Sol Sepatu Lepas Terus? Cek 3 Kesalahan Paling Umum Saat Ngelemin Sepatu di Rumah

sumber gambar: Alexey Demidov via unsplash
Sepatu kesayangan tiba-tiba mangap? Sol yang lepas memang menyebalkan. Untungnya, menempelkannya kembali di rumah itu mudah, asalkan tahu caranya. Sering kali, sol kembali copot bukan karena lemnya jelek, tapi karena ada kesalahan kecil dalam prosesnya.
Kalau sudah sering mengelem tapi hasilnya sebentar-sebentar lepas, coba cek 5 kesalahan fatal yang paling sering dilakukan para do-it-yourself (DIY) ini.
1. Memakai "Lem G" (Super Glue) Instan
Ini adalah kesalahan yang paling sering terjadi! Lem super instan atau cyanoacrylate memang punya daya rekat kilat yang kuat. Tapi, lem ini bersifat kaku setelah kering.
Sepatu, apalagi sneaker dan sepatu lari, harusnya fleksibel dan ditekuk saat dipakai berjalan. Ketika lem instan yang kaku bertemu gerakan, ikatan lem tersebut akan retak dan pecah. Akibatnya, sol sepatu langsung mangap lagi.
- Cara Menghindarinya: Pilih lem kontak (lem kuning) berbasis poliuretan atau neoprene yang memang didesain untuk sol sepatu. Lem ini mempertahankan elastisitas sehingga bisa bergerak bersama sepatu.
2. Permukaan Kotor, Lem Langsung Dioles!
sumber gambar: Evgen_Prozhyrko via iStock
Cuma menyeka sol yang lepas dengan lap kering tidak cukup. Sol sepatu sering kali penuh dengan debu, tanah, minyak, atau sisa lem lama. Kotoran ini adalah musuh terbesar lem baru. Lem yang dioleskan di atas kotoran tidak akan menempel pada material sepatu, melainkan hanya menempel pada kotoran.
- Cara Menghindarinya: Bersihkan kedua permukaan (sol dan upper) menggunakan kain yang dibasahi alkohol atau aseton untuk menghilangkan minyak. Kemudian, amplas permukaan sol sedikit agar pori-pori material terbuka. Permukaan yang bersih dan sedikit kasar adalah kunci rekat yang sempurna.
3. Mengoleskan Lem Terlalu Tebal
sumber gambar: Kate_Koreneva via iStock
Banyak yang berpikir lem tebal = rekat kuat. Padahal, lem yang diaplikasikan terlalu tebal justru sulit mengering secara merata. Bagian luarnya kering, tapi bagian dalamnya masih lembek. Ini membuat ikatan lem rentan terhadap delaminasi (lapisan terpisah) dan gagal menahan tekanan.
- Cara Menghindarinya: Oleskan lapisan lem tipis dan merata pada kedua permukaan yang akan direkatkan. Ikuti petunjuk pada kemasan, beberapa lem kontak perlu ditunggu beberapa menit hingga setengah kering (mengering sentuh) sebelum disatukan.
4. Tidak Diberi Tekanan yang Cukup
Lem terbaik di dunia pun akan gagal jika hanya dipegangi dengan tangan selama 10 detik. Untuk membentuk ikatan kimia yang maksimal, kedua permukaan harus ditekan dengan tekanan statis dan merata selama waktu yang ditentukan.
- Cara Menghindarinya: Setelah kedua permukaan disatukan, jepit sepatu dengan klip penjepit (penjepit kayu atau penjepit sepatu khusus) atau bungkus dengan tali karet tebal (ban dalam bekas). Biarkan di bawah tekanan selama minimal 24 jam. Tekanan merata menjamin setiap sudut sol merekat sempurna.
5. Buru-buru Dipakai atau Dijemur di Bawah Matahari
Panas berlebihan dari sinar matahari langsung bisa melunakkan bahkan merusak lem baru, sedangkan dipakai terlalu cepat sebelum proses curing selesai membuat ikatan lem belum mencapai kekuatan maksimal.
- Cara Menghindarinya: Setelah di-pres/dijepit, biarkan sepatu mengering (curing) di suhu ruangan yang sejuk dan kering, hindari sinar matahari langsung. Waktu idealnya bisa 24 hingga 48 jam, tergantung merek lem yang dipakai. Sabar sedikit, hasilnya akan lebih awet lama.
Dengan menghindari 5 kesalahan ini dan mengikuti langkah-langkah yang benar, sol sepatu kesayangan akan kembali kuat dan siap menemani petualangan berikutnya!






