Tiga Poin Krusial yang Wajib Diteliti Sebelum Beli Docking Station

sumber gambar: Karola G via pexels
Begitu melihat manfaatnya, banyak yang langsung ingin membeli docking station. Tapi tunggu dulu, membeli perangkat ini tidak bisa sembarangan. Kesalahan kecil dalam memilih bisa membuat monitor kedua tidak menyala, atau laptop tidak terisi daya.
Untuk mendapatkan docking station terbaik yang sesuai kebutuhan, fokus pada tiga faktor penting di bawah ini:
1. Perhatikan Protokol Koneksi: USB-C Biasa vs. Thunderbolt
Ini adalah pembeda utama antara docking station terjangkau dan yang premium. Keduanya menggunakan konektor fisik berbentuk USB-C, tapi "jeroannya" sangat berbeda:
Fitur Kunci | USB-C (USB 3.x / USB4 20Gbps) | Thunderbolt 3 / 4 (40 Gbps) |
Kecepatan Transfer | Maks. 5 - 20 Gbps | 40 Gbps (Jauh lebih cepat) |
Dukungan Monitor | Biasanya Max. 1x 4K @ 60Hz | Max. 2x 4K @ 60Hz atau 1x 8K |
Fitur Daisy Chain | Tidak/Terbatas | Ya (Bisa sambung hingga 6 perangkat) |
Cocok Untuk | Pengguna harian, office, 1 monitor tambahan | Kreator Konten, Gamer, Data Scientist, Multi-monitor |
Intinya: Jika pengguna adalah kreator konten yang butuh dua monitor 4K dengan refresh rate tinggi, atau harus transfer data besar dari SSD eksternal, Thunderbolt adalah pilihan mutlak. Namun, jika hanya butuh 1 monitor dan port tambahan untuk penggunaan harian, docking station USB-C yang bagus sudah cukup. Pastikan laptop juga mendukung port Thunderbolt.
2. Cek Kapasitas Power Delivery (PD)
sumber gambar: simonkr via iStock
Salah satu fitur terbaik docking station adalah kemampuannya mengisi daya laptop. Setiap docking station memiliki batas daya keluar, contohnya 60W, 85W, atau 100W.
Wajib diketahui: Laptop perlu daya yang spesifik (biasanya tertera di charger bawaan). Jika charger laptop adalah 90W, maka minimal pilih docking station dengan PD 90W. Jika memilih yang hanya 60W, baterai laptop akan tetap berkurang saat bekerja keras, karena daya yang masuk tidak mencukupi. Pastikan angka W pada dock lebih besar atau sama dengan kebutuhan laptop.
3. Jenis dan Jumlah Port yang Tepat
Buatlah daftar perangkat yang akan terhubung. Apakah sering memindahkan foto dari kamera? Pastikan ada slot SD Card dan MicroSD. Apakah sering meeting online? Pastikan ada port Audio Jack yang bisa diandalkan.
Port yang harus ada:
-
HDMI / DisplayPort (sesuai monitor)
-
Port Ethernet (untuk internet stabil)
-
USB-A dan USB-C yang cukup.
Dengan mempertimbangkan protokol, daya, dan port yang sesuai kebutuhan, calon pembeli tidak hanya mendapatkan docking station terbaik, tetapi juga pusat komando kerja yang benar-benar optimal dan future-proof.



