Sudah Punya Banyak Baju Tapi Lemari Penuh? Coba Sistem Rotasi Pakaian

Ilustrasi lemari penuh. Foto: ChayTee/istockphoto
Punya banyak baju itu menyenangkan, tapi sering kali bikin lemari jadi penuh dan berantakan. Akibatnya, baju yang mau dipakai malah susah ditemukan, dan pakaian favorit bisa terjepit sampai kusut.
Salah satu cara praktis untuk mengatasinya adalah dengan menerapkan sistem rotasi pakaian. Sistem ini membantu kamu mengelompokkan baju berdasarkan musim, kebutuhan, atau frekuensi pemakaian, sehingga lemari terlihat lebih rapi dan mudah diakses.
Selain bikin kamar lebih teratur, sistem rotasi pakaian juga bantu kamu menyimpan pakaian dengan lebih baik supaya tetap awet. Dengan metode ini, baju tidak menumpuk di satu tempat dan tetap punya ruang untuk “bernapas”. Yuk, simak cara penerapannya!
Tips Melakukan Sistem Rotasi Pakaian
Sebelum menerapkan rotasi pakaian, kamu perlu memahami tujuan utamanya: membuat lemari tetap rapi dan mudah dipakai setiap hari. Sistem ini cocok buat yang punya kamar kecil, lemari terbatas, atau sering belanja baju baru.
1. Sortir Baju Berdasarkan Jenis dan Musim
Langkah awal adalah memisahkan baju yang sering dipakai, jarang dipakai, dan baju musiman. Baju sehari-hari seperti t-shirt, celana santai, dan kemeja kerja bisa tetap berada di lemari.
Sementara itu, baju hangat atau pakaian khusus seperti jaket tebal bisa disimpan terpisah saat tidak dibutuhkan. Sorting ini membuat kamu tahu baju mana yang benar-benar dipakai dan mana yang hanya menyita ruang.
Foto: Arisara_Tongdonnoi/istockphoto
2. Simpan Baju yang Jarang Digunakan ke Tempat Terpisah
Setelah sorting, baju yang jarang dipakai jangan dibiarkan tetap di lemari. Simpan di storage box atau wadah khusus penyimpanan.
Ini membantu mengurangi visual clutter dan memberi ruang lebih untuk pakaian harian. Pilih storage box yang kokoh, bisa dilipat, dan punya penutup supaya pakaian tetap bersih dari debu.
3. Lakukan Rotasi Secara Berkala
Sistem rotasi bukan cuma dilakukan sekali saja, tapi perlu diulang setiap beberapa bulan. Misalnya ketika pergantian cuaca, awal semester baru, atau saat kamu merasa lemari mulai sesak lagi. Dengan membiasakan rotasi, lemari akan selalu berada dalam kondisi yang nyaman untuk dilihat dan digunakan setiap hari.
4. Tambahkan Label untuk Mempermudah Pencarian
Supaya kamu tidak kebingungan mencari pakaian di dalam storage box, gunakan label pada setiap kotaknya. Misalnya: “Baju Musim Dingin”, “Baju Event”, atau “Celana Formal”. Label akan membantu kamu menghemat waktu saat butuh pakaian tertentu dan meminimalkan bongkar-lemari dadakan.
Rekomendasi Storage Box untuk Sistem Rotasi Pakaian
Foto: Liudmila Chernetska/istockphoto
Kalau kamu mau memulai sistem rotasi pakaian, pilih storage box yang ukurannya besar, kuat, dan mudah dilipat. Salah satu yang bisa kamu pertimbangkan adalah ABC BEAR 110L Storage Box. Storage box besar ini punya kapasitas luas, bisa menampung banyak baju, dan mudah disimpan saat sedang tidak dipakai. Bahan penyimpanannya ringan tapi kokoh, cocok untuk kamar kecil maupun lemari besar.
Kalau Kawankuy mau beli produknya, langsung ke KuyBeli aja. Di sana kamu bisa dapat rekomendasi produk terbaik, tinggal klik, lalu otomatis diarahkan ke toko tempat belinya. Praktis dan nggak ribet!


