Jangan Sampai Cooling Pad Laptop Mati Muda! Panduan Perawatan Biar Dinginnya Maksimal

sumber gambar: Stefan Simonovski via iStock
Ada satu musuh utama yang diam-diam menggerogoti performa semua aksesoris laptop kita, termasuk si penyelamat suhu: cooling pad. Musuh itu adalah debu.
Ya, debu adalah malapetaka bagi pendinginan laptop eksternal. Kipas yang seharusnya menyedot udara dingin atau meniup panas malah bekerja keras melawan lapisan debu tebal yang menyumbat jaring-jaringnya. Aliran udara terhambat, suhu laptop kembali merangkak naik, dan akhirnya kita bertanya: "Kok cooling pad ini tidak efektif lagi, ya?"
Tidak perlu buru-buru beli yang baru. Sebagian besar masalah performa ini bisa diatasi dengan perawatan rutin yang tepat. Yuk, kita bedah langkah-langar perawatan cooling pad yang wajib dilakukan agar efisiensi pendinginan tetap maksimal bertahun-tahun.
1. Bersihkan Area Kipas dari Debu (Rutin!)
Ini adalah ritual wajib. Kapan pun kita selesai menggunakan laptop dan melihat ada lapisan debu tipis di saringan atau bilah kipas cooling pad, itu adalah sinyal untuk bertindak.
Cabut kabel USB-nya, lalu siapkan kuas halus (kuas make-up bekas atau kuas cat kecil juga bisa) atau udara bertekanan (compressed air). Gunakan kuas untuk menyapu debu yang menempel di bilah-bilah kipas dan jaring-jaringnya. Jika menggunakan udara bertekanan, semprotkan dengan jarak yang aman, jangan terlalu dekat, untuk menghindari kerusakan. Membersihkan secara rutin, idealnya setiap 2-4 minggu sekali tergantung lingkungan pemakaian, akan mencegah tumpukan debu tebal yang bisa membuat kipas bekerja lebih berat dan berisik. Ingat, cooling pad yang bersih adalah kunci laptop bebas overheat.
2. Jaga Permukaan dan Jaringan Kipas Tetap Utuh
sumber gambar: NYK Nemesis via Google
Material cooling pad biasanya terbuat dari plastik keras atau aluminium dengan jaring-jaring ventilasi di atasnya. Jaringan ini adalah jalur utama udara. Hindari meletakkan benda berat atau memberikan tekanan berlebih pada permukaan cooling pad.
Permukaan yang bengkok atau jaring yang penyok bisa mengubah arah aliran udara dan mengurangi efektifitas kipas secara drastis. Selalu gunakan cooling pad di atas permukaan yang datar dan keras—hindari permukaan lunak seperti kasur atau selimut—bukan hanya untuk laptop, tapi juga untuk cooling pad itu sendiri. Perhatikan juga kabel power USB-nya, pastikan tidak tertekuk atau terjepit, karena ini sering jadi biang keladi kipas mati mendadak.
3. Periksa Kinerja Kipas dan Bunyi Aneh
Cooling pad yang baik seharusnya mengeluarkan suara yang stabil, tidak terlalu bising. Seiring usia pakai, terkadang ada satu atau lebih kipas yang mulai mengeluarkan bunyi dengungan atau derit yang tidak normal.
Bunyi aneh ini biasanya menandakan ada debu yang masuk ke bagian rotor kipas atau ada komponen yang longgar. Jika cooling pad menyediakan fitur kontrol kecepatan kipas, coba atur kecepatannya. Jika bunyi tidak hilang, mungkin waktunya membuka casing bawah cooling pad (jika memungkinkan) untuk membersihkan bagian internal kipas. Jika ada kipas yang sama sekali tidak berputar, segera periksa koneksi kabelnya. Dengan menjaga tiga aspek perawatan ini, kinerja pendinginan cooling pad akan selalu optimal, siap menemani sesi gaming atau kerja berat tanpa membuat suhu laptop melonjak.
