama jadi simbol kenyamanan dan gaya santai. Di ruang keluarga, kamar, bahkan kantor, kursi empuk tanpa rangka ini seperti punya magnet sendiri selalu bikin siapa pun pengin rebahan. Tapi tahukah kamu, bean bag bukan sekadar tren modern? Kursi ini punya sejarah panjang dan menarik yang dimulai lebih dari 50 tahun lalu.
Lahir dari Ide Gila Desainer Italia
sumber gambar: Piero Gatti, Cesare Paolini, Franco Teodoro via wikimedia commons
Semua berawal di Italia tahun 1968. Tiga desainer muda Piero Gatti, Cesare Paolini, dan Franco Teodoro punya ide unik: membuat kursi yang bisa menyesuaikan bentuk tubuh siapa pun yang duduk di atasnya. Mereka menamainya Sacco, yang dalam bahasa Italia berarti “kantong”.
Alih-alih memakai rangka keras seperti kursi biasa, Sacco diisi dengan bola-bola polistirena (semacam styrofoam kecil) dan dibungkus kulit sintetis. Hasilnya? Kursi yang fleksibel, ringan, dan nyaman di segala posisi. Desainnya segera menarik perhatian dan masuk ke produksi massal oleh perusahaan Zanotta.
Populer di Era 70-an
Masuk tahun 1970-an, bean bag langsung jadi ikon budaya pop. Gaya hidup bebas dan santai di era itu cocok banget dengan konsep bean bag yang nggak formal dan fleksibel. Banyak anak muda menjadikannya simbol kebebasan nggak ada bentuk tetap, nggak ada aturan cara duduk.
Bahkan, di film dan iklan masa itu, bean bag sering muncul sebagai furnitur wajib di rumah modern. Warnanya pun makin beragam, dari oranye terang, hijau neon, sampai biru laut semua menandakan semangat muda dan eksperimentasi desain pada zamannya.
Berevolusi Jadi Lebih Nyaman dan Aman
sumber gambar: KatarzynaBialasiewicz via istockphoto.com
Bean bag klasik dulu kadang dianggap kurang aman karena bahan isinya mudah robek dan menyebar. Tapi seiring waktu, bahan dan desainnya berkembang. Sekarang, banyak bean bag modern memakai lapisan luar dari kain tahan air, kulit sintetis premium, atau bahkan bahan suede yang lembut.
Isinya juga nggak lagi polistirena biasa ada yang pakai microbead atau busa memori yang lebih awet dan nyaman. Beberapa brand bahkan menambahkan fitur-fitur seperti resleting tersembunyi, cover washable, atau sistem pengisian ulang isi bean bag.
Menurut catatan desain interior dari Design Museum London, bean bag kini dianggap bagian penting dari furnitur kontemporer karena bentuknya yang adaptif dan ramah ruang kecil. Tren flexible living membuat banyak orang kembali melirik furnitur jenis ini sebagai alternatif sofa besar yang kaku.
Simbol Gaya Hidup Modern
Menariknya, meski berawal dari ide iseng, bean bag justru bertahan dan berkembang bersama tren hidup modern. Orang-orang kini lebih suka furnitur yang multifungsi, ringan, dan gampang dipindahkan tepat seperti karakter bean bag.
Bahkan, banyak kafe, coworking space, dan studio kreatif memilih bean bag untuk menciptakan suasana santai tapi tetap produktif. Kursi ini juga populer di kalangan gamer, karena bisa menopang tubuh dengan nyaman saat duduk lama.
Bean Bag dan Generasi Baru
Kalau dulu bean bag identik dengan ruang santai rumah, sekarang penggunaannya makin luas. Ada bean bag dengan desain ergonomis untuk kerja, bean bag outdoor tahan cuaca, hingga bean bag anak-anak dengan motif lucu.
Beberapa produsen lokal juga mulai memproduksi bean bag handmade dengan bahan berkualitas tinggi. Ini bikin bean bag nggak cuma nyaman, tapi juga estetik untuk dekorasi ruangan.
Kenyamanan yang Nggak Lekang Waktu
sumber gambar: deagreez via istockphoto.com
Dari eksperimen tiga desainer Italia hingga jadi ikon furnitur dunia, bean bag membuktikan kalau kenyamanan adalah tren yang nggak pernah mati. Ia berhasil beradaptasi dari masa ke masa, tetap relevan di rumah modern masa kini.
Kalau kamu lagi cari bean bag yang empuk, stylish, dan cocok buat ruang santai, saatnya cek koleksi bean bag terbaru dengan desain modern dan bahan premium di sini. Kursi empuk satu ini bukan cuma soal gaya, tapi juga warisan desain yang terus hidup sampai sekarang.



