Cara Memasang Kipas Angin Dinding yang Aman, Rapi, dan Awet

Sumber gambar utama: bopav via iStock
Kipas angin dinding kini jadi pilihan favorit banyak orang yang ingin ruangan tetap sejuk tanpa mengorbankan ruang lantai. Selain hemat tempat, model ini juga terlihat lebih modern dan rapi. Cocok banget buat kamu yang tinggal di kos, apartemen, atau rumah dengan ruang terbatas.
Selain tampilannya yang praktis, kipas angin dinding juga punya keunggulan dari sisi keamanan. Karena terpasang di dinding, risiko tersenggol atau jatuh jauh lebih kecil dibanding kipas berdiri. Tapi, agar fungsinya maksimal dan tampilannya tetap estetik, kamu perlu tahu cara memasangnya dengan benar dan aman.
Persiapan Sebelum Memasang Kipas Angin Dinding
Sumber gambar: m-gucci via iStock
Sebelum mulai, pastikan kamu sudah menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan. Biasanya, kamu akan memerlukan bor, obeng, meteran, pensil, sekrup, serta dudukan kipas angin. Jangan lupa juga untuk membaca panduan yang disertakan di dalam kotak produk, karena setiap merek bisa punya sistem pemasangan yang sedikit berbeda.
Selain itu, pilih lokasi yang tepat untuk pemasangan. Idealnya, kipas angin dinding dipasang di area yang tidak terhalang furnitur atau tirai agar sirkulasi udaranya lancar. Ketinggian sekitar 2,3–2,5 meter dari lantai biasanya sudah cukup aman dan efektif untuk menyebarkan udara ke seluruh ruangan. Pastikan juga stopkontak terdekat mudah dijangkau agar kabel tidak menggantung sembarangan.
Langkah-Langkah Memasang Kipas Angin Dinding dengan Aman dan Rapi
Langkah pertama, tandai titik bor pada dinding menggunakan pensil sesuai posisi dudukan kipas. Pastikan titik tersebut sejajar agar hasilnya tidak miring. Setelah itu, gunakan bor untuk membuat lubang sesuai ukuran baut atau sekrup yang disediakan. Jika dindingmu berbahan tembok keras, gunakan wall plug agar dudukan bisa lebih kuat menempel.
Selanjutnya, pasang dudukan atau bracket kipas angin di titik yang sudah dilubangi tadi. Kencangkan baut hingga benar-benar kokoh. Setelah dudukan terpasang sempurna, baru kamu bisa menggantungkan badan kipas pada dudukannya. Pastikan semua baut dan pengait terkunci rapat agar kipas tidak mudah lepas saat beroperasi.
Terakhir, sambungkan kabel kipas ke stopkontak dan lakukan uji coba. Jika kipas sudah berputar dengan lancar dan tidak menimbulkan suara aneh, berarti pemasangan berhasil. Kamu juga bisa menambahkan cable organizer agar kabel terlihat lebih rapi dan tidak berantakan di dinding.
Tips Tambahan Agar Kipas Angin Dinding Lebih Awet
Sumber gambar: Muhammad Labib Adilah via iStock
Supaya kipas angin dinding kamu tahan lama, rutinlah membersihkan baling-baling dan bagian depan kipas dari debu minimal dua minggu sekali. Debu yang menumpuk bisa membuat motor kipas bekerja lebih berat dan cepat panas. Gunakan kain lembap atau kuas lembut untuk membersihkan sela-sela pelindung kipas.
Selain itu, hindari mengatur kecepatan kipas di level maksimal secara terus-menerus. Gunakan sesuai kebutuhan agar motor kipas tidak cepat aus. Jika kamu merasa getaran kipas mulai meningkat atau terdengar suara berisik, periksa kembali posisi baut dan dudukannya. Bisa jadi ada bagian yang longgar dan perlu dikencangkan kembali.
Memasang kipas angin dinding ternyata tidak sesulit yang dibayangkan, asalkan kamu mengikuti langkah-langkahnya dengan cermat. Dengan pemasangan yang benar, kipas tidak hanya membuat ruangan lebih adem, tapi juga terlihat lebih rapi dan aman digunakan setiap hari.
Kalau kamu sedang mencari kipas angin dinding dengan desain kekinian dan harga terbaik, berikut KuyBeli punya beberapa rekomendasinya untukmu:
