Terpaksa Cas HP di Laptop? Ini 3 Tips Wajib Agar Baterai Gadget Tetap Awet

sumber gambar: Karola G via pexels
Pernah di situasi genting, baterai HP kritis, tapi adaptor charger entah di mana? Solusi paling instan adalah meraih kabel data, lalu colok ke port USB laptop. Praktis, iya. Tapi, apakah kebiasaan ini benar-benar aman buat si gadget kesayangan?
Jawabannya adalah: Boleh, asal tahu batas dan risikonya!
Kenapa Lambat dan Kenapa Harus Hati-hati?
Laptop memang menyediakan daya melalui port USB, tapi ini bukanlah sumber daya utama yang dirancang untuk pengisian cepat. Kebanyakan port USB 2.0 hanya menyediakan arus sekitar 0,5 Ampere (A). Bandingkan dengan adaptor dinding HP modern yang bisa mengeluarkan daya 1A, 2A, bahkan lebih tinggi untuk fitur fast charging.
Karena arusnya kecil, proses pengisian daya di laptop otomatis akan jauh lebih lambat. Kalau ini dilakukan sesekali saat darurat, tidak masalah. Namun, jika terlalu sering, proses pengisian yang lambat dan tidak optimal ini berpotensi memengaruhi siklus pengisian baterai HP jangka panjang. Ibarat mengisi tangki air dengan keran yang dibuka sangat kecil.
Bukan cuma HP, baterai laptop juga ikut terkorban. Saat HP menarik daya, baterai laptop bekerja lebih keras dan cepat habis. Jika laptop dalam keadaan mati atau sleep, pengisiannya mungkin lebih stabil, tapi kalau sedang dipakai kerja, laptop dan HP sama-sama menanggung beban.
Risiko Paling Krusial: Bukan Soal Daya, Tapi Data!
Di luar masalah kecepatan dan daya, ada satu risiko yang jauh lebih serius: keamanan data.
Saat kabel data dicolok, terjadi proses "bersalaman" (handshake) antara HP dan laptop. Keduanya saling bertukar informasi perangkat. Kalau yang dipakai adalah laptop sendiri, ini aman. Tapi, bayangkan jika terpaksa charging di port USB publik atau komputer asing. Ada risiko Juice Jacking (pencurian data/penanaman malware) karena HP dan komputer terhubung sebagai media transfer data.
Solusi Ampuh untuk Pengguna Bijak
sumber gambar: Diy13 via iStock
Jadi, apakah charging di laptop harus dihindari total? Tidak juga. Ikuti trik simpel ini agar tetap aman:
-
Utamakan Adaptor Dinding: Jika ada stopkontak, selalu pilih adaptor charger original HP.
-
Pilih Mode "Hanya Isi Daya": Begitu HP terhubung ke laptop, pastikan di layar notifikasi dipilih opsi "Hanya Isi Daya" atau "Charge Only". Ini memblokir akses transfer data sehingga gadget hanya menerima listrik.
-
Cari Port USB Berlogo Petir: Beberapa laptop modern, terutama yang mahal, punya port USB yang dedicated untuk charging (sering ditandai dengan ikon petir). Port ini biasanya menawarkan output daya yang lebih besar dan stabil.
Intinya, charge HP di laptop adalah solusi praktis untuk kondisi darurat. Namun, jangan jadikan kebiasaan rutin jika ingin baterai HP dan laptop tetap sehat. Prioritaskan kecepatan yang stabil dari adaptor dinding dan lindungi data pribadi dengan memilih mode yang tepat.


