Kenapa Sepatu Jarang Dipakai Malah Cepat Rusak?

sumber gambar utama: NorGal via istockphoto.com
Banyak orang berpikir semakin jarang sepatu dipakai, semakin awet usianya. Nyatanya, sepatu yang disimpan terlalu lama justru lebih cepat rusak. Dari sol yang mengelupas sampai bau apek yang muncul tiba-tiba, semua bisa terjadi meski sepatumu nggak pernah keluar rumah.
1. Udara lembap bikin bahan sepatu cepat rapuh
Sepatu, terutama yang berbahan kulit atau suede, sangat sensitif terhadap kelembapan. Dikutip dari American Leather Chemists Association, kelembapan udara tinggi dapat mempercepat proses oksidasi pada bahan kulit dan lem perekat sepatu. Akibatnya, bahan jadi kaku, retak, dan mudah mengelupas.
Penyimpanan di ruangan tertutup tanpa sirkulasi udara justru membuat kondisi makin parah. Sepatu seolah “terperangkap” di udara lembap yang pelan-pelan menggerogoti bahannya.
2. Lem dan sol bisa getas kalau jarang dipakai
Lem perekat pada sepatu dirancang untuk lentur karena sering menerima tekanan dari langkah kaki. Kalau sepatu lama nggak dipakai, lem bisa mengering dan kehilangan daya rekat. Akibatnya, sol bagian depan atau belakang akan mulai lepas walau baru dipakai sebentar.
Kondisi ini paling sering terjadi pada sepatu olahraga atau sneakers berbahan sintetis. Jadi, ironisnya, sepatu yang “nganggur” terlalu lama malah berumur lebih pendek.
3. Debu dan jamur jadi musuh diam-diam
sumber gambar: kwanchaichaiudom via istockphoto.com
Saat disimpan tanpa pelindung, debu akan menempel di pori-pori bahan sepatu dan menumpuk seiring waktu. Kalau ruangan lembap, jamur akan ikut tumbuh, meninggalkan noda putih dan bau tidak sedap. Sekali jamur muncul, sulit untuk membersihkannya tanpa merusak warna dan tekstur asli sepatu.
Cara paling sederhana untuk menghindarinya adalah memastikan sepatu disimpan di tempat kering dan memiliki sirkulasi udara baik.
4. Bentuk sepatu bisa berubah tanpa disadari
Sepatu yang dibiarkan terlalu lama di lemari bisa kehilangan bentuk aslinya. Misalnya, bagian tumit jadi penyok, atau bagian depan jadi terlalu kaku. Hal ini terjadi karena sepatu tidak mendapat tekanan alami dari pemakaian.
Solusi mudahnya, kamu bisa isi bagian dalam sepatu dengan kertas atau shoe tree agar bentuknya tetap terjaga selama disimpan.
5. Penyimpanan sembarangan juga bikin rusak
Banyak orang asal tumpuk sepatu di pojokan atau simpan di kardus tertutup. Padahal, cara ini justru membuat sepatu sulit “bernapas”. Kardus bisa menahan lembap, membuat jamur tumbuh lebih cepat.
Rak sepatu dengan sirkulasi udara terbuka lebih direkomendasikan. Selain menjaga sepatu tetap kering, kamu juga bisa mengatur posisi sepatu dengan rapi tanpa khawatir penyok atau tertekan sepatu lain.
Tips biar sepatu tetap awet walau jarang dipakai
sumber gambar: vacharapongW via istockphoto.com
Bersihkan sepatu sebelum disimpan.
Gunakan silica gel di sekitar area penyimpanan untuk menyerap lembap.
Pastikan sepatu tidak disimpan menempel langsung ke lantai.
Keluarkan dan angin-anginkan sepatu sesekali agar sirkulasi udara tetap baik.
Kesimpulan
Sepatu yang jarang dipakai bukan berarti lebih awet. Justru tanpa perawatan dan penyimpanan yang tepat, bahan sepatu bisa cepat rusak, berjamur, atau kehilangan bentuk. Kuncinya ada di cara menyimpannya: kering, bersih, dan punya sirkulasi udara cukup.
Jaga kualitas sepatumu tetap prima dengan rak sepatu lipat yang hemat ruang dan menjaga sirkulasi udara tetap lancar. Cek produk rak sepatu lipat terbaik di sini sebelum sepatumu keburu rusak karena penyimpanan yang salah!




