Kadar Oksigen Drop Tapi Merasa Sehat? Waspada 'Happy Hypoxia' dan Cara Cek Dini Pakai Oksimeter

sumber gambar: cottonbro studio via pexels
Pernah dengar istilah Happy Hypoxia? Ini adalah fenomena yang viral selama pandemi dan dijuluki sebagai "pembunuh dalam senyap" (silent killer). Istilah ini terdengar aneh, karena bagaimana mungkin seseorang merasa happy (baik-baik saja) padahal sedang kekurangan oksigen?
Pada dasarnya, hipoksia adalah kondisi ketika kadar oksigen dalam darah sangat rendah, di bawah batas normal 95%. Jika kadar oksigen anjlok, tubuh secara alami akan mengirim sinyal panik ke otak, membuat kita merasa sesak napas, megap-megap, dan ingin segera mencari udara. Ini adalah mekanisme perlindungan tubuh.
Namun, pada kasus Happy Hypoxia, terutama yang berkaitan dengan COVID-19, sinyal peringatan dari paru-paru ini seolah terblokir. Seseorang bisa saja memiliki kadar oksigen (saturasi) di angka 80% atau bahkan lebih rendah—tingkat yang seharusnya membuat pingsan—tetapi dia masih bisa bicara, berjalan, bahkan berselancar di media sosial seolah tidak terjadi apa-apa. Tubuh tidak merasakan sesak.
Peran Oksimeter yang Krusial
sumber gambar: vgajic via iStock
Inilah mengapa peran Oksimeter Jari menjadi sangat krusial. Alat kecil ini adalah satu-satunya mata-mata yang bisa membongkar kebohongan Happy Hypoxia. Oksimeter tidak peduli apakah kita merasa sesak atau tidak; dia hanya akan memberikan angka objektif tentang kadar oksigen dalam darah (SpO₂) saat dijepitkan di ujung jari.
Jika kita sedang sakit, terutama yang melibatkan pernapasan, memantau angka pada oksimeter secara berkala adalah tindakan penyelamatan nyawa. Angka 95% ke atas adalah sinyal aman. Begitu angka tersebut mulai turun secara konsisten di bawah 94% atau bahkan menyentuh 92%, inilah saatnya alarm berbunyi.
Meskipun merasa biasa saja atau "happy," saturasi oksigen yang terus menurun bisa menyebabkan kerusakan organ vital seperti otak dan jantung tanpa kita sadari. Oksimeter memastikan bahwa kita tidak tertipu oleh rasa nyaman palsu dari silent killer ini, memberikan waktu berharga untuk segera mencari pertolongan medis sebelum kondisi menjadi fatal.
Oleh karena itu, memiliki dan tahu cara menggunakan oksimeter dengan benar bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan tool penting untuk menjaga kesehatan.




