Rekaman CCTV Hilang? Ini Cara Terbaik Menyimpan Data Pengawasan Anak

sumber gambar: Jakub Zerdzicki via pexels
Kamera CCTV Indoor dipasang sebagai saksi bisu, terutama untuk memastikan keamanan anak saat kita sedang memantau dari jarak jauh. Namun, apa jadinya jika momen penting (misalnya, insiden kecil atau interaksi dengan pengasuh) terekam, tapi rekaman itu justru hilang saat dibutuhkan?
Kehilangan rekaman bukan hanya kerugian data, tetapi juga kegagalan fungsi utama kamera pengawas. Kegagalan ini biasanya berakar pada cara data disimpan. Berikut adalah analisis mengapa rekaman bisa hilang dan cara terbaik untuk mencegahnya.
Risiko Kehilangan pada Opsi 1: MicroSD (Penyimpanan Lokal)
sumber gambar: akova via iStock
Penyimpanan menggunakan kartu MicroSD adalah solusi yang paling rentan terhadap kehilangan.
-
Kegagalan Perangkat Keras: Kartu MicroSD memiliki usia pakai. Jika digunakan 24/7 untuk loop recording, kartu bisa corrupt atau rusak kapan saja, menghapus semua rekaman di dalamnya.
-
Kehilangan Fisik: Ini adalah risiko terbesar. Jika kamera CCTV Indoor dicabut paksa, dicuri, atau rusak karena lonjakan listrik/kebakaran, kartu MicroSD di dalamnya akan hilang selamanya. Data pengawasan anak, yang seharusnya menjadi bukti, lenyap tanpa bekas.
-
Kapasitas Penuh: Kamera dengan MicroSD yang penuh akan menimpa rekaman tertua. Jika kita lupa mengeceknya selama beberapa minggu, rekaman insiden yang terjadi di awal periode sudah terhapus.
Risiko Minimal pada Opsi 2: Cloud Storage (Penyimpanan Online)
sumber gambar: tadamichi via iStock
Untuk pengawasan yang benar-benar anti-gagal, Cloud Storage adalah jawabannya. Metode ini dirancang untuk mengatasi semua kelemahan penyimpanan fisik.
-
Jaminan Backup dari Jarak Jauh: Semua rekaman diunggah ke server aman penyedia layanan. Bahkan jika kamera dicuri, dihancurkan, atau rumah mengalami mati listrik total, data anak tetap tersimpan di Cloud Storage dan bisa diakses dari ponsel.
-
Anti-Corrupt: Data yang disimpan di cloud biasanya direplikasi dan dipelihara oleh penyedia layanan, menghilangkan risiko kerusakan data akibat error pada kartu fisik.
-
Kapasitas Fleksibel: Kita bisa memilih paket langganan yang menjamin rekaman tersimpan hingga 30, 60, atau bahkan 90 hari. Ini memastikan kita tidak akan kehilangan rekaman penting karena memori penuh.
Kesimpulan: Solusi Penyimpanan Anti-Gagal
Meskipun penyimpanan MicroSD terlihat murah karena tidak ada biaya bulanan, potensi kehilangan data ketika terjadi insiden menjadikannya pilihan berisiko tinggi untuk pengawasan keselamatan anak.
Cara Terbaik Menyimpan Data Pengawasan Anak adalah Mengaktifkan Cloud Storage.
Jika kendala adalah biaya langganan, pertimbangkan menggunakan CCTV Indoor yang menawarkan Penyimpanan Ganda (Dual Storage). Gunakan MicroSD untuk rekaman harian, tetapi aktifkan fitur Cloud untuk menyimpan rekaman Deteksi Gerakan saja (klip-klip penting saat ada aktivitas di area yang dipantau). Dengan mengamankan klip terpenting di cloud, kita menjamin bahwa rekaman pengawasan anak akan selalu tersedia, kapan pun dan di mana pun, tanpa perlu khawatir data hilang.



