Kadar Oksigen Drop Tapi Merasa Sehat? Waspada 'Happy Hypoxia' dan Cara Cek Dini Pakai Oksimeter

user avatar
aldea·11/13/2025T05:46Z
点赞
Kadar Oksigen Drop Tapi Merasa Sehat? Waspada 'Happy Hypoxia' dan Cara Cek Dini Pakai Oksimeter

sumber gambar: cottonbro studio via pexels

Pernah dengar istilah Happy Hypoxia? Ini adalah fenomena yang viral selama pandemi dan dijuluki sebagai "pembunuh dalam senyap" (silent killer). Istilah ini terdengar aneh, karena bagaimana mungkin seseorang merasa happy (baik-baik saja) padahal sedang kekurangan oksigen?

Pada dasarnya, hipoksia adalah kondisi ketika kadar oksigen dalam darah sangat rendah, di bawah batas normal 95%. Jika kadar oksigen anjlok, tubuh secara alami akan mengirim sinyal panik ke otak, membuat kita merasa sesak napas, megap-megap, dan ingin segera mencari udara. Ini adalah mekanisme perlindungan tubuh.

Namun, pada kasus Happy Hypoxia, terutama yang berkaitan dengan COVID-19, sinyal peringatan dari paru-paru ini seolah terblokir. Seseorang bisa saja memiliki kadar oksigen (saturasi) di angka 80% atau bahkan lebih rendah—tingkat yang seharusnya membuat pingsan—tetapi dia masih bisa bicara, berjalan, bahkan berselancar di media sosial seolah tidak terjadi apa-apa. Tubuh tidak merasakan sesak.

Peran Oksimeter yang Krusial

A Black Woman Measures Her Oxygen Level At Home Using A Pulse Oximeter A black black woman measures her oxygen level at home using a pulse oximeter. OXIMETER stock pictures, royalty-free photos & images

sumber gambar: vgajic via iStock

Inilah mengapa peran Oksimeter Jari menjadi sangat krusial. Alat kecil ini adalah satu-satunya mata-mata yang bisa membongkar kebohongan Happy Hypoxia. Oksimeter tidak peduli apakah kita merasa sesak atau tidak; dia hanya akan memberikan angka objektif tentang kadar oksigen dalam darah (SpO₂) saat dijepitkan di ujung jari.

Jika kita sedang sakit, terutama yang melibatkan pernapasan, memantau angka pada oksimeter secara berkala adalah tindakan penyelamatan nyawa. Angka 95% ke atas adalah sinyal aman. Begitu angka tersebut mulai turun secara konsisten di bawah 94% atau bahkan menyentuh 92%, inilah saatnya alarm berbunyi.

Meskipun merasa biasa saja atau "happy," saturasi oksigen yang terus menurun bisa menyebabkan kerusakan organ vital seperti otak dan jantung tanpa kita sadari. Oksimeter memastikan bahwa kita tidak tertipu oleh rasa nyaman palsu dari silent killer ini, memberikan waktu berharga untuk segera mencari pertolongan medis sebelum kondisi menjadi fatal.

Oleh karena itu, memiliki dan tahu cara menggunakan oksimeter dengan benar bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan tool penting untuk menjaga kesehatan.

Artikel Terkait

Sumber gambar utama: ArtMarie via iStockDalam beberapa tahun terakhir, oximeter jadi salah satu alat kesehatan yang cukup populer, terutama sejak meningkatnya kesadaran akan pentingnya memantau kesehatan secara mandiri di rumah. Mungkin kam
Kenalan Yuk Sama Oximeter! Alat Kecil yang Bisa Baca Kadar Oksigen Dalam Darah Kamu

Artikel TerbaruLihat lebih banyak

sumber gambar: Jan Krnc via pexelsMenghabiskan waktu di luar ruangan atau sekadar bersantai di teras rumah seringkali terganggu oleh kehadiran nyamuk dan serangga kecil lainnya. Banyak orang mengandalkan insect repellent untuk melindungi di
Jangan Asal Semprot! Ini Tips Memilih Insect Repellent yang Aman dan Tidak Lengket di Kulit
sumber gambar: cottonbro studioMemiliki rambut yang tampak bervolume dan rapi setiap hari kini bukan lagi sekadar impian berkat hadirnya teknologi sisir angin modern. Bagi kamu yang sering menata rambut, memilih antara Remington Keratin Pro
Duel Styler Sultan Remington: Keratin Protect atau Illusion Airstyler? Ini Perbandingannya!
sumber gambar: Godisable Jacob via pexelsMemiliki rambut indah bervolume ala selebgram kini bukan lagi sekadar impian yang hanya bisa didapatkan di salon mahal. Tren gaya rambut keriting yang terlihat natural dan effortless semakin digemari
Inspirasi Rambut Keriting Natural ala Selebgram? Cukup Pakai Catokan di Rumah!